
Assalamu alaikum, Halo pembaca terkasih. Gimana kabar nih? Semoga sehat dan bahagia di mana pun berada. Amiin.
Sambil tunggu Bang Mpin, mampir di karya baru aku dulu ya ... Ini adalah karya ke 17 ku di Noveltoon. Mohon dukungan, ya.
Cara carinya, buka profil aku atau ketikkan judul di bawah ini. Bisa juga mengetikkan nama pena "kolom langit" di bagian pencarian.
Author : KOLOM LANGIT
Judul : CATATAN KELAM GADIS MALANG
****
Ini dia cuplikan Bab 1
*
*
*
"Tidak! Mereka tidak boleh menangkapku atau aku akan mati!"
Jantung Emely terpompa cepat yang membuat napasnya terasa berat. Tubuhnya yang gemetar mulai berkeringat. Menoleh ke belakang, sebuah mobil Jeep yang sejak tadi mengejarnya mulai mengikis jarak sambil membunyikan klakson, yang sialnya malah terdengar seperti lonceng malaikat maut.
Keadaan itu memaksa Emely untuk menekan pedal gas dalam hingga mobil yang dikemudikan olehnya melesat cepat menerobos kesunyian. Sudah beberapa kali ia hampir menabrak trotoar jalan. Jarak pandang pun berkurang akibat hujan deras yang mengguyur Bumi malam itu.
Bruk!
Tubuh Emely terhuyung ke depan hingga hampir membentur setir akibat hantaman dari belakang. Beruntung ia masih memiliki keseimbangan yang baik.
"Ayo, kumohon lebih cepat!"
Sepasang mata Emely berkaca-kaca. Tak ada yang terpikir dalam benaknya sekarang, selain cara untuk lolos dari kejaran Glen. Laki-laki yang baru beberapa jam lalu menjadi suaminya itu ternyata tak lebih dari seorang penipu. Bahkan Emely belum sempat mengganti gaun pengantin dan melarikan diri dari hotel.
Kurang dari satu jam lalu, Emely tak sengaja mendengar pembicaraan Glen dengan seseorang di telepon yang sedang merencanakan pembunuhan atas dirinya.
Emely Golden adalah pewaris tunggal sebuah perusahaan besar. Meskipun hanya anak angkat, tetapi mendiang orang tuanya mewariskan seluruh harta kekayaan kepadanya. Hal tersebut membuat sebagian keluarga Golden merasa iri, hingga timbul keinginan untuk menyingkirkan Emely.
"Ada apa dengan mobilnya?"
Emely kembali dikuasai kepanikan ketika baru menyadari rem mobilnya blong. Ia yakin ini adalah ulah Glen, Shara dan Bibi Lena yang merupakan keluarganya sendiri.
__ADS_1
Melewati sebuah tikungan tajam, Emily kembali kehilangan keseimbangan. Sebuah truk yang melaju kencang dari arah depan memaksanya untuk membanting setir ke arah kiri. Namun, nahas mobil yang dikemudikannya menerobos jurang setinggi lima meter dengan aliran sungai di bawahnya.
Mobil mewah nan mahal itupun harus takluk pada arus sungai yang deras.
Emily berusaha membuka pintu ketika air mulai memenuhi bagian dalam mobilnya. Hal aneh kembali terjadi, karena pintu mobil sepertinya macet. Emily terjebak dan tak dapat menyelamatkan diri. Gaun pengantin itu telah basah dan benar-benar membatasi ruang geraknya.
*
*
*
Sementara itu seringai licik terbit di sudut bibir Glen Wayne, seorang pria tampan berusia 32 tahun yang merupakan suami Emely. Setelah melihat mobil milik istrinya terseret arus yang deras, ia meyakini bahwa Emely tidak akan selamat dari maut. Terlebih sungai tersebut cukup dalam dengan air sedingin es.
"Emely pasti mati kali ini. Kalau bukan karena tersedak air, dia pasti akan mati karena kedinginan."
Derasnya hujan dan dinginnya malam membuat Glen memilih kembali ke mobil. Dalam keadaan basah kuyup, ia mengeluarkan sebuah ponsel dari dasboard dan menghubungi seseorang.
"Kita aman, Sayang. Mobil Emely jatuh ke sungai. Dia pasti tidak akan selamat. Arus sungai sangat deras dan mobilnya terseret arus," ucap Glen sesaat setelah panggilan terhubung.
"Tapi tidak ada yang tahu kalau kamu yang mengejarnya, kan?"
"Tentu saja tidak, Shara! Emely saja tidak tahu kalau aku yang mengejarnya, karena aku menggunakan mobil lain."
"Baiklah, aku akan ke sana sekarang. Bersikaplah biasa saja seperti tidak tahu apa-apa!"
*
*
*
Mansion keluarga Golden
Selama beberapa hari, kecelakaan yang menimpa Emily menjadi pembicaraan hangat di masyarakat. Berbagai spekulasi dan gosip miring beredar luas.
