
"A-apa?"
"Syifa anak Sultan Zee, bukan anak gue." jelas Arjuna, membuat Zeela mematung hingga beberapa saat, mencerna kata demi kata yang baru saja diucapkan Arjuna.
"Lo, nggak lagi bohongin gue kan?"
"Lo nggak percaya kan,?! sama Zee, awalnya gue juga nggak percaya." ucap Arjuna seraya beranjak menghampiri lemari lalu mengambil sebuah amplop berwarna coklat yang ia selipkan dibawah tumpukan baju miliknya.
"Nih." melemparnya pelan keatas kasur, tepatnya didepan Zeela.
Gadis itu mendongak, menatap Arjuna dan juga amplop tersebut secara bergantian.
"Buka aja, didalam situ ada bukti kuat tentang apa yang baru aja gue ucapin."
Dengan didorong rasa penasaran yang tinggi, Zeela pun mengeluarkan selembar kertas dari dalam amplop tersebut, yang seketika membuat kedua matanya terbelalak lebar.
"Disitu Lo bisa lihat kan, kalau hasil test DNA Syifa sama Sultan 99% akurat."
Zeela menggelengkan kepala, bagaimana mungkin seorang Sultan yang ia kenal penuh cinta dan sangat bertanggung jawab itu ternyata sudah memiliki seorang anak dari masa lalunya.
"Kak Alya hamil diluar nikah, tapi Sultan nggak mau tanggung jawab atas hadirnya Syifa."
"K-kenapa bisa begitu?" tanyanya dengan tubuh gemetar.
Arjuna menghela napas berat sembari melirik wajah Zeela yang tampak penasaran, "Panjang ceritanya."
"Yaudah ceritain aja."
Pletak...
Arjuna menyentil kening istrinya dengan kesal, "Segitu cintanya ya sama mantan, sampai pengen tahu segala."
"Gue_"
"Gue mau kasih tahu, tapi itu semua nggak geratis lho Zee, Lo harus membayarnya."
"Bayar?"
"Ya."
"Berapa? tapi jangan gede-gede, soalnya bulan ini bokap gue belum ngirimin gue uang."
Arjuna tampak terkekeh, "Gue nggak butuh duit kali Zee, buat apa? duit gue udah banyak."
"T-terus?"
__ADS_1
"Bayarnya pake ini." ucapnya, sembari menempelkan bibirnya dibibir Zeela dengan sedikit menekannya, lalu menge cupnya beberapa kali yang kemudian diakhiri dengan lu matan lembut hingga menjadikan bibir ranum itu menjadi basah.
"Lo_"
"Nggak usah protes, kalau yang nyium gue itu halal lho." sergahnya membuat Zeela mencebik dengan wajah merona.
"T-terus anak Lo dimana?"
"Anak?" tanyanya dengan dahi berkerut.
"Iya, Lo udah punya anak kan.''
"Kapan sih, kapan gue bilangnya."
"Bagus pura-pura nggak inget, padahal tadi Lo sendiri yang cerita kalau dimasa lalu Lo punya mantan yang hamil dan punya anak."
Sesaat Arjuna terdiam, namun didetik berikutnya pemuda tersebut menutup mulutnya menahan tawa.
"Itu kan tadi gue cerita soal si Sultan sayang, bukan gue! kalau gue sendiri mana mungkin sembarang tanam benih begitu lah, gue itu cuma mau ngelakuin sama bini gue, itu juga kalau bininya udah siap sih, tapi yang gue lihat bininya nggak siap-siap." ujarnya yang kemudian tertawa sendiri.
Zeela melengos, "Tapi buktinya waktu itu Lo nidurin gue kan?"
"Itu kan khilaf, guenya lagi mabuk."
"Nggak dong, tetap beda! mau nyoba secara sadar? punya gue gede lho Zee, gue jamin Lo bakalan puas."
"Apaan sih?"
"Cobain Zee."
"Nggak minat sama sekali, gue mau mandi." ketus ia menjawab, membuat Arjuna lagi-lagi hanya bisa tertawa.
"Perlu bantuan nggak Zee, gue dengan senang hati lho mau bantuin." teriaknya yang diiringi tawa saat melihat istrinya sudah menutup kamar mandi.
"Ogah."
*
"Lo ganti baju dulu gih, abis itu ikut gue." ujar Arjuna yang siang ini tengah berada dikamar yang sama, tepatnya saat keduanya baru saja pulang sekolah.
"Kemana?"
"Ada deh, rahasia!"
"Dihh."
__ADS_1
"Gue nggak mau Lo salah paham nantinya Zee, jadi gue rasa gue harus jujur dalam segala hal."
"Buruan gih ganti baju, inget! nggak usah pake baju yang kek kemarin ngundang banyak setan tahu nggak lo?"
"Ckkk.. iya."
*
"Nah gitu dong pake baju yang bener, jangan kek kemarin! jangankan setann yang ngelihat, gue aja manusia susah payah buat nahan." gerutu Arjuna yang kini sudah nangkring diatas motor menunggu istrinya yang baru selesai mengganti baju.
Zeela mendengus, "Terserah gue lah."
"Nah ini dia nih, salah satu istri yang suka membangkang, kalau dibilangin suami."
"Ckkk..iya-iya."
"Naik gih." suruhnya, melirik kearah Zeela yang masih berdiri disampingnya.
"Padahal kan Lo bisa nyari cewek yang lebih baik dari gue kalau Lo mau." kini gantian Zeela yang menggerutu, sembari menaiki motor dengan tangan yang memegangi kedua sisi jaket Arjuna.
"Maunya elo itumah, eh Lo denger ya Zee, prinsip hidup gue itu menikah sekali seumur hidup, nggak ada kedua atau ketiga, kecuali maut yang memisahkan_"
"Baru Lo nikah lagi." sambung Zeela cepat.
"Ya mungkin! tapi gue serius Zee, gue berharap kalau Lo cuma satu-satunya cewek yang bakalan jadi istri gue, teman hidup gue, dan_ jadi ibu dari anak-anak gue."
Deg!
Ada yang berdebar didalam sana, ketika Arjuna mengatakan hal itu kepadanya, namun sedetik kemudian Zeela mendengus saat menyadari sesuatu.
"Pulang dari tempat yang Lo maksud kita mampir ke apotek ya?"
"Ngapain?"
"Beli obat."
"Obat apa?"
"Siapa tahu obat Lo abis kan, makanya makin ngaco!"
"Ckkk.."
*
*
__ADS_1