Perawan Tua Abadi And Bad Boy

Perawan Tua Abadi And Bad Boy
bab 78


__ADS_3

Ruangan luas dengan nuansa maskulin itu terlihat menyenangkan hati dan mereka yang pertama kali memasuki ruangan CEO akan menampilkan wajah kagum, atas kemewahan dan keindahan ruangan tersebut.


Namun kali ini nuansa menyenangkan itu, kini menjadi suram dan mencekam.


Pemilik ruangan pun hanya bisa menundukkan kepalanya di depan, seorang wanita berusia setengah baya, yang wajahnya masih tersirat kecantikan alami.


Wanita yang biasa dipanggil mommy itu. kini, duduk di sofa tunggal. Menampilkan, ekspresi wajah kecewa, marah dan tidak percaya.


Anak yang sudah ia dididik sejak kecil, bagaimana menjadi, seseorang yang menghargai orang dan menghormati orang yang lebih tua darinya, kini sikap putranya, sungguh membuatnya tercekat.


Kimberly light Hugo, hanya bisa menempatkan telapak tangannya di kening, ia menggunakan ibu jarinya pun telunjuknya untuk memijat pelipis sebelah kanan yang begitu terasa berdenyut-denyut.


Sementara sang putra, hanya bisa menundukkan wajahnya dengan perasaan menyesal.


Di sudut ruangan, gadis mungil yang sudah mendapatkan, penghina yang membuatnya, merasa hidupnya sangatlah rendah.


Gadis yang hanya mengais rezeki, untuk menghidupi adik-adiknya dan sang ibu.


Apakah semua orang kaya, selalu bersikap sombong? Menganggap harga diri seseorang tidak ada artinya? Menganggap harga diri seseorang layaknya sebagai barang murahan atau barang rongsokan.


Gadis mungil tersebut hanya bisa mengusap air matanya yang tiada hentinya mengalir.


Siapa yang tidak terluka, mendengar kata-kata kasar dan hinaan yang ditujukan untuknya.


Rose pun ada di ruangan itu. Ia pun tidak menyangka dengan sikap saudara kembarnya itu. Rose pun ingin sekali menghajar Lion yang sudah berani merendahkan martabat seorang wanita lemah.


Rose hanya bisa menahan amarahnya dan menatap saudara kembarnya itu dengan sorotan mata tajam.

__ADS_1



Kim terlihat bangkit dari duduknya dan bergerak, mendekati gadis mungil yang berdiri di sudut ruangan dengan wajah tertunduk lemah.


Wajah Kim terlihat menyesal atas apa yang putranya itu lakukan, ia sebagai seorang wanita pun ikut merasakan sakit hati atas ucapan hinaan sang putra.


Kim berdiri di hadapan gadis mungil yang biasa dipanggil, Lolly itu. Ia meraih telapak tangan Lolly dan menggenggamnya lembut. Kim meraih dagu Lolly yang terasa lembab karena dibasahi oleh air mata.


Kim mendongakkan wajah Lolly, wanita setengah baya itu dapat melihat raut sembab gadis di depannya, mata gadis itu terlihat lembab dan sembab. dengan hidung merah, kedua pipinya terlihat merah, karena menahan emosi sedihnya.


Gadis malang yang sekarang sangat membutuhkan sebuah pelukan hangat untuk menenangkan dirinya.


Kim meletakkan tangan kirinya di pipi kemerahan Lolly, mengusap lelehan air mata yang mengalir dari mata berbinar-binar karena genangan air mata.


"Maaf!" Lirih Kim yang hatinya pun ikut sakit.


Ia merasa gagal menjadi seorang mommy yang baik untuk anak-anaknya.


"Mommy! Apa yang kau, katakan." Lion mencoba mendekati mommynya dan mencoba menyela ucap sang mommy.


"Berhenti!"pinta Kim dingin.


"Apa yang harus mommy, lakukan. Setelah, gagal menjadi seorang ibu yang baik. Mommy, hanya lah, wanita yang sudah gagal menjadi seorang ibu yang baik untuk, kalian." Kim tersenyum miris kepada putranya.


"Maaf. Aku, sebagai seorang wanita dan juga seorang ibu, mewakilkan putraku untuk meminta, maaf." Lirih Kim yang ingin menjatuhkan tubuhnya di bawah kaki Lolly.


Tapi dengan sigap, Lolly menghentikan pergerakan kim dan segera memeluk tubuh Kim.

__ADS_1


"Jangan lakukan itu, nyonya. Aku — tidak menginginkan kata maaf. aku, … hanya menginginkan pelukan." Lolly memeluk tubuh Kim dan berucap dengan nada bergetar.


Kim membalas pelukan gadis mungil yang hanya sebatas dadanya saja, Kim pun mengusap punggung bergetar gadis itu.


Kim bisa merasakan kesedihan teramat sangat yang dialami gadis lemah tak berdaya ini.


"Siapa, namamu, nak?" Kim melepaskan pelukannya dan menghapus jejak air mata Lolly.


"Lolly!" Cicit gadis mungil tersebut.


"Nama yang lucu dan kau sangat imut juga manis, nak," puji Kim sembari meletakkan kedua tangannya di pipi Lolly, mengecup kening gadis itu dengan perasaan sayang, karena memiliki naluri keibuan yang peka.


Lolly terlihat tersenyum malu-malu dan wajahnya berubah merona.


"Cih! Dasar gadis, licik." Gumam Lion sinis.


"Mommy, dia hanya seorang gadis licik, yang sering memanfaatkan kelemahan orang," sela Lion dengan nada mencemooh.


"Bugh, bugh."


Rose yang sudah tidak tahan dengan ledakkan amarahnya, segera memberikan pukulan kuat di wajah tampan saudara kembarnya.


"Brengsek! Kau, pantas mendapatkannya." Gertak Rose marah.


"Mulai sekarang, dia akan menjadi asisten, pribadimu."


"Mommy!"

__ADS_1


"Tidak ada bantahan. Atau, kau kembali ke Jepang."


__ADS_2