PENGANTIN REMAJA

PENGANTIN REMAJA
PENGANTIN REMAJA


__ADS_3

Malam hari di rumah keluarga Allinsky


Semuanya sedang bersiap,kami akan kembali ke Jakarta. Semuanya sedang tegang,karena berita tentang salah satu ketua genk yang pernah berurusan dengan Lion ternyata telah keluar dari jeruji besi.


Hal ini membuat semuanya tegang karena tak ingin menjadi bulan bulanan balas dendam sang musuh tampa perlawanan. Apalagi base camp Lion sedang tak siap menerima serangan dari sang musuh.


Tak ada yang berani berbicara,mereka sangat panik memikirkan kemungkinan kemungkinan yang terjadi. Apalagi kalo penjebakan,itu akan membuat mereka hancur bersamaan.


" Wa! Loe telpon anak junior yang sedang berjaga di base camp buat bersiap, karena kita nggak tau kapan si Andika bakalan muncul buat nyerang kita " perintah Vano.


" Ok bos! Gue telpon Ando dulu,kali aja dia di base camp " balas Dewa sambil mengotak atik poncelnya.


" Sekalian telpon si Arsen,gue mau


ngomong " ujar Vano lagi.


"Iye bos! Gue cari no. Si Arsen dulu " sahut Dewa.


Arsen calling


Lama menunggu diangkat akhirnya,Arsen mengangkat panggilan Dewa juga


" Arsen : Hallo bro, kenapa nelpon gue "


" Dewa : Halo Sen, bos gue mau ngomong


nih "


" Arsen : oh ya udah ngomong,buruan.


" Vano : halo bro, gimana ceritanya kok bisa dia bebas padahal kan kasusnya nggak kaleng kaleng "


" Arsen : itu dia gue juga bingung. Tau tau angota gue ketemu dia dan hampir adu jotos. Sialan kan tuh orang"


" Vano : enggak bisa dibiarin nih Sen,kita musti waspada mulai sekarang. Takutnya dia jebak kita dengan ngupetin barang haram itu di base camp kita bro. Abis kita kalo


kejadian "

__ADS_1


" Arsen : bekingannya mafia cuy,kalah kita sebelum perang "


" Vano : siapa bilang,kalo dia bekingannya mafia. Gue juga bisa minta perlindungan sama mafia kalo gitu "


" Arsen : buset,serius loe bro. Ini mafia loe yang kita omongin,bukan preman di pasar minggu " ujar Arsen sewot.


" Vano : iya bego, yang ngomongin preman pasar minggu siapa Tukimin " sewot


" Arsen : dah lah,kita ketemuan aja di pelangi besok. Gue tunggu loe di sana,jangan telat. Gue sibuk " ketus


" Vano : bahasa loe sibuk,sibuk ngecengin ciwi ciwi iya loe mah " ujar Vano meledek.


" Arsen : enak aja,enggak level sama ciwi ciwi,gue levelnya sama sekelas cewek loe. Siapa namanya Bryanda ya. Suka gue tipe kayak gitu, enggak murahan " ujar Arsen


" Vano : ngomong lagi soal cewek gue, gue gantung loe nyet "


" Arsen : dih gitu aja ngegas loe bro. Dasar bucin loe. Dah gue matiin dulu. Sampai ketemu besok, bye "


" Vano : ok bro,bye "


Setelah mengakhiri panggilan telpon dengan Arsen, Vano pun kembali fokus mengendarai mobilnya.


" Loe bener juga sih Wa, gue minta tolong aja sama dia buat mantau anaknya Andika, gue mau tau seberapa kuat dia sekarang " ujar Vano.


Tengah malam kami semua baru sampai di rumah, sebagian ada yang langsung ke base camp. Ada yang kangsung kerumahnya.


Karena sudah malan kami pun langsung tidur setelah bersih bersih, tapi karena udah selesai mandi Vano justru enggak bisa tidur sehingga meminta haknya pada sang istri.


Meskipun lelah, Bryanda tetap mau melayaanai snag suami. Selama 2 jam mereka main *** ***,akhirnya keduanya tertidur lelap sampai pagi.


