Penyesalan Suami Kejam

Penyesalan Suami Kejam
BBMW bab 31


__ADS_3

Adelia yang awalnya ingin bertemu Pandu, tiba-tiba mengurungkan niatnya untuk sementara karena tanpa sengaja wanita itu bertemu dengan Bima, ketika dirinya hendak keluar dari lift.


Entah datang dari mana pemikiran Adelia sehingga dia mengajak pria itu untuk berbicara empat mata.


Setelah mereka berbasa-basi sebentar, Adelia akhirnya menceritakan siapa wanita yang Pandu cintai pada Bima.


"Jadi, pria yang diceritakan Tiara itu, Pandu? dan dia akan bertunangan denganmu?" Wajah Bima berubah memerah, merasa marah tiba-tiba.


"Iya,Kak!" Adelia menganggukkan kepala, mengiyakan.


"Brengsek!" Umpat Bima dengan tangan mengepal.


"Aku akan beri dia pelajaran!" Bima hendak melangkah untuk kembali lagi ke ruangan Pandu. Namun, dengan sigap tangan Adelia langsung menahan pria itu.


"Jangan,Kak! Ini semua karena salah paham. Kan aku pernah bercerita kalau kak Pandu melihat Kak Tiara bersama dengan pria lain yang ternyata adalah Kak Bima. Dia tidak tahu kalau Kak Bima adalah kakak sepupu Kak Tiara,"


"Tapi tidak sepantasnya dia mengambil keputusan di saat hati sedang panas. Karena pasti akan mendatangkan luka. Lihatlah, akibat dari keputusan yang dia ambil dengan terburu-buru, dia membuat kamu dan Tiara terluka," kekesalan masih benar-benar terlihat di raut wajah Bima.


"Aku tahu itu, Kak. Hanya saja Kak Pandu juga mengira kalau Kak Tiara tidak pernah mencintainya." ucap Adelia.


"Sebenarnya, sebelum melihat kebersamaan kalian berdua, Kak Pandu sudah memutuskan untuk mundur karena Kak Tiara selalu bersikap apatis padanya. Kak Pandu tidak tahu kalau Kak Tiara bersikap seperti itu, hanya untuk melindungi dirinya sendiri yang pernah dimanfaatkan oleh seorang pria, karena tahu kalau Kak Tiara sangat mencintainya. Puncaknya, ya ketika dia melihat Kak Tiara bersama Kak Bima, dia akhirnya memutuskan untuk menerima perjodohan, berharap bisa melupakan Kak Tiara." Lanjut Adelia, menjelaskan panjang lebar.


"Ternyata seperti itu. Jadi ini memang murni kesalahpahaman, dan ini semua timbul karena kebodohan mereka berdua. Jadi, maksud kamu membicarakan tentang ini padaku apa?" tanya Bima dengan alis yang bertaut tajam.


"Aku hanya ingin membatalkan perjodohan ini, dan aku mau meminta Kakak untuk membantuku menjelaskan pada kak Pandu, tentang siapa Kakak sebenarnya. Kalau untuk bagaimana perasaan Kak Tiara padanya, tidak perlu dijelaskan lagi, karena Kak Pandu sudah tahu kalau Kak Tiara juga mencintainya," ucap Adelia, dengan tatapan penuh harap.


" Sayangnya aku merasa kalau ini tidak akan membuat mereka bisa bersatu. Aku mengenal baik adik sepupuku itu. Dia tipe orang yang tidak mau melihat orang sedih dan yang menjadi penyebab kesedihan itu adalah dia. Aku yakin, kalaupun kamu membatalkan perjodohan, dia tidak akan pernah mau kembali bersama dengan Pandu lagi. Setidaknya sampai kamu menemukan kebahagiaan dengan pria yang kamu cintai. Kenapa aku bilang begitu? itu karena dia tidak mau bahagia sementara ada hati yang terluka di atas kebahagiaannya. Jadi, ya percuma saja," ucap Bima panjang lebar.

__ADS_1


Adelia bergeming,diam untuk beberapa lama.


Detik berikutnya dia menatap Bima dengan tatapan yang sukar untuk dibaca.


"Kenapa kamu menatapku seperti itu?" Bima mengreyitkan keningnya.


"Emm, bagaimana kalau kita berpura-pura jadi pasangan yang saling mencintai? aku nanti bisa mengatakan kalau ternyata aku tidak sepenuhnya mencintai Kak Pandu. Aku ternyata hanya mengagumi kak Pandu saja, bagaimana?" Adelia terlihat sangat antusias dengan idenya.


Bima tidak langsung menyetujui. Pria itu justru terkekeh dan menganggap idenya Adelia itu sedikit bodoh.


