Penyesalan Suami Kejam

Penyesalan Suami Kejam
Bab 44


__ADS_3

Tiara berlari di sepanjang koridor rumah sakit, tanpa menunggu Pandu yang masih memarkirkan mobilnya.


Baru saja wanita itu tiba di depan ruangan Ruby, tiba-tiba dia kaget begitu pintu terbuka. Bukan karena pintunya, tapi karena sosok pria yang muncul dari dalamlah yang membuat wanita itu kaget.


"Ka Arka?" gumam Tiara dengan mata yang membesar.


"Eh, kamu mengenalku?" tanya Arka dengan kening berkerut.


Untuk sejenak Tiara bingung dengan reaksi Arka. Namun, itu hanya sementara karena dia tiba-tiba teringat sesuatu.


"Sayang, kenapa kamu meninggalkanku sendiri sih?" tiba-tiba Pandu, muncul dari belakang Tiara. Belum mendapat jawaban dari Tiara, Pandu terkesiap kaget dengan kehadiran Arka sahabatnya.


"Arka, kenapa kamu ada di sini?" tanya Pandu tanpa basa-basi.


"Lho, justru aku yang mau nanya kamu, kenapa kamu bisa ada di sini?apa dia gadis yang kamu ceritakan itu, yang membuat kamu akhirnya memilih tinggal di Bali?" Arka menunjuk ke arah Tiara.


"Eh, iya. Kenalkan ini Tiara!" Pandu menyikut lengan Tiara, memberikan isyarat agar wanita yang sekarang sudah sah menjadi calon istrinya itu, memperkenalkan dirinya.


"Hai, aku Tiara!" Tiar mengulurkan tangannya.


"Arka!" membalas uluran tangan Tiara.


"Sob, pantas saja kamu tidak mau dijodohkan dengan Adel, ternyata calon istrimu cantik juga," bisik Arka.


"Hei, beraninya kamu memuji calon istriku?" pekik Pandu kesal.


Tawa Arka seketika pecah, membuat mulut Tiara terbuka. Akhirnya dia mengerti bagaimana karakter Arka yang dulu. "Ternyata dia seriang ini dulu!" batin Tiara.


"Ka, sekarang jelaskan, kenapa kamu bisa ada di sini?" tanya Pandu setelah rasa kesalnya sirna.

__ADS_1


"Oh, tadi aku lagi ada di pantai dan wanita di dalam itu juga. Dia kaget melihatku dan akhirnya dia mau melahirkan. Aku dikira suami dari wanita di dalam,dan mereka memintaku untuk menemaninya saat melahirkan. Udah itu saja!" jelas Arka panjang lebar tanpa menambah dan tanpa mengurangi. "tapi ada yang membuat aku bingung, Pan. Kenapa wanita di dalam bisa mengenalku?" alis Arka bertaut tajam. "Anehnya, aku merasa seperti memiliki ikatan dengannya dan tiga anaknya," lanjut Arka lagi.


Pandu dan Tiara saling silang pandang, bingung mau mengatakan apa.


Ya, pria itu memang Arka, suaminya Ruby. Arka mengalami amnesia psikogenik. Amnesia yang sering dialami oleh orang akibat mengalami stress berat yang mungkin disebabkan oleh peristiwa yang membuatnya sedih. Dan yang dialami oleh Arka ini dinamakan localized amnesia, yaitu dia lupa hanya bagian tertentu saja. Arka lupa pada Ruby saja dan semua yang berkaitan dengan wanita itu, tapi tidak dengan orang lain. Karena rasa sedih dan stress yang dia alami membuat tubuh dan mentalnya menolak mengingat kejadian tertentu yaitu kejadian yang membuatnya sedih. Tapi, tentu saja ini tidak permanen, dan hanya bersifat sementara.


Ya, karena terlalu berat rasa penyesalan yang dirasakan oleh Arka, terlebih ketika melihat video-video Ruby, membuat pria itu menjadi stres karena merasa dirinya menjadi pria tidak berguna, tidak bisa mendampingi Ruby di saat-saat kehamilannya.


Arka juga mengalami insomnia akut, sehingga harus banyak mengkonsumsi obat tidur agar bisa tidur.


Flash back


Tiga bulan yang lalu


Pandu menatap sedih kondisi sahabatnya yang sekarang kembali lagi seperti mayat hidup. Tubuh Arka yang dulunya berisi sekarang terlihat sangat kurus dan tidak terawat. Lihatlah, sekarang bahkan nutrisi yang masuk ke tubuhnya berasal dari selang infus yang dipasang ke tangannya. Rasa bersalah seketika muncul karena dia merasa dia ikut andil membuat sahabatnya itu menjadi seperti itu. Bahkan sahabatnya itu, sudah tidak bisa mengurus perusahaan lagi, hingga membuat perusahaannya tadi yang berada di nomor satu, turun drastis menjadi nomor 4 dan nomor satu sekarang dipegang oleh perusahaan Pandu.


