PENGANTIN REMAJA

PENGANTIN REMAJA
PENGANTIN REMAJA


__ADS_3

Hari ini kami sedang bersiap menuju rumah belajar. Setelah mendiskusikan dengan teman teman di sekolah, dan juga kampus. Maka terkumpullah relawan yang dengan sukarela mengajar di rumah belajar. Meskipun suarela tetap ada gaji dari kami anak Lion.


Hari pertama peresmian rumah belajar,ternyata banyak yang antusias belajar di rumah belajar.


Ada 25 murid untuk hari pertama ini. Rata rata mereka anak putus sekolah tapi hati mereka sangat kuat untuk sekolah dan belajar.


" Pagi semuanya " sapa kami pada mereka.


" Pagi kak " balas mereka.


" selamat datang di rumah belajar, buat adek adek semua. Semoga kita saling mendapatkan ilmu di sini. Kami akan berbagi ilmu yang kami punya dan kalian juga jangan sungkan untuk menegor kami kalo kami ada salah. Mulai besok akan ada huru profesional yang mengajar kalian di samping kami juga akan mengajar kalian. Ok tampa memperpanjang kata,kita mulai belajar dengan mengucapkan Bismillahirrohmanirromim dan hamdallah di dalam hati masing masing. Amin " ujarku mewakili yang lainnya.


" Bismillahirrohmanirrohim. "ujar mereka menjawab kompak dan setelah itu kyusuk berdo'a.


Hari ini aku dapat melihat betapa mereka semua tetap semangat, menjalani hari meskipun ada keterbatasan dalam kehidupan mereka. Tapi mereka tak patah semangat dan terus melukis mimpi mereka di dalam angan.


" Rasanya aku menjadi kecil saat dihadapan mereka, melihat semangat mereka akan ilmu pengetahuan dengan kondisi terbatas,tak membuat mereka lalai dan bermalas malasan untuk menyongsong masa depan salut banget tau nggak sih " ujar Bryanda pada sang suami dan sahabatnya.


" bener banget Bry, mereka terlihat lebih tinggi di bandingka kita tau nggak, di saat kita masih merengek pada orang tua,mereka malah sudah bergerak untuk mencari nafkah buat diri sendiri dan tak jarang mereka mencari makan untuk keluarga mereka " ujar Felya.


" Iya,oh ya bagian kelas keterampilan gimana. Sudah ada yang bergabung " tanya Kesya.


" Udah kayaknya, tapi masih sediki. Sekitar 15 orang dan di bagi sesuai kelasnya " jawab Vano.


" guru masing masing kelas udah datang


kan " tanya Bryanda.


" udah! Ada beberapa guru dengan keterampilan yang profesional,mereka adalah guru pilihan mommy " jawab Carla.


" Widih! Mantap nih kalo mommy yang milih pasti gurunya high quality. Mantap " jawab Sam.


" Iya tuh! Bener, lebih bagus sih kalo orang tua ikut andil juga. Lebih banyak lafi yang berpartisipasi di bagian pendanaan. Gue yakin kita bisa sukses dan rumah belajar ini akan meluluskan murid yang tak kalah prestasinya dibandingkan murid dari sekolah elit " jawab Alan semangat.

__ADS_1


Sore itu,untuk pertama kalinya mereka,merasakan secara langsung,betapa berat perjuangan anak anak yang bergabung dsngan rumah belajar dengan melukis mimpi dan cita cita di atas angan dan asa.


Kelas hari ini berjalan lancar. Aku bisa merasakan kedamaian saat mereka semua sangat serius belajar, hal yang terkadang kami sia siakan dengan membolos. Padahal diluar sana banyal yang berkeinginan untuk mececap ilmu ditengah keterbatasan mereka.


" Hari ini,kita akhiri kelasnya ya, semoga kita besok bertemu lafi dalam keadaan sehat. Dan jangan lupa bikin pr nya di rumah ya dek. Ok kita tutup dengan hamdallah, Amin " ujarku pada semuanya.


Saat kelas sudah bubar, mereka tak langsung beranjak dari tempat duduknya, tatapan mereka sendu.


Melihat ada ketakutan di wajah anak anak itu, " ada apa dengan mereka, apa mereka sedang ada masalah.embuatku bertanya tanya dalam hati.


" Ada apa dengan kalian. kok kalian terlihat takut untuk pulang " tanyaku pada mereka.


