
Rose dan Davin kini sedang berpose dengan mengenakan setelan gaun pengantin yang sepasang.
Gaun pengantin yang didesain sederhana, namun tidak meninggalkan kesan berkelas dan elegan.
Gaun pengantin dengan warna putih gading, yang dirancang oleh desainer terkenal di Los Angeles.
Keduanya pun berpose dengan gaya mereka masing-masing.
Rose duduk di sofa berukiran layaknya sofa kerajaan, dengan kaki panjangnya yang bersilang, dengan kedua tangannya terlipat di dada, raut wajahnya tidak menampilkan layaknya seorang pengantin berbahagia, bersama wajahnya terlihat datar dan dingin.
Sedangkan Davin duduk di pinggir sofa dengan kedua tangannya di saku celananya, dengan wajah cuek ke arah kamera.
Tidak ada kesan romantis ataupun senyum bahagia, yang ada hanyalah, sikap cuek dengan pernikahan dadakan yang lakukan keduanya tadi siang di catatan sipil Los Angeles.
Malam ini, adalah resepsi dadakan yang dilakukan, granny dan juga nenek Margaretha.
Keduanya pasangan yang baru beberapa jam menjadi pasangan suami-istri itu, hanya bisa pasrah mengikuti kemauan, granny dan nenek Margaretha.
Mereka yang berencana, akan menyembunyikan status pernikahan keduanya harus gagal, dengan keputusan granny dan nenek Margaretha.
Mereka juga harus berpose di depan para wartawan sang pemburu berita.
Memberikan klarifikasi, tentang topik mobil bergoyang tadi pagi.
Mereka mengaku sudah lama saling mencintai dan tadi segera melangsungkan pernikahan, granny pun mengiyakan pengakuan kedua pasangan suami-istri itu.
Granny pun mengatakan, kalau tragedi mobil bergoyang di taman adalah, sebuah percobaan bercocok tanam, atau sang pengantin pria sedang meminta uang muka.
Rose dan Davin hanya bisa menganga mendengar penjelasan granny yang konyol.
~
__ADS_1
"Oke! Sempurna!" Seru fotografer tersebut, memuji hasil cekreta nya yang begitu fotogenik.
"Mereka, seperti foto model handal, seperti terlihat natural," sela partner fotografer itu membenarkan perkataan temannya.
Mereka tidak tahu, kalau pose mereka benar-benar alami tanpa di buat-buat.
"Ck! Aku lelah," keluh Rose.
"Kau, sudah duduk sejak tadi, nona," komentar Davin dengan mata mendelik.
"Aku ingin berbaring," gumam Rose sambil memanjangkan kaki nya ke depan dan punggung disandarkan ke belakang, jadi posisi Rose sekarang setengah berbaring.
"Jangan, sikapmu, nona," tegur Davin, saat melihat gaya istrinya yang begitu menantang dalam penglihatannya.
Bagaimana tidak, gaun Rose yang memiliki belahan di tengah gaun yang memperlihatkan kaki panjang, kini terbuka hingga ke paha mulus Rose.
Davin yang melihatnya begitu geram, bagaimanapun, wanita di sampingnya adalah istrinya sekarang, dan sudah menjadi kewajibannya untuk menjaga dan melindungi sang istri.
Ia meraih kedua sisi gaun Rose yang terbuka dan bermaksud merapatkannya kembali.
Rose hanya cuek melihat tingkah Davin. Tubuhnya terasa lelah dan matanya terasa berat.
Davin berjongkok di hadapan Rose yang punggung kekarnya, masih menutup wajah istrinya.
Ia memasang kancing belahan gaun Rose dengan penuh hati-hati.
Rose memejamkan matanya tanpa memperdulikan Davin yang masih berusaha menutup belahan gaunnya.
"Apa yang mereka, lakukan?" Bisik salah satu tamu undangan, saat melihat dari kejauhan perlakuan Davin.
"Astaga! Apakah mereka sudah tidak tahan untuk melakukannya?" Pekik seorang wanita setengah baya.
__ADS_1
"Wow, dia terlihat, hot," komentar salah satu tamu undangan lainnya.
"Ist, mengilukan."
"Bilang, saja kalau kau iri."
"Apa, katamu!"
"Kau, iri dengan pasangan di depan sana, yang begitu hot," ejek wanita dengan penampilan glamor mengejek temannya.
"Kurang ajar!" Wanita itu pun tidak terima dan menyiram temannya tersebut.
Terjadilah, keributan di tengah ruangan dengan dua orang wanita saling menjambak.
Tapi mereka berhenti, saat mendengar pekikan bercampur desaah di depannya sana, tepatnya di kedua pasangan suami-istri baru itu.
"Mereka sedang, apa?" Tanya Kim dengan bola mata membesar.
"Tenanglah, dia hanya memeriksa pabriknya," sahut granny.
"Tapi, ini masih banyak tamu, mom!" Geram Arthur.
"Apa kau akan tahan, bila benda ajaibmu tiba-tiba, menegang?" Tanya granny kepada anaknya.
"Tenanglah, dia pasti hanya mengecek saja. Tidak sampai menghampiri atau menjenguk," Seloroh granny asal.
Yah Davin kini sedang mengarahkan mulutnya di gaun Rose, saat ingin memutus benang tebal itu yang terkait di resleting gaun Rose.
Posisi Davin seakan-akan, melakukan foreplay kepada Rose dengan menjilati kaki panjang istrinya.
Apalagi Rose terpekik dan mendesis saat davin mengenai kulit pahanya dengan resleting belahan gaun pengantin tersebut.
__ADS_1