Pencarian pun sudah dilakukan secara menyeluruh. Tetapi upaya yang memakan banyak dana itu tak membuahkan hasil. Hanya mobil milik Emely yang ditemukan di dasar sungai. Sedangkan Emely sendiri hingga sekarang tak diketahui keberadaannya. Hanya potongan-potongan kecil dari gaun pengantin Emely yang ditemukan.
Hal itu membuat seluruh keluarga Golden meyakini bahwa Emely sudah tewas dilahap predator. Dan hari ini keluarga Golden akan membuat pengumuman resmi bahwa Emely akan dinyatakan tewas dalam kecelakaan tersebut, meskipun jasadnya belum ditemukan.
Pagi-pagi sekali hingga menjelang siang hunian mewah itu sudah ramai oleh para tamu dan juga para pencari berita. Emely yang merupakan pewaris tunggal keluarga Golden tentu saja membuat semua orang penasaran.
"Ibu, wartawan dan polisi sudah datang. Berpura-puralah untuk menangis!" ucap Shara. Wanita cantik berambut panjang itu adalah saudara tiri Emely. Ia anak dari Lena Golden, istri ke dua mendiang ayah Emely.
__ADS_1
Gabriel Golden tidak memiliki seorang anak kandung. Ia mengangkat Emely sebagai anak dan kemudian menikah dengan Lena Golden, seorang janda beranak satu.
"Baiklah, Shara. Semoga drama ini cepat berakhir. Ibu mulai lelah berpura-pura sedih setiap hari," balas wanita itu.
"Aku juga mulai bosan, Bu. Aku bahkan terpaksa menutup kolom komentar di sosial media karena terlalu banyak yang bertanya tentang Emely," kesal Shara.
"Lalu di mana Glen? Sedang apa dia?" tanyanya.
"Dia sedang berbicara dengan pihak kepolisian. Sepertinya jasad Emely benar-benar sudah dimakan predator buas."
"Oh, semoga saja itu benar!" Wanita paruh baya itu segera bangkit dari duduknya dan keluar kamar. Begitu tiba di ruang keluarga, tampak beberapa wartawan dan polisi sudah ada di sana. Glen juga terlihat sedang berbicara dengan seorang anggota kepolisian.
Shara dan ibunya segera menuju sebuah kursi yang sudah disediakan sebelumnya. Beberapa wartawan pun langsung menyerbu. Keadaan pun seketika hening, perhatian semua orang hanya tertuju kepada kepada mereka.
"Ini sudah sepuluh hari sejak Emely menghilang. Tapi dia tidak ditemukan juga." Wanita itu terisak-isak di hadapan semua orang. Kilatan cahaya dari kamera wartawan menyapu tubuh mereka.
Shara mengusap punggung ibunya. Sementara Glen Emely hanya terduduk di salah satu kursi dengan wajah murung. Ketiganya memasang wajah sedih terbaik yang pernah mereka miliki. Seolah kehilangan Emely adalah duka mendalam bagi keluarga mereka.
Glen mengambil alih mikrofon. "Setelah dilakukan pencarian, tim hanya menemukan mobil dan potongan-potongan kecil dari pakaian Emely. Menurut kepolisian, kemungkinan besar Emely sudah tewas. Maka dari itu kami dari pihak keluarga memutuskan untuk membuat pengumuman resmi bahwa Emily Golden telah ...."
"Tunggu!" Suara tak asing yang tiba-tiba hadir itu membuat semua orang menoleh.
Glen seketika terpaku di tempat, tubuhnya mendadak terasa lemas. Mikrofon di tangannya terjatuh begitu saja. Laki-laki itu bahkan tak percaya dengan penglihatannya sendiri.
Emely yang hilang sejak sepuluh hari lalu itu tampak berdiri di ambang pintu. Penampilannya tampak sangat kacau. Wajah pucat dan terdapat beberapa bekas luka di tubuhnya.
"Emely?" Glen melotot. Suaranya terdengar gemetar.
Dan sepertinya bukan hanya Glen yang kehilangan kata-kata. Shara dan ibunya pun sama terkejutnya. Bagaimana mungkin Emely masih hidup, sementara mereka yakin betul Emely mustahil selamat.
"Kalian mau membuat upacara kematian untuk orang yang masih hidup?"
Pandangan Emily lantas meneliti seisi ruangan dengan tangan terkepal sempurna. Ruang keluarga yang luas itu sudah dihias menyerupai ruangan untuk upacara pemakaman dengan sebuah pigura besar dan peti mati kosong di sudut.
"Emely? Kamu masih hidup?" Shara tercengang.
"Memang kata siapa aku tewas dalam kecelakaan itu?"
****
Aku tunggu di sana ya, Jangan lupa mampir.
Mas Aby sama Embun Insyaa Allah update besok lagi. Untuk sementara mampir di Lapak "Catatan kelam Gadis Malang" dulu, ya. 🤗
__ADS_1
Terima kasih 🤗🤗🤗