"Kamu kira Tiara akan mudah percaya? dia itu orangnya kritis, Adel. Dia itu butuh bukti bukan hanya omongan,"


"Kalau begitu, kita tunjukkan saja di depannya kalau kita serius. Kalau perlu kita bertunangan juga di depan mereka, supaya Kak Tiara percaya." ucap Adelia, tanpa berpikir panjang.


"Adel, aku pikir kamu terlalu impulsif. Kamu terlalu cepat memutuskan,tanpa berpikir akibat ke depannya. Lagian, aku jadi bingung apa maksudnya dengan pertunangan? bukannya kamu sudah berniat untuk membatalkan, tapi kenapa masih ada acara pertunangan?" Bima benar-benar gagal paham.


"Del,apa kamu pernah berpikir akibatnya? Kalau dia meminta kita menikah lebih dulu, baru dia akan menikah, bagaimana? apa kamu tidak berpikir sampai ke sana? belum lagi, nanti aku mendapat murka dari kakak gilamu itu,"


Adelia terdiam


Wanita itu benar-benar tidak berpikir sampai ke arah sana. "Jadi, sekarang apa yang harus kita lakukan untuk membuat mereka bersatu?" Adelia terlihat mulai putus asa.


Bima menatap Adelia dengan intens. Dia melihat raut wajah Adelia yang cukup lelah. Bima akhirnya mengembuskan napas panjang dan berat.


"Baiklah! aku setuju untuk berpura-pura seperti yang kamu mau. Lagian Tiara juga adikku, dan aku jug menginginkan dia bahagia. Untuk masalah yang akan terjadi ke depannya, kita pikirkan nanti. Lagian belum tentu juga apa yang kita pikirkan itu nanti terjadi kan?" pungkas Bima akhirnya, memutuskan.


"Serius, Kak?" tanya Adelia memastikan. Pandu tidak menjawab, tapi hanya mengangguk mengiyakan.

__ADS_1


"Sepertinya aku harus menemui papa mamamu dan juga Arka, untuk membicarakan pertunangan kita dan kamu harus membantuku."


"Kenapa harus menemui mereka? aku rasa tidak perlu." tolak Adelia.


"Adel, selagi kita berkorban, kita harus totalitas. Bagaimana nantinya kalau di acara kita harus memutuskan untuk bertunangan di malam itu juga karena Tiara menolak bertunangan dengan Pandu? orang tuamu pasti kaget kan, kalau tidak ada pemberitahuan dari kita lebih dulu? yang ada acara itu pasti kacau, karena kedua orang tuamu merasa tidak dihargai,"


Adelia terdiam, tidak membantah ucapan Bima. Adelia benar-benar tidak menyangka kalau pria di depannya itu, pria yang bijaksana dan bertanggung jawab.


"Baiklah, Kak. Nanti sebelum makan malam,aku akan membawa Kakak bertemu dengan mereka. Aku yakin mereka akan mengerti. Kalau masalah Kak Arka, bisa kapan saja karena sekarang juga dia pindahan ke rumah pribadinya," pungkas Adelia, akhirnya.


"Sekarang kita kembali ke kantor Pandu. Kita harus memberitahukan hal ini padanya," ucap Bima seraya beranjak pergi.


Setelah memberitahukan Pandu, siapa Bima sebenarnya dan memberitahukan rencana mereka, dan Pandu menyetujuinya. Bima dan Adelia akhirnya keluar dari perusahaan Pand dan langsung pergi menemui kedua orang tua Adelia.


Setelah menjelaskan panjang lebar duduk permasalahannya, akhirnya Adijaya dan Rosa menyetujui rencana Adelia walaupun sedikit berat hati.


Demikian juga ketika makan malam, keluar Pandu meminta maaf yang sebesar-besarnya pada keluarga Arka. Keluarga besar Arka, menerima permintaan maaf dari keluarga Pandu dengan ikhlas dan lapang dada. Malam itu juga tetap ada pembahasan kapan dan di mana akan diadakannya acara kecuali pembahasan tentang rencana cadangan, Bima dan Adelia mengenai pertunangan mereka, Adelia tidak mengungkapkannya.


Flash back End


"Hei, kenapa kamu sendirian di sini?" sebuah suara menyadarkan Adelia dari lamunan panjangnya.


"Eh, Kak Bima? buat kaget saja," protes Adelia dengan bibir yang mengerucut.


"Harusnya kamu harus bersamaku, jangan memisahkan diri seperti ini. Karena sikap kamu ini bisa membuat mereka curiga. Kamu Ayo kita ke sana!" Bima mengulurkan tangannya dan Adelia menyambut uluran tangan itu dengan tersenyum manis.


Tbc

__ADS_1


__ADS_2