
"Zee, gue janji gue nggak akan ulangin hal kek begini lagi, tapi please jangan tinggalin gue, ya?"
"Tapi_"
"Zee, gue akan lakuin apapun asalkan Lo jangan pergi." sela Arjuna seraya berjongkok dengan memegangi tangan Zeela penuh permohonan.
Zeela men desah pelan, mengalihkan tatapannya kearah lain, Ckkk.. kalau begini dia mana tega, terlebih saat melirik wajah imut Arjuna yang tampak memelas.
"Oke, tapi kalau suatu saat Lo beneran main-main dibelakang gue, gue nggak akan segan-segan Ar, Lo tahu kan gue nggak suka dikhianati."
Arjuna mengulas senyum, beranjak memeluk Zeela, "Gue janji, ini yang pertama dan terakhir."
Setelah cukup lama memeluk gadisnya, Arjuna mengajak Zeela naik keatas tempat tidur, dan menggenggam kedua tangannya dengan lembut.
"Zee, gue lagi berusaha kerja keras supaya gue bisa bahagiain elo, kita pindah rumah tinggal berdua dengan apa yang kita punya tanpa harus melibatkan orang tua kita."
"Kenapa harus pindah?"
"Karena mulai sekarang gue yang akan bertanggung jawab penuh atas kehidupan elo Zee."
"Ar tapi kan elo_ elo masih sekolah."
"Kenapa emangnya? Lo takut kebutuhan Lo nggak terpenuhi, karena gue masih sekolah."
"Eumm_"
"Zee, gue tahu gue belum jadi manusia sungguhan, gue Belum mapan dan mungkin belum bisa menjadi seperti yang Lo inginkan, tapi gue janji gue akan terus berusaha, buat Lo dan masa depan anak-anak kita."
Deg!
Gadis itu melengos dengan wajah memerah, apa sih? udah bahas soal anak segala, batinnya menggerutu.
"Zee, lihat gue!" meraih dagu Zeela membuat gadis itu menatap langsung kearahnya, lalu tertegun saat Arjuna memegangi telapak tangannya yang kemudian ia tempelkan di dadanya, dan dapat ia rasakan ada sesuatu yang bergejolak didalam sana.
__ADS_1
"Lo bisa ngerasain kan Zee."
"Setiap saat gue didekat Lo jantung gue nggak bisa berhenti menggila Zee, dan Lo tahu artinya apa kan?"
"Perasaan gue bukan cuma sekedar sayang, tapi lebih dari itu."
"Gue cinta sama elo Zee." lanjutnya dengan kedua mata terpejam.
Sementara Zeela tak mampu berkata-kata ia tergagap dengan keterkejutannya, bahkan untuk menarik napas pun ia merasa sangat kesusahan.
"Gue serius dengan semua ucapan gue, dan semua pengakuan itu tulus dari hati gue Zee."
"Ar gue_"
"Lo nggak perlu bilang apa-apa, gue bisa ngerti kok! karena gue tahu sampai saat ini dihati Lo masih ada nama Sultan kan?"
"Ar_''
*
Suasana pagi ini cukup mendung, Arjuna dan Zeela pun memutuskan untuk berangkat lebih pagi dari biasanya.
"Entar siang gue jemput." ucap Arjuna, sembari menyelipkan helaian rambut Zeela kebelakang telinganya, diam menatap wajah cantik istrinya yang sejak semalam lebih banyak diam dan tak lagi mau bicara dengannya.
Ya, sejak pernyataan cinta dari Arjuna semalam, Zeela mendadak jadi pendiam dan selalu menghindari tatapan suaminya itu.
"Yaudah gue berangkat ya, Lo juga masuk kelas gih." Arjuna mendorong pelan tubuh Zeela, saat gadis itu masih mematung ditempatnya.
Disaat yang sama, Amora datang! sementara Arjuna langsung bergegas pergi meninggalkan area sekolah.
"Zee, muka Lo kok kusut begitu kenapa? berantem sama si Arjuna?"
"Nggak kok Mor, gue nggak apa-apa, oh iya Lo kok udah masuk sekolah, emang udah pulih beneran?"
__ADS_1
"Udah dong, kan kemarin udah dijengukin elo jadi langsung deh gue sehat walafiat lagi."
"CK, Dasar!"
"Eh ngomong-ngomong, suami elo_"
"Ihs Amora jangan kencang-kencang, kalau ada yang denger gimana?"
"Iya sorry-sorry, ngomong-ngomong suami Lo makin hari makin ganteng aja Zee, yakin Lo nggak bakalan jatuh cinta sama dia?" lanjut Amora, yang kali ini berbicara dengan nada pelan.
"Ihs apaan, nggak bakalan lah."
"Dia ganteng lho Zee." bisik Amora dengan senyum menggoda.
"Ckkk, yaudah buat Lo aja kalau mau."
"Kalau dia mau sama gue, ya gue mau bangetlah nggak bakalan nolak! tapi masalahnya dianya mau nggak sama gue, secara kalau gue perhatiin kayaknya dia suka deh sama elo Zee."
"Sok tahu!"
"Tapi bener kan?" Amora mencibir.
''Ihs apaan, nggak!"
"Yakin,?" desaknya.
"I-iya yakin."
Seketika Amora menyemburkan tawanya, "Gengsi aja digedein, wajah Lo merah tuh."
*
*
__ADS_1