Perawan Tua Abadi And Bad Boy

Perawan Tua Abadi And Bad Boy
bab 59


__ADS_3

Mobil yang dikendarai Rose terlihat memasuki halaman luas perusahaan Kato group yang bergerak di bidang elektronik.


Rose memberhentikan mobil sport mewah dengan warna hitam pekat itu di depan lobby perusahaan.


Nampak seorang pria setengah baya bergegas menghampiri mobil Rose dengan kepala menunduk, saat Rose keluar dari mobilnya.


Pria itu pun memberikan salam kepada Rose dan setelah itu memindahkan mobil nona boss nya ke parkiran khusus.


Rose sendiri memasuki perusahaan dengan senyum yang terus mengembang.


Ia juga memberikan senyuman kepada karyawan nya yang memberi ucapan selamat pagi dengan hormat.


Seluruh karyawan dibuat tercengang oleh mood nona bos mereka.


Biasanya nona bos mereka akan menampilkan mimik wajah datar dengan tatapan dingin.


Namun kali ini berbeda, nona mereka terus mengembangkan senyum indahnya.


Membuat seluruh karyawan merasa gugup dan juga takjub.


Rose terus merajuk langkahnya di atas marmer lobby perusahaan Kato group, menuju ke lift khusus dengan pintu lift berbeda pula.


Namun tiba-tiba saja seorang wanita menyiram air berwarna hitam ke pakaian Rose.


Semua karyawan yang berlalu lalang di lobby perusahaan menghentikan langkah mereka dengan tubuh membeku.


Siapa gerangan yang sudah berani membuat masalah dengan nona Arogan mereka yang pagi ini moodnya sedang bagus.


"Byur"


"Prang"


Wanita dengan tubuh sintal itu bertepuk tangan dengan tertawa lepas saat berhasil menyiram Rose dengan kopi panas.

__ADS_1


Rose terlihat terkejut sejenak dan pun merubah raut wajahnya dengan datar.


Ia tidak memperdulikan pakaiannya yang basah dengan kopi panas yang meresap ke dalam kulit tubuhnya.


Rose mengangkat tangannya saat ekor mata tajamnya menangkap pergerakan para penjaga pintu masuk lobby perusahaan.


Rose memberikan tatapan mematikan kepada sosok wanita yang ia kenal adalah mantan kekasih suaminya yaitu, Sisil.


Sisil menghentikan tawanya dan juga tepukan tangannya.


Ia menatap Rose dengan wajah remeh dan jengah.


Ia maju satu langkah dan ingin mengayunkan tangannya ke wajah Rose, namun seseorang mencekal pergelangan tangan Sisil.


"St" ringis Sisil kesakitan.


Ia menoleh kesamping dan ia dapat melihat sosok wanita setengah baya dengan tubuh masih terlihat indah sedang memandangnya tajam.


"Jangan, pernah berani menyentuh, anakku!" Lirihnya dengan intonasi suara berat dan mencekam.


"Ck! Kenapa kau membiarkan dia, menyentuhmu," sungut Kim dan menghempaskan tubuh sintal Sisil, hingga terjatuh kelantai marmer.


"Aku malas, mom," jawab Rose cuek.


"Siapa, dia?" Tanya Kim dengan tatapan menyelidik ke arah Sisil yang mengusap bokong sintal nya.


"Aku, kekasih pria yang di nikahi putri, anda," pekik Sisil.


Kim melirik putrinya yang nampak santai menanggapi pekikan Sisil.


"Mantan, mom. Dan di adalah wanita, mu.ra.han." Rose yang mengerti dengan tatapan sang mommy pun menjelaskan tentang Sisil dengan intonasi ucapan di tekan di akhir kalimat.


"Hey! Jaga ucapanmu. Kau, yang murahan!" Teriak Sisil yang membuat para karyawan berkerumunan di lobby perusahaan.

__ADS_1


"Plak" satu tamparan keras melayang di wajah Sisil yang dihiasi make up sepur dramatis itu.


Wajah Sisil terlihat terpaling kesamping dengan kasar, wanita itu pun menyentuh pipinya yang terasa kebas dan panas.


Sisil memandang wajah Kim yang menatap dirinya nyalang.


Kim meraih rahang wajah Sisil dengan sedikit kasar, Kim juga menekan rahang Sisil, membuat wanita itu mendesis.


"Apa kau tahu tentang kemarahan seorang ibu itu seperti, apa?" Bisik Kim dengan aura menegangkan.


"Wajahmu ini, bisa saja hancur atau hidupmu akan sentiasa menjadi kenangan, buruk," bisik Kim dengan jemariku dengan kuku panjang menyusuri wajah Sisil.


"Stt" Sisil mendesis kesakitan ketika kuku panjang Kim menggores wajahnya.


Apa di tidak mengenal dengan sosok Kimberly light Hugo? Sosok wanita tangguh nan tegas, berjiwa psikopat dan mampu menyingkirkan musuh-musuhnya tanpa ampun.


"Lepaskan! Lirih Sisil dengan wajah merah akibat kesakitan.


"Mom!" Seru Rose sembari melepaskan tangan Kim di wajah Sisil.


Kim mendorong tubuh Sisil kembali ke belakang, dan lagi, Sisil terjatuh ke lantai marmer lobby.


Para karyawan hanya bisa memandang Sisil jengah, tidak ada satu orang pun yang ingin menolongnya, karena citra Sisil sudah tercemar dengan video scandal nya dengan tuan Albert dan beberapa pria lainnya.


"Lemparkan dia keluar. Dan jangan biarkan dia mendekati putriku ataupun menantuku!" Perintah Kim kepada bawahan setianya.


"TIDAK!" Teriak Sisil menggelegar di lobby perusahaan. Wanita itu membuat keributan pada jam kerja dan itu sangat mengganggu para karyawan.


"AKU SEDANG HAMIL ANAK, DAVIN!"


warning!!!


jangan emosi dulu yah para sahabat pencinta NOVEL toon, ini bab menguras emosi soal nya, 😁😁😁,

__ADS_1


NEXT TIME


__ADS_2