
Zeela melenguh saat merasakan silaunya mentari pagi yang menerobos masuk lewat celah jendela, ia terbangun dari tidurnya kemudian gadis itu memekik saat melihat jam di dinding kamar yang kini menunjukkan pukul tujuh pagi.
Gegas ia menyibak selimut yang menutupi tubuh polosnya, lalu kedua mata kembali terpejam saat merasakan sesuatu yang terasa ngilu dibagian bawah sana, lalu semakin meringis saat mengingat kejadian semalam yang membuatnya menjadi seperti sekarang ini.
"CK, Arjuna kok Lo nggak bangunin gue sih?" gerutunya, sembari meraih ponselnya yang tergeletak diatas nakas, dan membuka aplikasi chat untuk menghubungi suaminya.
(Sorry gue berangkat nggak bilang, soalnya gue lihat lo tidur yenyak banget tadi, jadi nggak tega bangunin! hari ini Lo nggak usah kemana-mana tungguin gue pulang, sarapan Lo udah gue siapin diatas meja."
Zeela mendesah saat membaca pesan dari Arjuna yang menurutnya paling panjang dari biasanya.
Ia mengalihkan tatapan menatap kembali jam di dinding.
Ckk, mau berangkat sekolahpun sudah dipastikan ia akan terlambat, terlebih saat ini tubuhnya terasa remuk dan tak berdaya.
Pada akhirnya Zeela hanya bisa menghela pasrah, bergegas mandi, sarapan, lalu kembali merebahkan tubuh lelahnya diatas kasur, berusaha untuk memejamkan mata.
Namun, bayangan kejadian semalam membuat pikirannya terganggu ia menggeleng mengingat bagaimana perlakuan Arjuna terhadapnya, terlebih saat ia mengingat tubuh polos Arjuna yang putih tanpa cela itu bergerak liar diatasnya.
Lama ia terdiam dengan pikiran yang melanglang buana, hingga ia terperanjat saat suara dering yang berasal dari ponselnya cukup nyaring memekakan telinga.
Lalu kedua mata menyipit, saat mengetahui siapa yang saat ini tengah menelponnya.
"Kak Sultan?" gumamnya, lalu mematung membiarkan ponselnya tetap berbunyi, tanpa berniat untuk menjawab atau sekedar mematikannya.
Hingga dipanggilan ketiga ia memutuskan untuk menjawabnya walau ragu-ragu.
"Hallo?" suara lembut penuh rindu menyapanya dari sebrang sana.
"H-hallo kak."
"Zee?"
"Iya."
__ADS_1
"Bagaimana kabar kamu disana, baik-baik aja kan?"
"Baik kak, kakak sendiri bagaimana?"
Hening sesaat, sipenelpon yang tak lain adalah Sultan tersebut memilih diam menikmati momen dimana mereka bisa mengobrol kembali walaupun hanya lewat suara tanpa bertatap muka secara langsung.
"Kak?"
"Kenapa pindah?" Sultan kembali membuka suara.
"Arjuna yang mau kak."
"Tapi kenapa,?"
"Arjuna bilang dia mau mandiri kak, dia juga bilang mau jadi suami yang bertanggung jawab buat aku."
Suasana kembali hening, Sultan tak lagi terdengar berbicara, hingga pada akhirnya Zeela sendiri yang memutuskan untuk bertanya banyak tentang beberapa hal yang ingin ia tanyakan.
"Selama beberapa hari ini kak Sultan pergi kemana, kenapa nggak pernah pulang?"
"Memangnya kak Sultan tidak ingin bertemu mereka, mama dan papa, karena aku rasa mereka berdua sangat merindukan kak Sultan, dan berharap kak Sultan untuk segera pulang."
"Soal mereka_ kapan-kapan aku bisa menemuinya."
"Tapi rumah itu pasti akan terasa lebih sepi! apalagi sekarang aku sama Arjuna udah pindah, otomatis mereka kesepian kan?"
"Iya, nanti aku pulang."
"Zee?"
"Ya kak."
"Kamu bahagia sama Arjuna?"
__ADS_1
Zeela tertegun, ia menggigit bibir bawahnya bingung harus menjawab apa, karena ia sendiri tidak tahu apakah ia merasa bahagia atau tidak.
Selama ini Arjuna memang memperlakukannya cukup baik, tapi kenyataannya ia memang belum memberikan hatinya pada sang suami.
"Zee?"
"Aku bahagia kok kak, dan aku juga berharap kak Sultan juga mendapatkan kebahagiaan seperti yang selalu kakak impikan."
"Bahagia yang aku impikan ada bersama kamu Zee, tapi kalau kamu bahagia, aku juga ikut bahagia, yaudah kalau begitu telponnya kakak tutup dulu ya."
"I-iya kak."
*
Zeela menggeliat pelan, mengucek matanya beberapa kali, lalu men desah saat menyadari bahwa setelah menerima telpon dari Sultan tadi ternyata dia ketiduran.
Bergegas ia kekamar mandi mencuci muka dan berjalan menuju dapur.
"Non?" panggil seseorang yang membuat ia tersentak kaget dan mengusap dadanya pelan.
"Eh maaf non, saya ngagetin ya, kenalkan non saya Arum, mulai hari ini saya bekerja disini atas perintah den Ar."
"Saya Zeela bi, oh iya saya udah dikasih tahu kok sama Arjuna, bibi kapan sampai sini.?"
"Satu jam yang lalu, maaf ya non saya sudah lancang masuk kesini."
"Nggak apa-apa bi." Zeela tersenyum ramah.
"Non Zeela mau makan siang, bibi baru aja selesai masak."
"Nanti aja bi, kalau Arjuna udah pulang."
"Baik non."
__ADS_1
*
*