
"Kau, ingin mencobanya?" Lion mengarahkan sendok yang berisi masakan baru yang ada di restoran tersebut.
Rose terlihat mengangkuk samar dan menerima suapan kembarnya.
Lion bahkan membersihkan sudut bibir Rose yang terdapat sisa saus.
Lion juga mengusap rambut Rose lembut dan merangkul pundak saya saudara kembarnya itu dengan sayang.
"Lion, jaga sikapmu!" Tegur Rose sambil menepis telapak tangan Lion yang ada di pundaknya.
"Kau membuatku, geli," ujar Rose.
"Aku hanya menyayangimu, Rose," jawab Lion dengan lembut.
"Tapi, kita di mana, lion." Geram Rose.
"Di restoran dan sedang makan," lanjut Lion.
"Lion!" Gertak Rose kesal.
"Kalian terlihat seperti sepasang kekasih!" Sela Natalie.
"Coba lihat, semua orang memperhatikan kalian," ucapnya lagi.
Rose merotasi pandangannya dan benar saja, beberapa pengunjung restoran mencuri pandang ke arah meja mereka.
"Kalian, membuatku iri," celetuk Natalie.
"Kau tidak perlu iri, aku sebagai kakak baik untukmu, pun bisa menyuapimu adik culunku," timpal Nicko sembari menikmati makan siangnya.
"Cih! Menggelikan!" Sahut Natalie.
"Oh, adikku tersayang, muka mulut, culun," seloroh Nicko sambil mengarahkan sendok makan nya ke arah mulut Natalie.
"Is, Nicko!" Hardik Natalie pelan.
"Aku, hanya ingin menjadi kakak yang baik, sayang," goda Nicko sembari mencolek dagu sang adik.
"Nicko!" Natalie mendesis sambil menepis tangan Nicko.
"Kau begitu menggemaskan!" Seru Nicko.
"Mommy, daddy!" Teriak Natalie, saat Nicko terus saja mengganggunya.
Membuat Rose jengah dan merasa malu, saat para pengunjung menatap kelakuan Natalie dan Nicko heran.
"Nicko, Natalie. Jaga sikap kalian!" Gertak Rose pelan.
__ADS_1
Keduanya hanya mendelik ke arah Rose dengan bibir yag terlihat maju dua senti.
"Bibirnya jangan seperti itu," ujar Nicko kepada sang adik, ketika bibir mungil Natalie terlihat mengemaskan.
"Kau, ingin bibir jelekmu di sosor buaya, mesum," cetus Nicko yang tangannya kini menarik bibir sang adik.
"Nicko, sakit," adu Natalie dengan tangannya pun mencubit pinggang sang kakak.
"Kalian, berhentilah bertingkah seperti anak kecil!" Erang Rose pelan dengan gigi yang menyatu.
Kedua kakak beradik itu pun, terdiam mendengar peringatan dari Rose dan juga wajah mengerikannya.
Lion hanya tersenyum tipis melihat tingkah kekanak-kanakan kedua sepupunya ini.
Lion sudah terbiasa dengan tingkah, Nicko dan Natalie yang tidak pernah akur.
Nicko yang usil dan Natalie yang cengeng pun manja. Natalie yang begitu manja kepada daddy, Nathan.
Nicko yang begitu dibela oleh Jenny, ketika sang daddy memarahinya.
Namun mereka berdua saling menyayangi, Nicko yang usil plus mesum itu adalah sosok penyayang.
Ia rela meninggalkan mata pelajaran sekolahnya, demi melindungi sang adik yang sedang di bully, oleh para siswa lain.
Ia juga menghajar para siswa laki-laki yang sudah berani melecehkan sang adik, hingga tak berdaya, dan berakhir di kantor polisi.
Mereka pun makan dalam diam dan hanya suara alat makan mereka yang terdengar.
Dari kejauhan seorang wanita dengan penampilan serba minim itu, menatap tajam ke arah meja mereka.
Tepatnya menatap, Rose. Ia begitu membenci Rose yang menurutnya Rose lah penyebab renggangnya hubungan asmaranya dengan sang kekasih.
Belum lagi ia harus melihat pria incarannya di sana bersama wanita yang begitu ia benci, karena Rose lah ia harus kehilangan sumber uangnya, yaitu tuan Albert dan karir untuk menjadi model pun hancur.
Sekarang Sisil begitu marah saat, melihat Lion, CEO baru di perusahaan agensi light Hugo sedang bersama wanita yang membuatnya hancur.
__ADS_1
Sisil mengira Lion adalah suami Rose, jadi Sisil ingin membuat pelajaran kepada Rose.
Sisil ingin mempermalukan Rose di depan semua pengunjung restoran dan juga membuat hubungan Lion dan Rose retak, agar dirinya bisa mendekati Lion.
Begitulah rencana Sisil yang mengira Lion dan Rose adalah sepasang suami-istri.
Ia akan menggunakan video Rose dan Davin waktu di dalam mobil bergoyang.
Dengan menyeringai licik, Sisil berjalan ke arah meja yang ditempati Rose dan saudaranya.
Sisil meraih gelas yang berisi jus jeruk, ia ingin menyiramkannya ke wajah Rose.
Davin yang juga ingin mendekati meja Rose terhenti saat melihat keberadaan Sisil, kekasihnya.
Davin bersembunyi di sudut ruangan VVIP dan melihat sang kekasih berjalan ke arah meja Rose dengan sebuah gelas jus jeruk di tangan kirinya.
"Byur"
"Dasar wanita murahan!"

mampir yuk di novel Uma yang bertema horor.
__ADS_1
siapa tahu ada yang suka dengan tema horor ☺️