Perawan Tua Abadi And Bad Boy

Perawan Tua Abadi And Bad Boy
bab 55


__ADS_3

"Bugh"


"Argh, apa yang kau, lakukan?! Ringis Davin sembari mengusap pipinya yang terkena pukulan di rahang tegasnya.


Rose tidak menyahut, ia segera bangkit dari pangkuan David dan berjalan ke arah tempat tidur luas yang terletak di tengah-tengah ruangan mewah dan besar itu.


Dia yang gugup saat Davin mencium lehernya, secara refleks memukul wajah suaminya.


"Keluarlah, aku mau istirahat," usir Rose kembali.


Davin bangkit sebelum itu, ia melepaskan celana kain yang membungkus tubuh bagian bawahnya.


Pria itu berjalan mendekat ke arah tempat tidur di mana istrinya bersiap untuk berbaring.


Ia menarik kembali pergelangan tangan Rose dengan satu kali tarik dan merangkul kencang pinggang ramping istrinya.


"Apa yang kau lakukan, sialan!" Maki Rose dengan wajah garang.


Davin tidak menghiraukan wajah istrinya, ia langsung menarik bagian belakang leher istrinya.


Davin mengecup dan ******* bibir bawah dan atas sang istri secara pergantian.


Lidahnya pun kini bermain-main di dalam mulut dan sang istri, menggelitik seisi menghuni mulut istrinya.


Rose hanya bisa membolakan kedua matanya dan memukul-mukul dada sang suami yang tanpa sehelai kain itu.


Rose pun terlena dan ikut suasana panas yang dimulai oleh suaminya.


Dengan gerakan kaku, Rose membalas cumbuan davin dengan kedua tangannya kini bertengger indah di leher Davin.


Mereka pun saling menikmati cumbuan mereka yang kini makin memanas.


Davin bahkan menari-menarikan jari-jari panjangnya di setiap permukaan kulit punggung Rose yang terasa lembut, kenyal dan halus.

__ADS_1


"Cup"


Davin mengecup sekali lagi bibir Rose yang nampak membengkak, akibat ulahnya, ia mengusap sekitaran bibir Rose dari sisa Saliva mereka dengan jempolnya.


Davin tersenyum dan meraih tengkuk Rose, menyatukan kening keduanya dengan hidung mancung mereka saling bergesekkan.


"Apa kau lupa, kalau aku suamimu sekarang, hmm? Dan aku berhak atas kamar ini dan tentu saja dirimu, baby," bisik Davin di atas permukaan wajah Rose yang terlihat memejamkan mata menikmati aroma nafas suaminya yang memabukkan.


"Apa kau mengerti?" Tanya Davin dengan berbisik dan membelai seluruh wajah cantik Rose dengan hidung mancungnya.


Rose yang seakan terhipnotis dengan perlakuan sang suami menganggukkan kepalanya dengan mata yang masih terpejam.


Deru nafasnya kini terasa berat dengan dada naik-turun dengan begitu kencang.


Nafasnya pun terasa berat menerpa wajah Davin yang memandangnya dalam binar kekaguman.


Davin tersenyum melihat tingkah gugup istrinya yang terkenal arogan itu, ia pun mengecup kening dan bibir Rose sekali lagi.


"Tidurlah, terlebih dahulu. Aku ingin membersihkan tubuhku, dulu," ucap Davin lembu dengan intonasi suara berat di telinga Rose.


"Good, wife!" Puji Davin, meninggalkan satu kecupan lagi di kening Rose, sebelum beranjak ke arah kamar mandi.


Rose terduduk di atas ranjang dengan nafas memburu dengan begitu kencang, ia menyentuh dadanya yang berdetak kencang yang begitu terasa menyenangkan.


Ia juga menyentuh bibir yang masih terasa bekas cumbuan suaminya.


Ia juga terlihat menyentuh seluruh permukaan wajahnya yang masih terasa bekas sentuhan Davin.


Rose merebahkan tubuhnya ke belakang dengan wajah ia tutupi dengan kedua tangannya, ia menendang-nendang udara dan terpekik tertahan, seperti seorang gadis remaja yang sedang mendapatkan perlakuan manis dari seorang pria yang disukainya.


"Astaga, rasanya begitu menyenangkan," gumam Rose sambil menghela nafas dengan wajah merah.


Ia pun membalikkan badannya yang sekarang posisi tengkurap, ketika mendengar siulan Davin dari kamar mandi.

__ADS_1


Entah mengapa, mendengar suara seksi suaminya saja Rose merasa dadanya bergemuruh menyenangkan dan ia merasa gugup.


"Perasaan apa, ini?" Tanya Rose dalam hati.


"Dia begitu tampan dan seksi. hmm, … dan hot!" Cicit Rose dan menggigit bibir bawahnya saat mengatakan akhir kalimat.


"Astaga, Rose, kau mulai mesum," cibirnya pada dirinya sendiri lalu bangkit dari tengkurapnya.


"Dia kan, suamiku? Ingat, Rose, dia suamimu," tekan Rose dengan perang batin.


"Hm! Dia suamiku yang seksi dan hot," senyuman Rose nampak terlihat dengan pipi yang terasa panas.


Wanita itu pun berjalan perlahan ke arah pintu kamar mandi yang ternyata tidak tertutup rapat.


Dengan bertelanjang kaki, Rose lebih mendekatkan dirinya ke pintu kamar mandi dan memberanikan diri mengintip dari balik pintu.


Rose menelan Salivanya dengan susah dengan debaran jantung yang berdisko ria.


Wajahnya pun semakin terasa panas dengan bibir bawahnya ia gigit pelan.


Pemandangan di dalam sana begitu, menggoda jiwa mantan dengan titel perawan tua itu.


Punggung kokoh suaminya dengan tato sayap elang memenuhi sebagian punggung bagian atas Davin, yang terlihat begitu jantan dan seksi.


Kaki Rose seakan lemah tak bertulang, ia segera berpegangan di dinding Guan menahan bobot tubuhnya.


"Astaga, ini pertama kali aku melakukan ini. mengintip seseorang mandi," gumam Rose dan kembali mengintip.


Ia pun dibuat terbelalak, saat dihadapkan sebuah pemandangan yang tak kalah wow nya yaitu ….


"Jamur jumbo ajaib!"


"Bruk"

__ADS_1


"Akh"


__ADS_2