"Ka, kenapa kamu bisa menjadi lemah seperti ini? katamu kamu akan kuat dan semangat demi bisa menemukan Ruby dan calon anak-anakmu, tapi kenapa kamu lemah, goblok!" ucap Pandu.


Lagi-lagi Pandu tercenung mendengar keluhan Arka. Dia memang tahu, usaha keras Arka untuk bisa mencari Ruby, tapi dia yang menggagalkan semuanya dengan diam-diam.


Bukan tanpa alasan dia melakukan hal itu. Itu karena permintaan Ruby yang masih sulit untuk melupakan perlakuan Arka pada dirinya selama empat tahun pernikahan. Pandu sekarang seakan terjepit, mundur salah, maju apalagi.


Pandu dan Tiara bahkan sudah menceritakan semua yang terjadi, kepada Ruby. Di mana Arka sudah tahu kejadian sebenarnya, Jelita dan mamanya yang akhirnya di penjara, bahkan sudah meninggal. Bahkan Pandu juga sudah menceritakan bagaimana perjuangan Pandu untuk mencari keberadaan Ruby, tapi istrinya Arka itu masih tidak percaya akan perubahan Arka itu. Entah kenapa Ruby justru ketakutan mengetahui Arka mencarinya. Dia takut Arka mencarinya hanya untuk mengambil ketiga anaknya. Tidak masuk akal memang, karena Pandu juga sudah menjelaskan kalau Arka mencarinya karena cinta, tapi tetap saja wanita itu tidak percaya. Ruby bahkan sampai mengancam akan mencelakai dirinya sendiri jika Pandu sampai memberitahukan di mana keberadaannya pada Arka. Akhirnya mau tidak mau, Pandu jadinya memutuskan untuk tetap merahasiakan keberadaan Ruby pada Arka.


"Aku sudah memaafkannya, tapi walaupun aku sudah memaafkannya, masih sulit bagiku untuk bertemu dengannya. Tolong kalian mengerti aku!" begitulah ucapan Ruby saat itu.


"Ka, aku tahu kamu sangat depresi akibat penyesalan yang kamu alami, tapi bukannya aku sudah mengatakan kalau kamu harus tetap semangat demi mereka. Aku janji akan secepatnya mempertemukan kalian berdua dalam waktu dekat ini," ucap Pandu dengan lirih ketika ingatannya tentang ucapan Ruby, berakhir.


"Sampai kapan, Pan sampai kapan? sampai aku gila?" tanya Arka dengan suara lemah.

__ADS_1


"Sebentar lagi. Aku bisa pastikan itu. Kamu sabar ya. Yang penting kamu semangat dulu, supaya kamu bisa sehat seperti dulu,"


"Terima kasih, Pan! aku akan usahakan!" ucap Arka lirih.


Keheningan terjeda sejenak pada mereka untuk sepersekian detik. Detik berikutnya, tampak Arka bangun dari duduknya dan berdiri dengan sedikit sempoyongan.


"Kamu mau pergi ke mana?" Pandu mulai panik.


"Aku mau ke toilet sebentar," sahut Arka lemah, berlalu pergi dengan menyeret tiang infus.


"Apa kamu butuh bantuan?"tanya Pandu, sembari ikut berdiri.


"Tidak perlu! aku masih bisa sendiri," sahut Arka kembali melanjutkan langkahnya walaupun memang tertatih-tatih. Namun ketika mendekat ke arah pintu, tiba-tiba pandangan Arka mulai buram, tanpa bisa dicegah, pria itu terjerembab ke depan sehingga kepalanya membentur tembok dan pingsan.


Pandu yang melihat kejadian itu, menghambur untuk menolong Arka. Itulah awal mula membuat Arka mengalami amnesia psikogenik itu. Bukan karena mangalami cidera di kepala tapi karena kesedihan akut yang dia rasakan. Tubuh dan mentalnya sekarang menolak untuk mengingat segala sesuatu yang membuatnya sedih itu. Setidaknya seperti itulah yang dijelaskan oleh dokter.


"Ini hanya sementara saja. Seiring berjalannya waktu dia akan bisa ingat kembali setidaknya 3 sampai 5 tahun ini. Biarkan pikiran dia tenang dulu!" jelas dokter saat itu.


Flash back end.


Tbc


Jadi, guys scene kemarin bukan tidak sesuai dengan judul justru itu bagian dari judul. Arka bisa mengalami amnesia psikogenik itu, justru karena rasa penyesalannya yang besar, hingga membuat dia depresi dan hancur.


Tapi itu hanya untuk beberapa saat, tidak permanen kok.


Aku hanya membuat scene di mana Arka tetap bisa mendampingi Ruby melahirkan walaupun di tengah rasa bingung.


Nanti kalau aku buat Ruby dengan mudah bisa memaafkan Arka, akan terjadi kontroversi dan merasa terlalu mudah Arka mendapatkan maaf dari Ruby.

__ADS_1


Kalau merasa tidak sesuai dengan ekspektasi, aku minta maaf, karena aku tidak ahli menyenangkan kalian semua. Terima kasih 🙏🏻


__ADS_2