PENGANTIN REMAJA

PENGANTIN REMAJA
Tak berarti


__ADS_3

"Iya juga sih, mantan itu cuma masalalu, kan yang sekarang sama dia cuma kamu Zee."


"Euhmm tapi mbak_ emangnya mantan Arjuna disini banyak juga?"


"Lumayan sih, dari dia SMP kan udah sering nongkrong disini jadi mbak tahulah siapa aja yang pernah pacaran sama itu bocah, dulu dia itu hampir tiap malam lho disini, akhir-akhir ini aja dia baru datang lagi."


"Gitu ya mbak? eh ngomong-ngomong Arjuna nggak suka aneh-aneh kan disini?"


"Aneh-aneh gimana?"


"Pengguna obat-obatan misalnya."


"Nggaklah, tempat ini dijamin bersih dari hal-hal begituan, kalaupun ada mbak langsung usir mereka."


"Kamu nggak usah khawatir Zee."


"Iya mbak."


"Tapi ya, ngomong-ngomong kalau saya lihat-lihat, buat Arjuna kamu itu beda deh, kayak spesial gitu! contohnya kayak barusan, dia sampai nitipin kamu kan kesaya, biasanya dia kalau mau pergi ya pergi aja, paling ceweknya suruh nungguin disini, udah gitu doang."


"Mungkin karena saya baru kali kesininya mbak, dia takut saya hilang dan bikin dia susah buat nyari."


"Nggak deh kayaknya Zee, tapi karena emang kamu spesial aja buat dia."


"Ngomong-ngomong mbak Iren tahu nggak dia kemana dulu?"


"Yang pasti bukan nemuin selingkuhannya."


"Ih mbak."


"Emang Arjuna nggak bilang dia mau kemana?"


Cepat Zeela menggelengkan kepalanya.


"Belum aja mungkin! biasanya kalau jam segini dia ke kedai mie ayam cuma bentar doang sih."


"Jajan maksudnya.?"


"Bukan, jadi ceritanya itu dulu si Arjuna nolongin anak kecil yang hampir ketabrak, dan ternyata anak sepasang suami istri yang punya kedai mie ayam, dan sebagai ucapan terimakasihnya dia ngasihin kedai itu sama Arjuna, karena dia emang mau menetap di Surabaya."


"Empat tahun dikelola Arjuna, sekarang sampai udah ada 5 cabang lho Zee katanya."


"Masa sih mbak?"

__ADS_1


"Iya, dia itu kalau pulang sekolah ya kerja, malemnya nongkrong disini."


"Sebenarnya Arjuna itu kurang kasih sayang dari orang tuanya, terutama mamanya! karena yang mbak denger dari Sean abangnya dia sakit dari kecil ditambah pernah lumpuh juga, jadi ya seluruh perhatian mamanya hanya tercurah sama dia."


"Oh iya, kamu lihat tuh! itu namanya Erina, dia itu anak salah satu pejabat dikota ini, pernah pacaran juga sama Arjuna." Iren menunjuk seorang gadis yang tengah asyik mengobrol bersama teman-teman seusianya.


"CK, pantesan dia ngajak kesini, orang ini tempat berkumpulnya para mantan dia."


Iren tampak terkekeh, "Bukan itu masalahnya Zee, ini emang udah jadi tempatnya dia aja, dia itu kalau udah putus dari salah satu pacarnya yaudah putus aja, dia udah nggak mau kenal lagi, cuek aja!"


"Ceweknya yang mutusin?"


"Iyalah, Arjuna kan pinter nyari masalah! jadi pada akhirnya siceweknya jadi kesel kan ilfeel, terus diputusin deh."


''Ck, dasar Playboy!"


"Siapa yang playboy?" ujar seseorang yang langsung ikut bergabung duduk disebelahnya.


Iren mencibir. "CK, panjang umur Lo Ar, lagi diomongin langsung Dateng aja."


"Lo nggak ngomongin gue yang nggak-nggak kan mbak sama dia."


"Tenang aja, rahasia Lo aman!" Iren beranjak dari duduknya, "Oke gue bantuin babeh beres-beres dulu, Lo berdua santai aja disini ya."


"Thanks mbak."


"Zee, hei! kok jadi cemberut gini sih, ngambek ya karena barusan gue tinggal."


"Nggak." jawabnya dengan nada ketus sembari menyingkirkan tangan Arjuna yang menyentuh dagunya.


"Sorry ya, barusan gue ada urusan bentar, tapi sumpah Zee bukan ketemuan sama cewek kok."


"Barusan ada yang nanyain tuh."


"Siapa?"


"Cari aja sekitar sini ada nggak cewek yang Lo kenal."


"Ada, Lo kan? berarti yang nyariin gue itu elo?"


"Ihs bukan!"


"Lah terus siapa dong?"

__ADS_1


"Mantan Lo, kangen katanya."


Sesaat Arjuna terdiam namun detik kemudian ia mengulum senyum, dan membisikkan sesuatu ketelinga Zeela, "Cemburu?"


"Dih, siap_"


Kedua mata Zeela melebar, saat Arjuna mencium pipinya.


"Ar?"


"Kenapa,?" pelan ia menjatuhkan kepalanya diatas meja dengan posisi miring menatap Zeela.


Yang ditatap menjadi salah tingkah, dan refleks memalingkan wajahnya kearah lain.


"Awas! berani lihatin cowok lain, gue hukum Lo."


"Apaan sih?"


"Ngapain coba lihatin kesana, gue kan ada disini."


"CK, mantan Lo dari tadi ngelihatin tuh."


"Bodo!"


"Tapi_"


"Dia cuma masa lalu Zee, sama sekali nggak ada artinya buat gue."


"Terus kalau gue jadi mantan istri Lo nantinya, gue juga bakalan jadi bagian dari masa lalu Lo yang nggak berarti."


''Lo nggak bakalan pernah jadi mantan gue Zee."


"Kata siapa?"


"Gue, kan barusan bilang."


"Ckkk.. nggak lucu!"


"Jadi, Lo Belum buka hati Lo buat gue Zee, sampai kapan? sampai kapan gue harus nunggu, berapa lama lagi Zee?"


Deg!


Zeela mendadak bisu, terlebih saat tatapannya beradu dengan kedua manik milik Arjuna yang tampak sangat dalam menatapnya.

__ADS_1


*


*


__ADS_2