PENGANTIN REMAJA

PENGANTIN REMAJA
Yang pertama


__ADS_3

"Lo nggak mau?" tanya Zeela, menyodorkan dua buah es cream yang masih utuh ketangan Arjuna.


"Nggak usah, buat elo aja."


"Ini nggak akan habis kali Ar, banyak begini."


"Gue nggak terlalu suka es cream sebenarnya, jadi_ ya Lo makan aja."


"Yaudah terserah deh, percuma nawarin yang nggak suka."


"Paksa dong!"


"Apanya?"


"Nggak, gue cuma bercanda."


"Ngeselin! gue jadi heran, kok ada ya yang mau pacaran sama elo, kalau gue sih ogah!"


Mendengar kalimat yang Zeela ucapkan Arjuna melengos dengan kekehan kecil, "Nggak mau jadi pacar, tapi malah dijadiin suami."


"Itukan karena terpaksa, bukan kemauan gue."


"Lama-lama Lo juga pasti mau Zee, percaya deh!"


Zeela mencibir, "Anak sekolah bisa apa sih, selain ngitung rumus sama perkalian, itu juga belum tentu bisa sih menurut gue."


"Lo nantangin gue Zee."


"Hmm, Lo bisa anggap begitu." sahut Zeela menggidikan bahu.


"Asal Lo tahu Zee, gue pandai dalam segala hal, termasuk bikin Lo mengandung anak gue." bisik Arjuna dengan nada sensual, membuat wajah Zeela terasa memanas dengan jantung yang terpompa cepat, terlebih saat ini posisi mereka saling berhadapan dengan wajah keduanya yang hampir menempel.


"Gue_"


"Lo lucu kalau lagi gugup begini Zee, cantiknya jadi nambah." Arjuna semakin gencar menggoda, membuat Zeela refleks memasukkan satu buah es cream kedalam mulutnya hingga ia kesusahan untuk menelan.


"Santai dong makannya, nggak bakalan ada yang rebut juga kan?" ucap Arjuna sembari mengelap es cream dari sudut bibir Zeela dengan ibu jarinya, membuat tubuh Zeela lagi-lagi menegang, dengan mulut terkatup rapat! terlebih saat Arjuna menjilat ibu jari yang baru saja digunakan untuk mengelap bibirnya.


"Rasanya sama Zee." Arjuna kembali berucap, sedangkan Zeela hanya diam mencerna apa yang baru saja diucapkan suaminya.

__ADS_1


"A-apanya yang sama?" tanya Zeela dengan terbata.


Arjuna mengulas senyum, "Bibir Lo." jawabnya dan langsung beranjak sembari mengeluarkan rokok yang tadi ia beli mengambilnya satu batang yang kemudian ia nyalakan dan disesapnya.


"Disini gerah Zee, balik yuk!"


Refleks Zeela pun membereskan sisa es creamnya yang masih tersisa beberapa bungkus, beranjak mengikuti suaminya yang sudah lebih dulu berjalan menuju dimana motornya terparkir.


*


Zeela men desah, saat menemukan suaminya yang tengah bersantai dibalkon kamar sembari menikmati sebatang rokok dan juga segelas kopi yang masih mengepulkan uap panas disampingnya, pemuda tersebut tak menyadari jika saat ini Zeela sudah berdiri dibelakangnya.


Entah apa yang ia pikirkan, namun yang Zeela tahu pandangan Arjuna saat ini lurus kedepan, dengan tatapan kosongnya.


Sadar jika suasana terasa hening, Zeela pun akhirnya berinisiatif untuk duduk disamping Arjuna, lalu mengikuti arah pandang sang suami.


"Katanya mau cerita, dicariin juga! tahunya malah ngumpet disini." ucap Zeela, membuat kesadaran Arjuna kembali sepenuhnya, lamunannya benar-benar buyar! ia menoleh menatap sang istri yang malam ini menggunakan piyama tidur berbentuk dress dengan motif boneka beruang berwarna coklat.


Rambut panjangnya yang sedikit kecoklatan itu digerai indah, tak lupa polesan tipis diwajahnya membuat Zeela tampak lebih bersinar.


"Cantik banget." gumamnya lirih, yang hanya mampu ia dengar seorang diri, namun disaat yang sama Zeela menoleh.


"Nggak."


"Tapi gue denger Lo kek ngomong sesuatu gitu."


Arjuna terkekeh, seraya melipat tangannya didepan dada "Bilang apa coba?"


"Euhmm.. nggak jelas sih makanya gue nanya."


"Tuhkan! berarti Lo aja yang salah denger!"


"Tapi beneran Ar gue denger Lo ngomong."


"Iya, apa?"


"Ckkk, gue nggak jelas dengernya!"


"Nyamuk kali."

__ADS_1


Zeela mencebik, "Masa sih?"


Arjuna melengos, menyembunyikan tawanya! lalu kembali menatap istrinya dari samping.


"Mau dengerin cerita gue yang mana dulu?"


"Terserah, semuanya tapi."


"Yakin, semuanya? termasuk cerita soal mantan-mantan gue! mantan gue itu banyak lho Zee, gue ceritain dua puluh empat jam pun nggak bakalan kelar-kelar."


"Saking banyaknya?"


"Ya, saking banyaknya." santai Arjuna menjawab.


"Dasar Playboy!"


"Itukan dulu Zee, sekarang udah punya bini ya beda lagi lah ceritanya."


"Berapa banyak mantan Lo? 10, 11, atau 12."


''Nggak kehitung."


"Ckkk, dasar buaya burik!"


"Dih burikan katanya, kinclong kali Zee, buktinya banyak yang mau jadi pacar gue."


"Banyak mantan aja bangga."


"Mendingan gue lah, banyak mantan tapi nggak pernah gue tangisin, lah elo punya satu mantan aja ditangisinnya sampai berbulan-bulan, itu nangis apa ngeredit panci sih?"


Zeela men desah menatap suaminya kesal "Lo nggak ngerti sih cinta yang sebenarnya itu seperti apa, mungkin yang Lo tahu kan pacaran itu cuma pelukan, ciuman sama_"


"Gue nggak pernah nyium siapapun Zee, cuma elo cewek pertama yang gue cium."


"Hah?"


*


*

__ADS_1


__ADS_2