Perawan Tua Abadi And Bad Boy

Perawan Tua Abadi And Bad Boy
bab 18


__ADS_3

Di lantai paling atas perusahaan agensi light Hugo, tepatnya di sebuah ruangan luas yang khusus digunakan untuk melakukan pemotretan.


Seorang wanita yang terlihat panik dan gelisah, setelah mendapat telepon dari seseorang.


Ia mengatakan, kalau sang pemilik agensi ini sedang menuju kesini dan dalam keadaan marah.


Wanita yang dikenal adalah seorang manajer dari model pendatang baru yaitu, Sisilia.


Beberapa kali ia mencoba mengetuk pintu ruangan ganti, dimana sang model berada bersama dengan seorang pria.


Ia dan juga asistennya, terlihat kebingungan untuk memanggil sang model yang entah sedang berbuat apa.


"Bagaimana ini nona!" Seru sang asisten, dengan wajah pucat yang tiada hentinya mondar-mandir.


"DIAMLAH!" Bentaknya.


"Bagaimana aku bisa diam, nona. Boss arogan itu sedang menuju kesini," ujarnya panik sambil menggigit kuku jarinya.


"Tenanglah! Aku juga bingung," sahut sang manajer.


Sang asisten pun mencoba mengetuk pintu sekali lagi.


Kali ini lumayan kencang, ia mengetuk pintu.


Mereka tidak memikirkan, sang model marah, mereka hanya khawatir dengan karir mereka.


"NONA, SISILIA! teriak sang manajer.


"NONA! Panggilannya lagi sambil menggebrak pintu ruangan ganti sekencang mungkin.


"Sial!" Umpat wanita itu, saat tidak mendapatkan sahutan.


~~


Sedangkan di dalam ruangan ganti, sepasang wanita dan pria sedang berpacu dalam mencapai kenikmatan yang sedang mereka daki sejak tadi.


Kedua tidak menghiraukan, gebrakan dan juga panggilan di luar sana.


Mereka terlalu menikmati kegiatan panas mereka, setelah melakukan pemotretan.


Sang pria terus saja berpacu untuk sampai pada puncak kenikmatan mereka, dan sang wanita yang memiliki tubuh sintal menggoda, hanya bisa mendesaah dan mengeerang nikmaat.

__ADS_1


Suara decapan pria itu terdengar nyaring di setiap incin tubuh sintal sang wanita, yang terus mengeluarkan suara kenikmatannya.


Suara tautan bibir mereka pun Terdengar indah di telinga keduanya, bersaing dengan suara penyatuan keduanya.


Namun kegiatan mereka terpaksa terhenti, saat tiba-tiba pintu ruangan itu terbuka dengan kasar.


"Brakk"


Rose yang baru tiba di lantai paling atas, tidak mengindahkan wajah ketakutan dua orang wanita yang sedang berdiri di depan sebuah pintu berwarna hitam itu.


Rose pun dengan sekali hentakan kakinya yang kuat, mampu membuka pintu tersebut dengan sekali hentakan.


Tatapan Rose kini memerah saat menangkap adegan yang begitu menjijikkan.


Dengan penuh emosi, Rose menendang kuat dekorasi ranjang yang dihiasi bagaikan kamar pengantin baru.


Hiasi dekorasi bagian atas ranjang pun roboh dan mengenai, kedua pasangan mesum di depannya yang masih bertautan tubuh.


Sedangkan, tuan Damon dan kedua wanita itu, hanya bisa menahan nafas mereka sekejap, melihat kemarahan boss Arogan mereka.


Rose masih menatap tajam pasangan menjijikkan yang ada di atas ranjang, yang terlihat terkejut.


Apalagi sang pria, yang merupakan potografer terkenal di agensi perusahaan light Hugo.


Dengan gerakan terburu-buru, pria yang bernama Tyson itu mengenakan pakaiannya.


Sedangkan Sisil berdiri dengan bantuan oleh sang manajer dan asistennya.


Mereka juga membantu Sisil mengenakan bajunya kembali.


Jangan tanyakan wajah kesal wanita bernama Sisil, yang terlihat menahan amarah.


Berbanding terbalik dengan wajah Tyson yang terlihat pias dan ketakutan.


Rose menumpu kedua tangannya di depan dada dengan tatapan dingin dan tajam ia hunuskan kepada Tyson dan Sisil.


Sejak tadi tanduk amarahnya, sudah terlihat merah padam, yang bersiap untuk melampiaskan kepada dua orang yang ketahuan melakukan kemesuman di perusahaannya.


"Bawa, dia keruangan ku!" Perintah Rose.


"Baik, nona," jawab tuan Damon.

__ADS_1


Sambil menundukkan kepalanya saat Rose melangkah keluar, untuk menuju ruangannya yang ada di lantai bawah.


"Arghh!"


"Kenapa, kalian menggangguku!" Teriak dan pekik Sisil.


"Apa, kalian lupa siapa aku?" Bentak Sisil.


"Aku, kekasih dari tuan muda, Jackson!" Hardik sisil dengan angkuhnya.


"Cih! Kekasihnya siapa, bercinta dengan siapa, dasar wanita licik kegatelan," batin asisten manajer.


"Cepatlah!" Seru Sisil.


"Anda, harus ikut dengan kami, nona," sela sang manajer.


"Kemana?" Tanya Sisil cuek sambil merapikan dandanannya.


"Menemui, pemilik perusahaan agensi ini," jawab wanita yang berpenampilan rapi.


"Cih, dia mau apa menemui aku," sahut Sisil tidak acuh.


"Entah!"


"Aku, tidak mau!" Tolak Sisil.


"Anda harus ikut, nona. Kalau tidak maka karir anda dalam bahaya," ujar sang manajer.


Sisil terdengar terkekeh dan hanya mencebikkan bibirnya sinis.


"Aku tidak perduli, aku bisa meminta kepada kekasihku untuk menjadi model terkenal, kalian lupa? Kalau keluarga Jackson memiliki saham disini," seloroh Sisil angkuh.


"Anda, juga tidak tahu, semegerikan apa nona Rose itu," sahut sang asisten.


"Emang dia seperti apa?" Tanya Sisil cuek.


"Mungkin, anda bisa terlempar ke dari lantai sini ke bawah," celetuk asisten manajer tersebut.


"Itu tidak mungkin," sinis Sisil.


"Kita lihat saja," gumam kedua wanita yang mengikuti langkah Sisil menuju lantai bawah di ruangan Rose.

__ADS_1


Sedangkan pria yang merupakan sang Fotografer tersebut, sudah terlebih dahulu menuju ruangan Rose dengan perasaan deg-degan.


__ADS_2