PENGANTIN REMAJA

PENGANTIN REMAJA
Baikan


__ADS_3

Tin..tin..tin..


Zeela terus melangkah tak menghiraukan suara klakson motor yang tentu sudah sangat ia kenali.


"Zee,?" panggil sipengendara motor yang tak lain adalah suaminya.


"Aku anter ya."


"Nggak usah." balasnya tanpa menoleh.


"Please Zee."


"Aku bilang nggak usah, ya nggak usah."


"Jangan keras kepala deh, aku anterin kamu sampai ketempat yang kamu maksud ya?"


"Aku bisa pergi sendiri."


"Mana bisa aku biarin kamu pergi sendirian."


"Zee?"


"Zeela, biar gue yang anter!" sentak Arjuna pada akhirnya seraya turun dari motor dengan penuh emosi menarik lengan Zeela cukup kasar.


"Gue anter atau nggak pergi sama sekali." lanjutnya membuat Zeela mengerjap kaget, terlebih saat melihat kilatan amarah yang terpancar jelas dari kedua mata Arjuna.


"Ayok!" menyeret tubuh Zeela memangkunya keatas motor tak mempedulikan gadisnya yang kini membisu ketakutan.


"Kemana jadinya?" tanya Arjuna setelah melajukan motornya beberapa menit.


"P-pulang aja."


"Lo bisa serius nggak sih?"

__ADS_1


"Pulang aja pulang!" teriak Zeela sambil terisak, membuat Arjuna bergegas berbalik arah menuju rumah mereka.


Zeela turun lebih dulu gadis itu berlari sambil membekap mulutnya yang terus mengeluarkan isakan, sementara Arjuna berusaha untuk mengejarnya.


"Zee, tunggu!" ucapnya mencekal lengan Zeela yang hendak membuka pintu.


"Apa lagi sih?" sentaknya, sembari mengusap kasar air matanya.


Melihat itu Arjuna menunduk merasakan hatinya yang tiba-tiba nyeri, ckk..dia memang bodoh! dia telah membuat Zeela menangis.


"Maaf udah nyakitin kamu."


"Kenapa, emangnya salah aku apa?"


"Kamu nggak salah, aku yang salah karena terlalu berlebihan mengatur kamu."


"Ar, sebenarnya kamu tuh beneran sayang nggak sih sama aku?"


"Tapi tadi_"


"Iya maaf, aku terbawa emosi."


Tubuh yang lelah, kurang tidur, dan pikiran yang tidak karuan semakin tak karuan saat merasa jika Zeela sulit diatur.


Pelan sebelah tangannya terangkat meraih tangan Zeela dan menggenggamnya.


"Kamu boleh ngasih aku hukuman apapun yang ingin kamu lakukan, tapi aku mohon satu hal sayang, jangan pernah pergi dari sisi ku, karena aku nggak akan pernah sanggup."


Deg!


"Maaf kalau selama ini aku belum bisa jadi suami yang baik, tapi aku selalu berusaha, tolong bantu aku ingetin aku supaya jadi cowok yang lebih baik lagi ya."


Perasaan Zeela yang semula kesal dan penuh ketakutan perlahan menghilang saat melihat Arjuna si cowok angkuh itu meneteskan air mata dengan tubuh gemetar.

__ADS_1


"Ar, aku udah maafin kamu."


"Kamu bilang apa?"


"Nggak mau ngulang, karena aku yakin kamu udah denger kan tadi?"


"Jadi beneran aku udah dimaafin?"


"Hmmm."


Arjuna mengulas senyum lalu memeluk tubuh Zeela dengan erat.


"Makasih sayang." ucapnya sembari menghela napas lega, karena sebelum Zeela mengucapkan kata maaf, hal-hal yang menakutkan sudah menumpuk memenuhi hatinya.


Khawatir jika Zeela tak lagi mau melanjutkan pernikahan mereka dan memaksa untuk bercerai.


Deg! memikirkannya saja ia sudah merasa sangat sesak, terlebih jika hal tersebut menjadi kenyataan.


Entah sejak kapan ia merasa gila terhadap gadis itu, entah semenjak Zeela menjadi istrinya atau sejak awal bertemu dia memang sudah jatuh cinta.


"Kalau udah dimaafin, berarti udah boleh sun, kan?" ucapnya sembari mencondongkan wajahnya kearah Zeela.


"Ish, meskipun semalaman nggak pulang, mesuum nya nggak hilang, tetep aja! mandi gih bau tahu." mendorong tubuh suami yang hendak menyosor mencuri ciuman.


"Kiss dulu bentaran napa yang?"


"Nggak mau, buruan ihs mandi."


"Oke aku mandi sekarang, tapi setelah mandi kamu nggak boleh nolak?" ucapnya sembari mengedipkan mata dengan genit.


*


*

__ADS_1


__ADS_2