
Pagi yang cerah di kota Bandung yang dingin
Terjadi keributan di kediaman Allinsky. Semuanya sedang sibul bersiap untuk ke pantai dan jalan jalan santai. Rencananya setelah itu ke base camp Oryon.
Gaslah guys hehhe
Setelah beberapa lama bersiap kami pun berangkat ke pantai, aku pengen liburan kali ini benar benar family time abizzz.
Saat sampai di pantai Dewa dan lainnya langsung berlari ke tepi pantai dan mereka bermain air dengan riang. Aku dan para ladies mengambil fhoto konyol mereka.
Ada ada saja kegilaan mereka yang konyol bin kantro, ketauan banget mereka jarang ke pantai padahal di Jakarta saban hari ke pantai. Hadeh tepok jidat deh gara gara kelakuan mereka. Tak jarang turis dan pengunjung yang sedang berjemur di pantai tertawa geli melihat drama meraka.
Haduh,malu banget ngakuin mereka bagian dari rombonganku. Yang waras cuma duduk duduk di tepi pantai sambil ngambil foto.
" Sinting abis mereka, kayak orang gunung baru turun ke laut, hadeh malu maluin tau nggak Van teman teman loe " celetul Bryanda.
" Hahaha! Biarin ajalah palingan karena masa kecil mereka kurang bahagia. Makanya merela balas dendamnya sekarang jadi kayak gitu deh " kekeh Vano geli.
" Bener banget tuh Van! Palingan waktu kecil pas mereka ke pantai dilarang larang sama emaknya mereka. Jadi sekarang mereka melepas rasa penasaran hahhahaa " Sam ikutan tertawa.
" Hahaha! Gaje banget cuy, abis ini kemana kita guys. Ada ide nggak " Bryanda.
Ting
Saat sedang asik bergibah ada notice masuk di poncelku. Saat aku lihat ternyata dari Marcel, aku langsung membukanya,
" Marcel : woy, liburan ke Bandung enggak bilang bilang. Mampir ke rumah gue jangan lupa "
" Bryanda : mang di Bandung cel, iya ntar kita mampir atau sekarang aja. Lagi enggak punya tujuan nih "
" Marcel : ayuklah gue tunggu di mansion "
" Bryanda : ntar tanyain anak anak dulu ya "
__ADS_1
" Marcel : ok sister, jangan lama lama, gue malas nunggu "
" Bryanda : iye bawel, sabar napa "
" Marcel : Mmmm "
Aku pun mengabaikan pesan terakhir dari Marcel dan langsung memanggil semua orang untuk bekumpul.
" Woi kumpul dulu sini bentar, ada informasi nih buat semuanya " ujar Bryamda sambil berteriak.
" Ada apaan sih buk bos teriak teriak dah kayak mamang sayur aja " celetuk Alvin.
"Sialan loe Vin, enal aja loe nyamain gw sama mamang sayur. Loe tuh kayak penghuni ragunan " ujar Bryanda sewot.
" Ye sembarangan aja buk bos samain gw dengan warga ragunan. buk bos kali yang sama dengan yang di sana trus nyasar di sini. Loe asli kan bul bos, bukan jelmaan pengjuni ragunan " ujar Alvin tampa dosa.
" Dahlah malesin gw sama loe pada, oh ya Marcel ngundang kita ke mansionnya,gimana kita ke sana abis dari sini " celetukku.
"dasar nyebelin, dahlah kalo enggak pada mau ya udah guw mau ke sama " ujar Bryanda tak ingin di bantah.
" Jadi sepakat kita ke sana ya guys, tapi makan siang dululah laper banget. Takutnya sampe di sana pada kelaperan ntar kita di todong senjata lagi di sana hehhe, canda guys " ujar Bryanda cengengesan.
" Canda loe garing buk bos, bikin kita senam jantung aja nih tau nggak " ujar Alan malas.
" Hehhe, ya elah sensitif amat bang. Kayak cewek yang lagi pms aja " ujar Bryanda sambil cengengesan.