Entahlah


Aku sudah merasa kalo mereka punya masslah yang berat yang membuat mereka enggan untuk pulang ke rumah, aku pun menunggu dengan sabar supaya mereka mau bercerita.


Lama menunggu membuatku mulai mendesak mereka untuk bercerita,


" Kenapa! Kok diam saja. Cerita sama kakak. Kenapa kalian takut dan terlihat enggan pulang kerumah " tanyaku mendesak mereka untuk bercerita.


" Maaf kak Bry! Kami takut pulang karena kami tidak berani bertemu dengan bang samsul. Dia adalah orang yang menjadi pemimpin yang sudah menjadikan kami anak jalanan selama ini " jawab salah satu dari mereka.


Deggg


Jadi mereka selama ini dipaksa turun ke jalanan untuk mencari uang buat kelompok tertentu.


Biadab,


Aku benar benar emosi mendengar jawaban mereka.


Setelah menenangkan diri 0asca terkejut mendengar jawaban dari salah satu anak jalanan. Aku merasa miris karena selama ini aku selalu berusaha melindungin anak jalanan tapi di sekitarku ternyata banyak sekali anak yang di paksa jadi pengemis dan penganmen dijalanan.


" Kalian punya orang tua " tanyaku pada mereka .

__ADS_1


" Tidak tau kak! Kami sudah di jalanantampa tau apakanh kami punya orang tua atau tidak.


Nyut


Ada bagian dari diriku yang terasa sakit mendengar ucapan mereka.


Aku janji akan menjadi pelindung mereka mulai dari sekarang, enggak perduli kalo kami akan berurusan dengan ketua preman jalanan. Toh bekingan kami adalah mafia,


Aku pun menyuruh mereka mulai sekarangbuntuk tinggal di rumah belajar. Sepertinya mereka akan lebih terjamin jika tinggal di sini.


Aku pun mengantarkan mereka ke kamar yang ada di lantai atas.


" sementara ini kalian pakai yang ada dulu ya,besok kita akan beli tempat tidur yang bisa membuat kalian tak lagi berdesakan saat tidur. Ok " ujarku pada mereka.


" Lho! Mereka kenapa bab, kok di kamar ini " tanya Vano tiba tiba.


" Eh!iya Van, aku minta maaf tak diskusi dulu sama kamu. Ini,mereka takut pulang ke rumah. Ternyata mereka di suruh bekerja ole preman jalanan. Aku jadi kasihan dan tak tega membiarkan mereka pulang dan di pukul oleh preman itu. Jadi aku putuskan mereka nginao di sini. Gimana menurut kamu Van " ujar Bruanda


" Ya enggak pa pa sih. Tapi kalo mereka tinggal di sini nggak mungkin kan kalo tak ada orang dewasa yang menemani. Kalo lapar gimana atau preman itu nyerang ke sini gimana. Kan enggak mungkin mereka mengjadapi preman itu " ujar Vano.


Bener juga sih apa yang di katakan Vano,bisa bisa mereka semua malah di ajak kembali ke jalanan dan dilarang belar di sini.


" Menurut kamu gimana Van, apa kita sewa pembantu sama peugas satpan buat menjaga keamanan rumah ini atau minta tolong Marcel buat nempatin anggotanya untuk menjaga keamanan rumah belajar " tanyaku pada Vano


" Kayaknya usul buat pembantu sama meminta rolong sama Marcel,boleh juha tuh bab. Ntar aku tanyaain Marcel dulu.


Sambil menunggu Vano selesai dengan Marcel. Aku menyuruh anak anak itu mandi. Aku juga sudah meminta tolong Dewa dan Alan untuk membeli pakaian buat mereka.


Tak lama Vano datang dan menghampiriku.


" Marcel setuju buat mengirimkan orangnya buat menjaga rumah belajar, soal penbantu aku sudah meminta mbok Jum buat tinggal di sini sama beberapa pelayan buat membantu mbok Jum. Jadi kamu udah bisa tenang sekarang. Oh ya pakaian ganti mereka giman ,dah nyuruh orang buat beliin " tanya Vano.


" Dah! Aku minta tolong sama Dewa dan Alan buat beli sesuai ukuran mereka.

__ADS_1


Maaf ya telat buat menyempurnakan bab ini.


Selamat membaca


__ADS_2