PENGANTIN REMAJA

PENGANTIN REMAJA
Jujur


__ADS_3

Arjuna menepikan motornya tepat didepan sebuah Restoran seafood yang beberapa waktu lalu sempat ia datangi juga bersama Amora.


"Ayok Zee, jaketnya nggak usah dilepas tapi, soalnya di jam segini pelanggan Resto ini lumayan rame." ujar Arjuna sembari merangkul pundak Zeela dan melangkah kedalam Resto.


Ingin menolak, namun keberaniannya tiba-tiba mendadak ciut, dan pada akhirnya Zeela hanya bisa menuruti apa kata suaminya.


Arjuna menghentikan langkahnya disamping meja yang berada dibagian belakang! tersenyum ramah, saat seorang anak kecil yang ia ketahui bernama Syifa itu menyapanya dengan senyum sumringah.


Sementara itu disampingnya wanita yang ia ketahui adalah wanita yang dipanggil Syifa dengan sebutan ibu itu ikut tersenyum dan menatap kearahnya.


Zeela sendiri menguatkan hati sembari meremas kedua tangannya, bersiap diri menerima kenyataan yang mungkin akan ia ketahui sepenuhnya hari ini.


"Udah lama nunggu ya?" tanya Arjuna sembari menggeser salah satu kursi untuk diduduki Zeela, "Duduk!" perintahnya lirih.


"Nggak sih, baru beberapa menit, iya nggak dek?" Alya menjawab sekaligus bertanya kepada putrinya yang diangguki gadis kecil itu dengan mata bulatnya yang mengerjap-ngerjap lucu.


"Oh iya kak, kenalin ini Istri gue! Zeela namanya."


"Yang kamu ceritakan waktu itu kan?" Alya tampak antusias dan mengulurkan tangannya kehadapan Zeela.


"Saya Alya."


Dengan ragu Zeela pun mengangkat tangannya dan menyambut uluran tangan Alya. "Zeela.'' ucapnya berusaha untuk tersenyum semanis mungkin.


"Pantesan dia mau nikah muda, orang istrinya secantik ini sih." puji Alya yang membuat Zeela meringis salah tingkah.


"Oh iya Zee, ini Syifa anaknya kak Alya." lanjut Arjuna memperkenalkan.


"Syifa Tante." Syifa langsung mengulurkan tangannya membuat Alya maupun Arjuna tertawa melihat tingkah bocah tersebut.


"Zeela." jawab Zeela seramah mungkin, karena ia tak ingin terkesan jutek didepan anak kecil, dan sejujurnya ia akui bahwa anak kecil dihadapannya memang sangat cantik dan imut.


Setelahnya Arjuna pun memutuskan untuk memesan makanan terlebih dulu, lalu memakannya bersama-sama, dan diakhiri dengan obrolan-obrolan ringan membahas sesuatu yang tidak terlalu penting juga menurut Zeela.


*


Sesampainya dikamar, Arjuna menutup pintu dan menguncinya dari dalam lalu mendekati Zeela dan memeluknya dari belakang.

__ADS_1


"Kangen peluk Lo kek gini Zee."


Zeela membrengut, gadis itu menarik diri lalu memasang wajah sedatar mungkin.


"Lo nggak mau nanya siapa kak Alya dan juga Syifa?''


"Kalau gue perlu tahu, kenapa Lo nggak langsung cerita sendiri aja."


"Zee, Lo cemburu ya?"


"Ngomong apaan sih.''


"Cemburu kan?" godanya seraya mengikuti Zeela yang menaiki ranjang.


"Ngapain harus cemburu, gue nggak punya alasan buat cemburu."


"Yakin?"


"Ckkk.. serah deh."


"Yaudah biar gue ceritain siapa mereka." ucapnya sembari merebahkan kepalanya diatas paha Zeela yang kini sudah duduk berselonjor dengan punggung yang bersender dikepala ranjang.


"Please Zee, bentar aja." sahutnya dengan kedua mata yang terpejam.


Sesaat keadaan berubah hening.


Zeela yang sibuk dengan pikirannya sendiri, sedangkan Arjuna masih memejamkan kedua matanya merasakan kenyamanan yang ia rasakan saat ini.


"Zee.?"


"Hmmm."


"Gue mau jujur satu hal."


"S-soal apa?"


"Soal kak Alya dan juga Syifa."

__ADS_1


Deg!


Zeela menghela napas berusaha untuk tetap tenang, walaupun kini hatinya sudah dipenuhi banyak prasangka yang jelek-jelek mengenai suaminya.


"Zee, jujur! kalau sejak dulu dan mungkin sampai saat ini gue bukan cowok baik-baik, gue juga punya masalalu yang buruk, gue pernah nidurin seseorang sampai dia hamil dan ngelahirin anak gue."


Deg!


Seketika ekspresi gugup diwajah Zeela berubah menjadi tegang dan berakhir menjadi pucat pasi, bahkan ia dapat merasakan jika kedua matanya kini sudah memanas, ada perasaan sakit didalam sana yang tidak bisa ia jabarkan.


Bahkan rasa sakitnya melebihi saat ia harus meninggalkan Sultan pria yang sangat ia cintai, demi memilih Menikahi pemuda yang kini mengaku jika dirinya telah memiliki anak dari wanita lain.


"Jadi benar, kalau S-syifa itu a-anak Lo Ar?"


Arjuna bangkit dari rebahan, pemuda itu menunduk sesat lalu duduk bersila disamping Zeela dengan memasang tampang penuh penyesalan.


"Jadi Lo udah tahu Zee?"


Zeela melengos, menyembunyikan air matanya yang kini sudah mengaliri pipi, tapi terlambat! karena Arjuna sudah melihatnya.


Buru-buru ia menghapus air matanya, dan kembali menatap suaminya, "Terus mau Lo apa sekarang, cerai dari gue dan Lo nikahin ibunya Syifa.''


"Nggak bisa, gue nggak akan pernah lakuin itu sampai kapanpun, sampai Lo nangis darah sekalipun."


"Lo egois!"


"Terus Syifa gimana, walau bagaimanapun dia butuh ayah kan,?"


"Gue bukan ayahnya, jadi yang harus bertanggung jawab sepenuhnya bukan gue lah."


"Ngomong apa sih?"


"Zee, Syifa bukan anak gue."


"Tapi tadi kan Lo bilang_"


"Dia anak Sultan."

__ADS_1


*


*


__ADS_2