PENGANTIN REMAJA

PENGANTIN REMAJA
Terlalu banyak janji


__ADS_3

Tok..tok..tok..


Suara pintu yang beberapa kali diketuk dari arah luar itu membuat sang penghuni rumah merasa terganggu.


Siapa yang bertamu malam-malam begini, pikirnya.


"Sebentar!" ucap Alya sembari membuka pintu yang beberapa menit lalu baru saja ia kunci.


"Ngapain anda kesini malam-malam?" ujar Alya ketus saat mengetahui siapa yang bertamu tersebut, padahal saat ia masih berada di rumah sakit pria itu tak pernah lagi muncul dihadapannya.


"Aku hanya ingin mengobrol sebentar Alya, bisa kan?'' ujar sang tamu yang tak lain adalah Sultan.


"Nggak bisa!"


"Please Al." mohonnya, dengan mencekal sebelah tangan Alya.


"Tapi_"


"Hanya sepuluh menit, aku janji."


Alya tampak men desah pelan, lalu menunjuk kursi yang berada diteras, "Duduk disana." ucapnya masih memasang wajah jutek.


"Oke."


"Langsung saja ada apa?" tanyanya tanpa melihat kearah Sultan seperti biasa.


"Besok aku mau mengajak Syifa jalan-jalan, sama kamu juga."


"Nggak, saya nggak akan mengijinkan anak saya pergi kemanapun."


"Alya, tolong aku mohon kasih aku kesempatan buat lebih dekat sama Syifa aku juga ingin mengenal dia lebih jauh Al."


"Terus dari dulu anda kemana saja tuan?"


"Aku tahu, aku terlambat!"


"Alya, bisakah kamu berbicara sambil menatapku, aku rasa dari pertemuan pertama kita kamu tak sekalipun menatap wajahku apakah matamu akan ternodai jika kau gunakan untuk menatapku."


"Al_"


"Waktunya habis! Anda silahkan pulang."


"Menikahlah denganku Al?"


"Kenapa baru sekarang,?"


"Kenapa baru sekarang kamu mengajak aku menikah disaat namaku sudah terkenal sangat buruk dimata orang-orang, sekarang percuma saja hidupku sudah sangat hancur, dan aku tidak lagi membutuhkan pertanggungjawaban dari kamu, semuanya sudah berlalu, jadi lupakanlah!"


"Al_"

__ADS_1


"Maaf, sebaiknya kamu segera pergi ini sudah sangat larut, aku tak ingin namaku semakin jelek disini."


"Baiklah, besok aku akan membawa kedua orang tuaku kesini."


"Apa kamu bilang.?"


"Selamat tidur."


"Hei ta_CK, dasar laki-laki tidak waras!" gerutu Alya saat melihat Sultan yang berlalu memasuki mobilnya.


*


Zeela mengucek kedua matanya yang terasa rapat, semalam ia hanya tidur sebentar karena terlalu memikirkan kemana Arjuna pergi.


Gegas ia menyibak selimut turun dari ranjang dan memasuki kamar mandi, berganti pakaian dan bergegas untuk sarapan.


"Bi, saya keluar dulu ya." pamitnya setelah selesai sarapan.


"Iya non, hati-hati."


"Iya bi, bibi baik-baik dirumah."


"Siap non."


Zeela terkekeh, lalu melangkah keluar! disaat yang sama Arjuna tiba dirumah, pemuda itu memicing menatap penampilan Zeela yang tampak rapih mengenakan dress warna burgundy selutut yang dipadukan dengan sepatu kets berwarna putih, begitupun dengan wajahnya yang tampak cantik memakai riasan seperti saat kemarin pagi.


Arjuna yang masih berada diatas motor pun bergegas turun, menghampiri istrinya yang langsung memasang wajah masam.


Tak menjawab Zeela melanjutkan langkahnya membuat Arjuna kesal dan mencengkram pergelangan tangannya.


"Mau kemana, aku tanya?" ulangnya dengan nada yang berubah meninggi.


"Lepasin." Zeela tak kalah membentak.


"Jawab dulu, mau kemana?"


''Emang harus bilang kekamu, aku mau kemana?"


"Zeela, jangan buat aku emosi dan kasar sama kamu ya."


"Lalu kamu sendiri gimana."


"Zee_"


"Aku mau nginep dirumah temen." pungkasnya, sembari mengusap kasar air matanya yang tiba-tiba jatuh tanpa izin.


"Aku nggak ngizinin."


"Aku nggak perlu izin dari kamu."

__ADS_1


"Zee, aku minta maaf semalam nggak pulang, aku ketiduran."


"Ketiduran kamu bilang?" tanyanya dengan senyum sinis.


"Iya, sayang."


"Kamu pikir aku nggak tahu, kalau kamu itu emang berniat nggak pulang Semalam, bibi yang bilang."


"Zee, aku emang bilang kayak gitu tapi sebenarnya semalam aku mau pulang, tapi aku malah ketiduran."


"Dan kamu pikir aku percaya?"


"Ya, harus percaya."


"Brengsek!" umpatnya, lalu melepaskan cekalan Arjuna dan menghempaskannya.


"Zee tunggu, aku minta maaf! iya aku salah, aku mengaku salah."


"Udahlah, sekarang kita masing-masing aja, kamu lakukan apapun yang kamu suka, begitupun dengan aku."


"Jangan gitu dong sayang, aku janji nggak bakalan diulangin lagi."


"Bulshit! terlalu banyak janji."


"Sayang lihat aku, aku minta maaf! tapi kamu juga harus ingat satu hal aku begini karena kamu juga yang nggak nurut kan?"


"Kenapa jadi aku yang salah?"


"Kamu mau tahu kesalahan kamu apa? kalau kamu lupa, biar aku ingatkan! ini dandan cantik gini mau dipamerin kesiapa, biar apa? biar banyak yang naksir?"


"Ngomong apa sih?"


"Udah paham kan sekarang."


"Cuma dandan doang apa salahnya, semua cewek juga begitu, yang lebih menor juga banyak."


"Masalahnya aku nggak suka, aku nggak suka kecantikan kamu dilihat cowok lain, aku nggak suka! ngerti nggak sih?"


"Dasar aneh!"


Arjuna tersenyum kecut, "Iya aneh memang, aneh karena aku terlalu takut kehilangan kamu."


Deg!


"Aku pergi." ucap Zeela kemudian, meninggalkan Arjuna yang menghela napas lelah, menatap kepergian istrinya.


"Sampai kapan sih Zee?" gumamnya lirih.


*

__ADS_1


*


__ADS_2