Perawan Tua Abadi And Bad Boy

Perawan Tua Abadi And Bad Boy
bab 61


__ADS_3

Dari kejauhan terlihat seorang pria tinggi menjulang dengan pakaian putih ala chef, sedang fokus membolak-balik masakan di atas teflon khusus memanggang daging steak.


Wajah seriusnya terlihat kemerah-merahan akibat terpaan hawa panas dari masakan.


Namun ketampanan dan kemaskulinan pria itu tidak memudar sedikitpun, ia malah bertambah mempesona dan mengagumkan


Davin terlihat beberapa kali melihat jam tangan mewahnya yang terhias cantik di pergelangan tangan kirinya.


Wajahnya tersirat rasa bahagia dan ketidaksabaran untuk bertemu dengan seseorang.


Tampak terlihat dirinya sedang kasmaran dan ingin segera menemui pujaan hatinya itu.


Davin tersenyum dan menggelengkan kepalanya, bayang-bayang wajah cantik sang istri terus menghantui pikirannya saat ini.


Wajah Arogan istrinya, wajah konyolnya, wajah cueknya dan wajah cemberutnya yang terlihat menggemaskan di mata pria bertato tersebut.


"Astaga, aku begitu merindukannya." Davin bergumam pelan sembari mengangkat daging steak yang ia panggang.


Pria tampan dengan status suami orang itu, memasak masakan spesial buat sang istri tersayang. Yang entah mengapa membuatnya selalu ingin berada di sisi wanita yang sering dijuluki, perawan tua abadi itu.


Davin terlihat menghiasi steak daging khas tersebut dengan tampilan semanarik mungkin.


"Selesai!" Lirihnya dengan wajah puas.


Ia juga membuat makanan penutup untuk wanitanya.


Sebuah cake coklat dengan sedikit aroma jeruk kesukaan sang istri.


Davin tersenyum tampan saat, melihat hasil masakan istimewanya khusus dipersembahkan untuk sang istri.


Pria itu melepaskan atribut memasaknya dan membersihkan diri di kamar mandi yang ada di ruangan pribadinya.


Sedangkan masakannya ia letakkan di meja kerjanya disebut tempat khusus agar masakannya tetap hangat.



"Kau akan pergi?" Seseorang bertanya kepada Davin, saat pria itu baru saja keluar dari kamar mandinya dalam keadaan sebuah handuk lembut membungkus bagian bawahnya.



Davin menghentikan pergerakan kakinya yang ingin melangkah ke arah kamar istirahatnya.



Ia menolehkan kepalanya ke arah sumber suara dan ia mengernyit dengan tatapan bingung ke arah dua orang asing di duduk di sofa ruangannya dengan tatapan berbeda.



Seorang tamu yang ingin memakai jasa Davin untuk memasak masakan mewah di acara ulang tahun putrinya.



Seorang tamu berkebangsaan Cina. Itu terlihat dari wajah mereka dan juga penampilan kedua tamu tersebut.

__ADS_1



Seorang pria setengah baya dengan tubuh tambun dan seorang gadis yang merupakan anak pria tersebut, yang memandangi Davin tanpa berkedip.



Siapa yang tidak terpesona dengan sosok di depan sana.



Dengan tubuh setengah telanjang yang memperlihatkan, otot-otot tubuh bagian atasnya yang begitu mempesona.



Apalagi dihiasi tato yang hampir memenuhi bagian atas tubuh pria itu.



"Ehem!" Daniel berdehem dan memberi kode kepada Davin untuk segera memakai pakaian.



Davin pun menurut dan melanjutkan langkahnya ke arah kamar istirahat miliknya.



Sedangkan wanita dengan wajah oriental khas China tersebut, masih mengikuti langkah Davin hingga menghilang memasuki kamar.




"Perkenalkan, dia Mr. Sie Li Lang dan anaknya Mrs, …."


"Sie Yang Lan," sela wanita bermata sipit dengan rambut lurus terurai itu, memperkenalkan dirinya sambil mengulurkan tangan ke arah Davin.


Davin yang menghormati tamunya pun menyambut uluran tangan wanita itu sekilas dan melepaskannya segera.


Membuat gadis dengan gaun bermotif bunga-bunga itu merasa kecewa, karena tidak bisa lama-lama menyentuh pria tampan tersebut.


"Selamat siang dan selamat datang di restoran, kami, Mr Sie Li." Davin menyalami pria setengah baya itu dengan ramah dan mempersilahkan tamunya untuk duduk kembali.


