
Untuk beberapa saat, wanita berusia 32 tahunan itu terpaku di tempatnya berdiri, dengan amarah yang semakin berkobar.
Sorot mata menyala itu meneliti sosok yang baru saja turun dari mobil bersama suaminya dengan posisi yang begitu menyakiti hati dan mata.
Diakui olehnya, kekasih gelap suaminya itu memang cukup cantik dan menarik. Pantas saja suaminya takluk. Tetapi ia tidak akan mengampuni begitu saja.
"Mas Radit!" Teriakannya menggelegar di udara.
Membuat pasangan selingkuh tersebut terpaku akibat terkejut. Wajah si pria sudah memucat dalam hitungan detik. Berbeda dengan wanita di sisinya yang justru memamerkan senyum kemenangan.
Wanita jal@ng!
Tanpa sadar kakinya terayun cepat. Dan dengan gerakan tak terduga tangannya menyerang sosok berpakaian cukup menantang dengan memamerkan belahan dada padat berisi.
"Perempuan murahan kamu! Perusak rumah tangga orang!" Serangan penuh amarah ia berikan lebih ganas dari pada saat menyerang Embun tadi.
Siska bahkan harus terhuyung ke belakang akibat dorongan kuat dari wanita yang menyerangnya secara membabi buta. Masih untung ia dapat menjaga keseimbangan, sehingga tubuhnya tak terjengkang ke lantai.
"Tunggu! Aku bisa jelaskan!" Pria yang diketahui bernama Radit itu memeluk pinggang istrinya demi menghalangi niat untuk menyerang lagi. Namun, usahanya sia-sia. Karena istrinya itu memberontak hingga berhasil lepas dan malah menampar dirinya.
__ADS_1
"Laki-laki bajing@n! Pengkhianat!" Ia mendorong dada suaminya penuh murka dengan bola mata memerah. "Aku kurang apa sampai kamu selingkuh dengan wanita murahan ini!"
Tidak puas di sampai di situ, tiga buah tamparan ia hadiahkan di pipi mulus Siska, membuat Siska meringis memegang kedua sisi pipinya.
"Dan kamu! Apa laki-laki sudah habis sampai harus merayu laki-laki beristri?"
Seolah tak terima dengan hinaan demi hinaan yang dilontarkan kepadanya, Siska pun membalas dengan memberikan tamparan cukup keras.
"Seharusnya kamu pikirkan apa kekurangan kamu sampai suamimu mencari wanita lain!" balasnya tak kalah menantang.
Alhasil, saling jambak tak terhindarkan.
"Lepaskan saya! Biar saya kasih pelajaran perempuan penggoda itu!" Ia memberontak sekuat tenaga. Tetapi, tiga pria yang menahan tubuhnya sudah cukup untuk melumpuhkannya.
"Tenang dulu, Bu! Kalau ada masalah tolong bicarakan baik-baik. Jangan pakai kekerasan seperti ini!" Salah satu pria berusaha mengingatkan, agar suasana tidak semakin memanas.
"Tidak perlu bicara baik-baik segala dengan perempuan seperti dia." Wanita itu melirik beberapa wanita yang sejak tadi menjadi penonton. "Kalian semua harus jaga suami kalian baik-baik, jangan sampai dirayu sama dia!"
"Tahan, Bu! Tahan!" Pria tadi setengah berteriak. "Ayo, bicarakan semua di dalam, jangan di luar sini! Tidak enak dilihat banyak orang!"
__ADS_1
"Biar saja! Biar semua orang tahu perempuan seperti apa dia!" Masih menunjuk Siska dengan tatapan menghina.
"Tolong tenang, Bu! Semua bicarakan baik-baik!"
Melalui pembicaraan alot diwarnai aksi saling memaki, mereka memasuki rumah Siska yang digadang wanita tadi dibeli oleh suaminya.
Wanita itu masih sempat melirik ke rumah sebelah, tempatnya tadi menyerang seorang wanita muda yang ternyata salah sasaran.
Malu? Tentu saja!
Tetapi bukan itu yang ia pikirkan sekarang, melainkan ancaman suami korban yang akan melaporkannya dengan pasal penganiayaan.
Apalagi, ia menyerang membabi buta tanpa bertanya terlebih dahulu.
*
*
*
__ADS_1