Perawan Tua Abadi And Bad Boy

Perawan Tua Abadi And Bad Boy
bab 43


__ADS_3

Davin terlihat serius menata sebuah masakan khas Eropa, yang dihias semenarik mungkin, dan disajikan untuk para tamu undangan di acara pertunangan tuan Will di salah satu klub malam, yang disewa khusus untuk acara pertunangan salah satu pengusaha sukses di kota Los Angeles.


Dengan wajah terlihat serius, yang menambah kesan cool, Davin menjadi pusat perhatian para tamu yang ada di sana.


Mereka begitu terpesona dengan sosok pria bertato yang terlihat sangat tampan dan maskulin.


Tubuh tinggi kekar dan atletis dengan kulit putih kemerah-merahan karena terkena hawa masakan.


Senyum menawan yang di lengkapi deretan gigi bersih putih, ia lemparkan, kepada para tamu yang menyapanya.


Sesekali Davin memperlihatkan kelihaiannya dalam memasak dengan menambahkan atraksi keren.


Yang mendapatkan sorotan dan juga tepuk tangan meriah.


Bahkan para kaum hawa memekik histeris dan mendekati Davin hanya untuk sekedar mengambil foto berdua dengan chef Davin.


"Antarkan, ini ke meja sana!" Perintah Davin kepada salah satu pelayannya.


"Baik, bos." Dengan segera pelayan itu pun melaksanakan perintah Davin, yang merupakan pemilik restoran tempatnya bekerja.


"Hey, bro!" Sapa Daniel sambil menepuk punggung Davin.

__ADS_1


"Ck! Davin hanya berdecak sembari memulai memasak menu makanan berikutnya.


"Ad yang perlu aku, bantu?" Tanya Daniel dengan senyum tipisnya.


"Cih! Bukankah aku menggajimu untuk, membantuku," jawab Davin dengan lirikan sinis.


Pria di sampingnya hanya terkekeh dan mulai mengikuti gerakan Davin memotong berbagai bahan sayuran yang akan diolah menjadi menu berkualitas. Setelah mengenakan apron chef khusus untuknya.


Kedua pria tampan itu pun memasak dengan wajah serius dan sesekali tersenyum, saat mendapatkan godaan atau pujian dari para wanita.


Tidak lama kemudian, sosok wanita bertubuh sintal dengan mengenakan gaun malam super seksi yang membungkus tubuh indahnya.


Ia terlihat berjalan mendekati ke arah khusus chef, lebih tepatnya mendekati Davin.


"Hey, honey!" Sapanya kepada Davin sembari memeluk pria bertato itu dari belakang.


Davin yang sedang serius dalam mengolah makanan, tersentak kaget, pun dengan Daniel.


"Aku, merindukanmu, honey!" Bisik Sisil di balik punggung kekar Davin.


Davin melepaskan alat masak yang berada di kedua tangannya dan mengepalkan erat telapak tangannya dengan wajah merah.

__ADS_1


"Lepaskan!" Pinta Davin dingin.


Sisil terlihat menggelengkan kepalanya di balik punggung, Davin.


"Menjauhlah, sialan!" Sentak Davin dengan sekali hentakan, tubuh Sisil tergeser kebelakang.


"Honey!" Pekik Sisil, yang kini menjadi pusat perhatian sebagian tamu.


"Pergilah, murahan!" Tekan Davin dengan intonasi suara berat nan dingin.


"TIDAK! Aku tidak akan bisa jauh darimu, honey. Aku begitu mencintaimu, aku rela melakukan apapun demi dirimu, aku rela menyerahkan segalanya hanya untukmu, honey. Apa ini balasan yang kau berikan padaku, setelah, kau sudah mendapatkan wanita yang lebih super wow dariku." Dengan wajah yang begitu menyakinkan dalam membuat drama untuk mempermalukan Davin di depan semua tamu undangan, ia tidak akan rela Davin meninggalkan dirinya begitu saja.


"Apa yang kau lakukan, bedebah!" Gertak Davin dengan nada geram dengan gigi yang bergesekan.


"Aku, ingin kau Kembali kepadaku," bisik Sisil dengan senyum liciknya.


"Cih! Davin sengaja berdecih di depan wajah Sisil.


Daniel hanya terdiam menyaksikan pasangan kekasih itu berdebat dengan raut kebingungan.


"Dav, lebih baik kalian bicarakan ini di tempat lain," usul Daniel, saat menyadari sesuatu klub yang sunyi, karena perhatian mereka kini sedang ke arah, David dan Sisil.

__ADS_1


Dengan kasar, Davin melepas apron nya dan juga topi chef nya, berjalan dengan melintas Sisil dengan wajah dingin dan datar.


Sebuah senyum licik terbit di sudut bibir Sisil. Wanita itu lalu mengikuti langkah Davin, ke arah pintu balkon klub yang ada di lantai dua.


__ADS_2