"Ada yang bisa kami bantu, Mr?" Tanya Davin ramah.


"Ehem." Mr Sie Li berdehem untuk menyadarkan anak gadisnya yang terus menatap Davin.


Davin menoleh ke arah anak Mr Sie Li dengan tersenyum ramah.


Meskipun merasa tidak nyaman di perhatikan terus, sebisa mungkin Davin bersikap seramah mungkin.


Gadis itu merasa berbunga-bunga mendapatkan senyum manis dari Davin.


Entah mengapa ia begitu terpesona dengan sosok pria yang mengenakan kemeja hitam yang memperlihatkan dada bidangnya itu dan sebuah celana jeans yang terdapat robekan di bagian lutut.

__ADS_1


"Iyakan, nak?" Pertanyaan sang ayah membuat gadis itu keluar dari khayalannya.


"H-hm i-iya, ayah," jawabnya gugup.


"Jadi, saya ingin anda menyajikan menu masakan mewah di hari ulang tahun anak saya, chef," ujar Mr Sie Li.


"Kapan dan di mana?" Tanya Davin.


"Besok dan di sebuah kapal pesiar. Mungkin kami akan mengadakan pesta selama dua malam," pungkas Mr Sie Li.


"Baiklah, saya terima tawaran, anda," sahut Davin.


Membuat anak Mr Sie Li tersenyum bahagia.


"Daniel, kau siapkan semua keperluan untuk menghadiri acara, Mr Sie Li. Mungkin aku tidak bisa menghadirinya," ucap Davin sambil melirik jam tangannya.


"Kenapa, bukan anda yang memasak masakan di pesta ulang tahun putri saya, chef?" Tanya Mr Sie Li.


"Maaf tuan, saya sudah menikah dan saya punya prioritas utama yang saya jaga, yaitu istri saya." Davin mengangkat jari manisnya yang tersemat sebuah cincin pernikahan sederhana namun memiliki harga fantastis itu kepada, Mr Sie Li.


Davin ingin mengatakan kepada putri Mr. Sie Li, kalau dia adalah seorang pria beristri.


Terlihat wajah kecewa dari putri Mr. Sie Li, ia yang tadinya merasa bahagia dapat mendekati Davin nanti di acara ulang tahunnya kini harus kecewa.


"Maaf, Mr. Sie Li. Saya harus pergi sekarang, karena saya sudah ada janji dengan istri saya, kalau anda masih ingin memakai jasa kami, anda, bisa membicarakannya dengan sahabat saya ini." Davin bangkit dan berpamitan dengan Mr Sie Li ia juga menunjuk sahabatnya untuk menggantikan dirinya.


"Saya, akan membayar anda berapapun anda mau, chef," tawar Mr. Sie Li, yang tidak ingin membuat putrinya bersedih.


Davin kembali ke posisinya dan tersenyum ramah kepada sang tamu.


"Maaf, Mr. Kebersamaan dengan istri saya yang lebih penting daripada segalanya, jadi …, saya minta maaf sekali lagi, Mr," tolak Davin dengan nada sopan.


Daniel hanya bisa menghela nafasnya melihat penolakan sahabatnya dengan kerjasama ini, yang bernilai fantastik.


Sedangkan anak Mr Sie Li, sudah murung dengan wajah kecewa.


"Permisi, saya undur diri," pamit Davin dan segera bangkit kembali dengan wajah gelisah.


Ia tidak hentinya menatap angka jarum jam di pergelangan tangannya.


"Anda akan menyesal, sudah menolak permintaan saya, chef," ancam Mr Sie Li.


Davin membalikkan badannya kembali dan tersenyum kepada Mr Sie Li.


"Saya, akan lebih menyesal tidak menemui istri saya sekarang juga." Setelah mengucapkan perkataan menohok kepada Mr Sie Li, Davin bergegas keluar dari ruangan dengan sebuah tote bag di tangannya yang berisi masakan yang disiapkan khusus untuk Rose.


"Ingin mengancamku, cih," sungut Davin yang berjalan terburu-buru ke arah pintu khusus menuju parkiran.


"Perawan tua kesayanganku, I'm coming," Seloroh Davin dalam hati dan tersenyum gembira.


Ia juga nampak mencium tote bag yang ada di tangannya, dengan wajah berseri-seri.


Kini Davin menunggangi kuda besinya membelah jalanan kota Los Angeles dengan wajah bahagia.

__ADS_1


__ADS_2