Pagi sekali,Bryanda bangun dan langaung mandi lalu bersiap sarapan. Sebelumnya dia membangunkan Vano yang masih terlelap.


" Van! Bangun buruan,gue mau ke sekolah nih daftar ulang sekalian ke base camp, boring ke rumah " ujar Bryanda.


" Iya deh! Bentar mandi dulu, by siapin baju aku dong " pinta Vano sambil bergegas ke kamar mandi.


Mendengar ucapan Vano, Bryanda pun menyiapkan baju Vano. Setelah itu baru dia pergi untuk sarapan.

__ADS_1


Tak lama kemudian Vano sudah siap dan menyusul Bryanda ke ruang makan untuk sarapan.


Sampai di ruang makan,ternyata Sam dan kesya juga sedang sarapan. Vano pun langsung bergabung dengan merela,tak lama kemudian mereka pun sudah siap sarapan dan lngsung bersiap ke DARMAWANGSA.


Sesampainya di DARMAWANGSA,mereka langsung melakukan daftar ulang, mereka berkeliling sebentar dan bergabung dengan teman teman sangkatan dengan mereka,


" yoo! Bro, lama nggak ketemu nih kangen juga sama loe pada " sapa Deon sambil tos ala cowok.


" Iye bro! Gue sama Bryanda dan yang lainnya pergi ke Bandung selama liburan, lumayan seru dari pada tetap di rumah,boring banget elah " jawab Vano.


" Widih,sialan loe sob. Enggak ngajak gue kalo mau seru seruan di Bandung. Enggak ada setia kawannya loe bro. Tega banget ngebiarin gue merana karena bosan di rumah sendirian " sewot Biando.


" Hahaha! Sorri bro,mendadak soalnya. Jadi pas kepikiran ke Bandung,udah langsung gue notice anak anak Lion. Ya langsung cabut " ujar Vano.


" Ya udah deh, oh ya abis ini pada kemana nih loe pada. Gue nebeng loe pada deh, bosen gue. Siapa tau ntar ada yang seru " ujar Biando berharap.


" Gue mau ke cafe Pelangi, kalo loe mau ikut ayuk dah " ajak Vano.


" Sip! Gue ikut Van, lagi males pulang ke rumah gue. Sepi rumah gue kayak kuburan tau nggak,malesin banget kalo libur kayak gini. Kerasa banget,sepi rumah gue. Dah kayak anak yatim piatu aja gue tau nggak " ukar Biando sendu.


" Dah lah! Enggak usah di pikirin, kalo sepi loe bisa ke base camp gue, di sana anak anak selalu rame. Bahkan ada yang nginap di


sana " ajal Vano.


Kenapa Vano dengan mudah mengajak Biando, itu karena Biando adalah anggota Lion yang pergi gitu aja saat 1 tahun yang lalu tampa kabar. Jadi nisa dibilang Biando masih anggota Lion.


Setelah semesai dengan urusan daftar ulabg, mereka pun pergi ke cafe pelangi. Sesampainya di cafe pelangi tampa okk anak Lion dsh di sana,Arsen dan anggotanya. Mereka pun langsung bergabung dengan Arsen dan yang lainnya,


" Sorry bro! Gue telat, tadi daftar ulang dulu baru ke sini " ujar Vano.


" Iya bro,nggak pa pa. Gue juga belum lama di sini " balas Arsen.


" Oh ya gimana perkembangannya,loe dsh tau keberadaan si Andika cs atau dia bikin Genk baru " ujar Vano.


" Belum terlalu banyak sih,informasibyang gue dapat, tapi udsh ada kejelasan soal Andika. Dia ada di base camp lamanya tapi juga punya base camp baru yang berfumgsi buat mengelabui lawan, terutama saat tertangkap oleh pihak yang berwajib " ujar Arsen.


" Hah! Kapan tobatnya sih tuh orang jadi pemakai sama pengedar, bikin generasi muda yang polos hancur aja " geram Vanao.

__ADS_1


"Entahlah, yang jelas sangan sampai terlibat adu jotos sama dia " ujar Arsen malas.


" Ya sudah! Pertemuan kali ini cukup di sini,gue balik duluan, bye ujar Vano sambil beanjak ke meja tempat sang istri dan yang lainnya duduk"


__ADS_2