" Yah! Yuk makan, laper gw denger loe pada ngebacot, loe juga bab. Kayak yang nggak ada kegiatan aja pake ngedrama bareng mereka. Kalo lebih lama lagi ngedramanya gw bakalan kasih kalian penghargaan " ujar Vano malas.
Kami pun akhirnya mencari tempat makan yang tak jauh dari tempat kami bermain.
Sesampainya di sebuah warung tenda yang bersih dan rapi tempatnya kali pun memilih tempat duduk lesehan.
Setelah kami memesan,kami pun duduk dan tak berapa lama pesanan datang dan tampa ba bi bu kami langsung menyantap mkanan kami.
__ADS_1
Setelah beristirahat sebentar kami lun bergerak menuju rumah Marcel yang lumayan jauh dari lokasi kami berada saat ini.
Sebenarnya mereka semua lumayan gugup karena status mafia yang di miliki keluarga marcel. Lumayan membuat mereka semua terganggu, karena siapa pun pasti malas berurusan dengan keluarga seperti itu.
Setelah menempuh jarak 1 jam kami pun sambil memperhatikan mansion yang besar dan sanglat luas di depan kami. Ada sedikit keraguan di hati saat melihat tempat itu.
" Gimana nih guys, kita lanjut masuk ke sana atau balik pulang aja " tanyaku pada semuanya.
" tau deh buk bos, kita sih ngikut aja tapi liat lokasi dan keadaan rumahnya kok gw ngeri ngeri penasaran yah " ujar Dewa pelan.
" Sama Wa, ngeri karena ini mafia lho yang kita datengin, tapi penasaran seperti apa sih kediaman milik seorang mafia " sambar Alan.
" Entahlah, gw takut nih kalo dah kayak gini. Jangan sampe ini jadi ajang bunuh diri berjamaah nih buat kita " ujar Vano pelan.
" Ya enggaklah Brader! Gw jamin kalianaman di rumah gw " celetuk Marcel tiba tiba.
" Set dah! Dah kek jelangkung aja loe Cel, bikin kaget berjamaah aja " umpat Sam.
" Hahaha! Sorry bro,ya udah yuk masuk ke dalam rumah gw. Gw jamin keselamatan loe semua selama di rumah gw " ujar Marcel yang tau apa yang tengah di pikirkan kami semua.
" Hah! Ya udah deh, gue ngikut aja. Kalian gimana mau ke dalam atau balik ke rumahnya Allinsky " ujar Vano pada rekan rekannya.
" Kita ngikut aja bos! Tapi aman ya bos Marcel. Soalnya gw belum ngerasain punya bini nih " celetuk Alan yang bikin semuanya menahan tawa karena jawaban konyolnya.
" Apa hubungannya Tukimin, sama masul ke rumahnya Marcel. Mangnya loe di suruh ngapain di dalam sana " ujar Vano gemas.
" Tau deh bos, gw mana pernah berhubungan sama keluarga bos Marcel kayak gini jadibya gw sedikit miskin informasi. Tapi kalo di novel yang gw baca sih ya ... " tapi ucapan Geri terputus karena di potong oleh Bryamda.
" Dih baca novel juga loe Ger, pantesan mojok mulu di base camp. Anjir ngalahin kita cewek cewek loe Ger " ujar Bryanda geli.
" Dih biasa aja kali buk bos. Cowok baca novel udah biasa, ngedrakor dah biasa. Santai aja sih " ketus Geri.
" Iya deh iya, gw mau ke dalam. Serah deh kalo kalian mau balik,balik aja duluan " ujar Bryanda pelan.
__ADS_1
Aku lihat semuanya bimbang antara inhin pergi atau tingggal. Entah apa yang mereka pikirkan sampai akhirnya mereka memutuskan tetap tinggal.
" Apa ya keseruan yang akan kami dapatkan selama di rumah Marcel " bisikku dalam hati