
"Ribet banget kan Zee keluarga gue."
"Tapi itu kak Alya gimana ceritanya bisa hamil juga sama kak Sultan?"
"Mereka dulunya temen deket sih katanya, tahulah gue juga nggak ngerti.''
"Tapi kok Lo bisa kenal sama dia?"
"Sebenarnya dulu gue nggak sengaja ketemu di rumah sakit, waktu sering nemenin kak Clara."
"Kenapa? sedih ya, karena mantan tercinta Lo ternyata seorang_"
"Ckkk.. udah dong Ar, jangan bahas lagi."
"Terus bahas apa dong sekarang?" Arjuna menatap wajah Zeela dengan tangan ditekuk menyangga wajahnya.
"Ya_ ya terserah tapi jangan bahas dia lagi."
"Euhmm.. kalau gitu gimana kalau sekarang kita bahas soal anak?"
"Anak siapa?"
"Ckkk.. pake nanya! anak kita berdua lah."
Plakkk...
Satu pukulan mendarat di bahu Arjuna, alih-alih marah pemuda itu justru malah tergelak.
"Kok malah dipukul sih Zee?'' tanyanya tanpa menghentikan tawa.
"Abis Lo ngaco, nyebelin emang! udah bahas soal anak, prosesnya aja_" seketika Zeela mengatupkan mulutnya saat menyadari jika ia sudah salah bicara, dan hal itu lagi-lagi mengundang tawa bagi Arjuna.
"Lo mau bilang apa barusan Zee, lanjutin dong!"
"Ihs, kalau Lo terus-terusan ketawa gue tinggal ya." ancam Zeela galak, sementara Arjuna masih terkekeh dan menutup mulutnya.
"Gue beneran pergi lho ya_"
"Eh jangan-jangan! gitu aja ngambek sih, jangan pergi dong sayang." Arjuna menarik tangan Zeela yang saat ini sudah berdiri dan hendak pergi.
"Sini." dengan sekali hentakan tubuh Zeela terjerembab dan terduduk dipangkuan suaminya.
"Ar, lepasin."
__ADS_1
"Nggak akan."
"Ar, ihs! nanti_"
"Ada yang lihat gitu maksudnya?"
"Iya."
"Aman Zee, kita kan udah suami istri! nggak masalah dong mau ngapain juga."
"Tapi, hmmmpph_"
Zeela seketika terdiam, saat bibirnya dibungkam oleh bibir Arjuna.
"Bawel." bisiknya, lalu kembali membungkam bibir yang sudah basah itu dan memagutnya lebih dalam.
Zeela yang belum terbiasa dengan serangan tiba-tiba Arjuna, mencoba untuk berontak! namun seperti biasa, Zeela selalu kalah kuat, dan pada akhirnya hanya bisa pasrah menerima sentuhan bibir Arjuna yang lama kelamaan berubah menjadi memabukkan.
Terlebih saat bibir Arjuna mulai merambat keleher dan berakhir menyesap salah satu bulatan miliknya yang tanpa ia sadari sudah menyembul dari persembunyiannya.
"Ar?" panggilnya, sembari mencengkram erat sisi kaos yang dikenakan Arjuna saat ini, pemuda itu tak menjawab, dan hanya bergumam lirih, tanpa melepaskan pagutan dari mainan barunya.
Lama ia bermain disana, memainkan dua balon yang cukup pas digenggamannya, sekaligus sesuatu hal yang membangkitkan gairah ke lelakiannya.
"Istirahat gih, gue capek." ucapnya tiba-tiba sembari menurunkan tubuh Zeela dari pangkuannya dan bergegas memasuki kamar mandi hingga setengah jam lamanya untuk menuntaskan sesuatu yang tidak bisa ia tuntaskan pada tempat yang seharusnya.
*
Selesai dengan urusannya Arjuna keluar dari kamar mandi mengganti bajunya dengan yang lebih tertutup, celana jeans hitam panjang, dipadukan atasan Hoodie dengan warna yang senada.
Sementara Zeela yang sejak tadi duduk disisi ranjang menoleh kearah suami yang sialnya malam ini terlihat lebih tampan dari biasanya.
"Ar, mau kemana?" tanyanya yang tak bisa untuk tidak bertanya langsung pada suami gantengnya itu.
Arjuna yang hendak mengambil kunci motornya dari atas nakaspun menoleh, "Keluar, kenapa? mau ikut?"
Kedua mata Zeela seketika berbinar cerah, "Boleh emang?"
Arjuna mengangguk, "Boleh aja kalau Lo mau."
"Oke gue ganti baju dulu."
"Gue tunggu diluar."
__ADS_1
Saat Zeela keluar, Arjuna sudah duduk diatas motor, tampak bersiap untuk melajukan motornya.
"Buruan naik."
"Kita mau kemana sih?"
"Tar juga tahu."
Motor melaju melewati jalanan yang malam ini cukup ramai, bagaimana tidak! karena malam ini malam minggu, malam yang biasa dijuluki para anak muda sebagai malam yang panjang.
"Udah sampe?" tanya Zeela saat Arjuna menghentikan motornya didepan warung lesehan tempat berkumpulnya para pemuda saat malam minggu maupun malam lainnya.
"Ayok!" ajak Arjuna mengulurkan tangannya dan menggenggam tangan Zeela.
"Ini tempat apaan sih Ar?" tanyanya dengan suara berbisik.
"Tempat nongkrong."
"Ngapain kesini?"
"Lah gue udah biasa kesini kok, teman-teman gue disini semua."
"Jadi, Lo mau ketemu teman-teman Lo gitu?"
"Iya, emang kenapa?"
"Gue malu Ar."
"Emang Lo nggak punya hidung?"
Refleks Zeela mencubit tangannya.
"Ihs apaan sih nggak nyambung."
"Terus Lo malu kenapa?"
"Gue nggak sempat dandan tadi."
"Lo bilang apa barusan?" tanyanya sembari melipat kedua tangannya didepan dada.
"Gue_"
"Udah punya suami nggak usah ganjen!"
__ADS_1
*
*