
"Lepaskan!" Hardik Sisil, saat diseret keluar dari restoran, karena sudah membuat keributan yang menimbulkan kekacauan parah di dalam ruangan VVIP itu.
"Bugh" dengan kasar, para sekuriti tersebut menghempaskan tubuh sintal seksi Sisil di depan pintu belakang restoran.
"Argh, dasar manusia-manusia menjijikkan!" Pekik Sisil, sambil berdiri dan mengusap bokong seksinya yang mencium tanah yang ditumbuhi rumput liar.
"Awas, kau wanita murahan, aku pasti akan membalasmu," gumam Sisil bersungut-sungut.
Wanita yang terlihat berantakan itu membalikkan badannya, dan berniat meninggalkan restoran tersebut, namun langkahnya terhenti saat netranya menangkap sosok yang ia kenal.
Dengan senyum mengembang dan langkah yang terburu-buru, atau setengah berlari, ia mendekati sosok pria setengah baya yang sedang berdiri di depan mobil mewah berwarna merah.
"Honey!" Seru Sisil dengan tersenyum cantik.
Ia melupakan penampilannya yang berantakan dan wajahnya yang terlihat babak belur.
Pria dewasa berusia setengah abad itu yang sedang tertunduk melihat ponselnya yang menyala.
Pria itu lantas mendongakkan kepalanya dan melihat ke arah sumber suara.
Dahi pria dewasa itu pun mengerut tajam, menelisik penampilan wanita sintal nan seksi itu dengan tajam.
Ia seakan lupa dengan sosok wanita dengan wajah yang dipenuhi lebam itu dengan alis tebalnya yang terangkat sebelah.
"Siapa?" Tanya dengan intonasi suara berat.
"Honey, ini aku, Sisil. My baby seksi mu," ucap Sisil dengan nada manja menggoda, ia segera lebih mendekat ke arah pria dewasa tersebut yang masih terlihat gagah dengan tubuh terlihat masih bugar dan seksi.
"Sisil?! Pria dewasa tersebut membeo lirih.
"Hm! Gumam Sisil manja dan ingin memeluk pria dewasa tersebut, namun si pria menghindar dengan wajah sinis dan jengah.
"Cih! Menjauhlah!" Suruhnya dengan mimik wajah jijik.
"What!" Pekik Sisil tertahan.
__ADS_1
"Apa maksudmu, daddy?" Tanya Sisil dengan nada suara di buat selembut mungkin.
"Menjauhlah, dan jangan coba-coba menyentuhku!" Ujar pria tersebut dengan dingin.
"Daddy! Kau kenapa? Apa kau marah padaku? Karena semalam, aku menolak melayanimu?" Cerca Sisil dengan nada merengek manja.
"Cih! Menjijikkan!" Sinis pria tersebut.
"Kau, kenapa, daddy?" Rengek Sisil yang masih berusaha menggoda pria tersebut.
"Aku minta maaf, kalau aku menolak melayanimu. Ok, aku akan melayanimu sekarang, daddy mau dimana? Di hotel, di apartemen atau kau mau melakukannya di dalam, mobil?" Ujar Sisil dengan semangatnya.
Sisil kini berdiri sangat dekat dengan pria dewasa tersebut, sehingga nafas mereka terasa beradu di depan wajah keduanya.
Tanpa di disangka-sangka, Sisil meraih tengkuk pria dewasa yang berdiri menjulang di hadapannya dan mencium bibir pria tersebut dengan begitu menggebu dan penuh hasraat.
Pria dewasa yang tadinya menolak pun ikut terbawa, godaan wanita simpanannya.
Mereka pun saling memagut di area parkiran restoran yang kebetulan sunyi.
Sisil bahkan menyentuh barang pria dewasa tersebut yang sudah berdiri menjulang tinggi.
Sisil menggodanya dengan mengusap-usapnya dengan lembut.
Sisil sangat mengetahui kelemahan pria dewasa tersebut yang bisa menaikkan hasraat pria kesayangannya yang selalu memberikannya materi dan kenikmatan di ranjang.
Pria dewasa itu, hanya bisa mengerang tertahan dengan bibir yang masih beradu sengit.
Tanpa sepengetahuan keduanya yang kini sudah terbawa suasana panas, seorang pria tinggi atletis dengan tubuh yang dipenuhi tato, menyaksikan adegan keduanya, dengan perasaan hancur dan kecewa.
__ADS_1
Tangannya mengepal erat, rahangnya sudah mengeras dan berubah merah padam.
Darahnya mendidih hingga ke puncak kepalanya, jantungnya bahkan memompa sangat cepat, sehingga dadanya terlihat naik-turun, bagaikan seseorang yang sedang sesak nafas.
Ia mendongakkan kepalanya keatas sambil menghembuskan nafas kasar dan membuangnya dengan kasar pula.
Sudut matanya terlihat berarti dengan dada yang terasa sakit.
Perasaannya pun kini kecewa, kepada wanita yang selama ini ia cintai dan sayangi, bahkan menjaganya bagaikan berlian, kini membuat dirinya kecewa dan patah hati.
Ternyata ia salah menempatkan hati kepada seseorang wanita yang ternyata adalah seorang wanita buruk.
Ia menganggap wanita itu bagaikan berlian berharga, sampai-sampai dirinya harus berdebat dengan sang nenek.
Siapa yang menduga barang yang dianggap berlian adalah sebongkah kerikil tajam.
Yang kini melukai hatinya dan juga menyakiti perasaannya.
__ADS_1
Davin meninggalkan kedua manusia menjijikkan itu dengan perasaan marah dan bercampur kecewa.