Perawan Tua Abadi And Bad Boy

Perawan Tua Abadi And Bad Boy
bab 53


__ADS_3

"Selamat, nak!" Nenek Margaretha menghampiri, kedua pasangan suami-istri baru tersebut dengan air mata bahagia.


Davin yang melihat air mata sang nenek, segera memeluk wanita kesayangannya itu setelah sang mommy.


"Kenapa, nenek menangis?" Tanya Davin dengan wajah khawatir.


"Ini, air mata bahagia, nak. Ternyata, doa nenek terkabul yang ingin melihatmu, menikah," ucap nenek Margaretha sembari mengusap air matanya dan juga air hidungnya dengan tisu.


"Nenek jangan bicara seperti itu, nenek akan selalu bersamaku sampai kapanpun, jangan seperti, mommy yang pergi meninggalkan, aku," lirih Davin dengan mata berkaca-kaca.


Rose bergeming di tempatnya, melihat punggung suaminya yang bergetar dan juga kristal bening yang jatuh dari sudut matanya.


Ternyata suaminya ini, adalah sosok yang terlihat kuat dan masa bodoh, namun menyimpan kesedihan.


"Selamat, sekali lagi untukmu, nak," lirih nenek Margaretha.


"Hm! Gumam davin.


"Berjanjilah, kau tidak akan seperti, daddy mu," pesan ultimatum sang nenek.


"Tidak akan, nek. Aku berjanji, tidak akan melakukan hal yang sama, seperti yang dilakukan, pria itu kepada, mommy," pungkas Davin dengan mata tajam ke arah sang daddy, yang sedang menggoda seorang wanita seksi.


"Sudahlah, tidak usah, kau memikirkan pria tua itu," tegur nenek Margaretha.


Nenek Margaretha kini mengalihkan pandangannya kepada Rose yang masih setia berdiri di belakang Davin, suaminya.


"Oh cucu menantuku, yang cantik!" Seru nenek Margaretha yang kini memeluk tubuh tinggi Rose.


"Selamat yah, sayang," ucap nenek Margaretha lembut.


"Terimakasih, nek," balas Rose dengan tersenyum ramah, memperlihatkan deretan giginya yang putih bersih.

__ADS_1


"Aku, titip anak nakal ini kepadamu, nak," pesan sang nenek Margaretha.


"Jangan khawatir, nek. Dia akan aman, bersamaku," ujar Rose dengan senyum penuh arti kepada Davin.


"Nenek, akan merasa tenang, karena, anak nakal ini berada di tangan yang tepat." Nenek Margaretha berucap dengan terkekeh.


"Tentu saja, dia akan menghancurkan kulit wajahku," gumam davin.


"Apa kau mengatakan sesuatu, sayang?" Tanya Rose dengan senyum miring.


"Ck! Davin hanya berdecak kesal.


Seluruh keluarga besar Hugo dan Kato pun mengucapkan selamat kepada pasangan suami-istri baru itu, dengan keharuan dan canda tawa.


Namun tiba-tiba, ponsel Davin berdering di tengah canda tawa keluarga.


Davin melihat ponselnya, dan dia melihat nama sang pemanggil.


Davin hanya meliriknya sebentar dan mengabaikannya yang begitu saja.


"Sisil?"


"Kau, masih berhubungan dengannya?" Bisik Rose dengan wajah mereka yang begitu dekat.


"Tidak! Cup," jawab Davin singkat dan mencuri kecupan di bibir sang istri.


Rose hanya mendelik dengan bibir mencibir tajam.


"Kenapa, kau tidak mengangkat panggilan darinya?" Tanya Rose lagi yang kini kedua tangannya merangkul pundak lebar Davin.


Mereka sekarang berada di lantai dansa, bergerak mengikuti irama musik klasik.

__ADS_1


"Tidak penting," balas Davin yang menghirup aroma manis dari balik ceruk leher istrinya.


"Kau, seperti seorang istri yang sedang, cemburu," ujar Davin sambil terkekeh.


"Jangan bilang kau sedang cemburu, baby," bisik Davin di depan wajah Rose, pria itu juga memainkan hidung mancungnya di setiap inci wajah sang istri.


"Dalam mimpi," ketus Rose sambil melepaskan lilitan tangannya di pundak sang suami, ia bermaksud meninggalkan suaminya sendiri. Tapi, dengan segera Davin menariknya kembali ke pelukan suaminya itu.


Rose tentu saja terkejut dengan kelakuan Davin, ia hanya bisa membesarkan kelopak matanya ke arah sang suami, yang hanya menanggapinya tidak acuh.


"Apa yang kau, lakukan!? Sentak Rose.


"Memeluk, istriku," sahut Davin dengan kedua tangannya memeluk erat tubuh sang istri.


"Lepaskan, aku mau istirahat. Aku lelah," lirih Rose.


"Baiklah, aku akan mengantarmu,"


Davin pun membawa sang istri duduk kembali di kursi pengantin, Davin juga meletakkan kepala Istrinya di pundaknya dan merangkul pundak ramping sang istri.


"Lihatlah, dia begitu manis."


"Iya, kamu benar, mereka terlihat serasi."


"Satunya, cantik. Dan yang satunya, tampan plus hot."


Begitulah komentar dari para tamu undangan yang dari kalangan wanita.


Dari kejauhan, sosok wanita bertubuh sintal, menatap nanar dan tajam ke arah pasangan suami-istri tersebut.


Matanya pun berkaca-kaca melihat sosok Davin yang begitu manis memperlakukan sang istri.

__ADS_1


"Davin, hanya milikku, milikku." Wanita itu meremas sebuah undangan acara resepsi pernikahan Rose dan Davin, dengan pandangan tajam mengarahkan kepada Rose.


"Aku akan merebutnya darimu wanita, sialan."


__ADS_2