Perawan Tua Abadi And Bad Boy

Perawan Tua Abadi And Bad Boy
bab 30


__ADS_3

Rose memejamkan matanya dengan punggung lelahnya ia sandarkan ke belakang kursi mobil.


Hari ini Rose begitu lelah dengan drama pertemuannya dengan Davin.


Wanita cantik itu berharap, semoga dirinya tidak akan bertemu lagi dengan sosok pria, super menyebalkan yang ia temui hari ini.


Baru saja Rose bergumam dan berdoa dalam hati, agr tidak bertemu lagi dengan Davin, namun saat mobil mewahnya yang ia tumpangi dengan granny berhenti karena lampu merah, ia melihat Davin di dalam mobil sang nenek, yang tepat di sebelah mobilnya.


"Sial!" Gumam Rose dan segera saja ia menutup jendela kaca mobilnya, yang sengaja ia buka untuk menghirup udara malam.


"Ada apa?" Tanya granny yang mengejutkan Rose.


"T – tidak!" Jawabnya terbata.


Granny hanya menaikkan alis tuanya yang mulai terlihat memutih itu, dan mencoba menenggok ke samping, tapi dengan segera Rose menghentikan niat sang nenek.


"Kau kenapa?" Tanya granny kembali dengan wajah heran.


"Tidak! Kembalilah duduk yang tenang granny, pasti granny, lelah," imbuh Rose, sambil membantu granny Gabriela ke posisinya.


"Aneh," menolong granny Gabriela.



Sementara pria yang ingin dihindari Rose, sedang bersungut-sungut kesal kepada sang nenek.



Nenek Margaretha memangsa sang cucu untuk ikut pulang dengannya, kalau tidak, maka nenek Margaretha akan mengurung dirinya di dalam kamar, tanpa makan apapun.



Davin yang begitu menyayangi, sang nenek hanya bisa pasrah dan patuh kepada perintah nenek Margaretha.



Davin pun meninggalkan kekasihnya di kantor polisi, dengan perasaan berat hati.



Sisil yang sedang mencari perhatian nenek Margaretha, hanya bisa mengiyakan kepergian Davin.



Demi menjadi seorang nyonya besar Jackson, Sisil rela menurunkan harga dirinya.



Sejak tadi ia ingin berbicara kasar kepada nenek Margaretha, namun bakat bermuka duanya begitu menyakinkan kekasihnya.



Davin membuka matanya yang terpejam saat, indra pendengarannya menangkap suara keributan geng wanita di samping mobil sang nenek.


Mata Davin langsung berbinar saat menangkap pemandangan di sebelahnya yang begitu wow, bila di lewatkan.


Davin menurunkan kaca mobil mewah sang nenek, dan bersiul menggoda ke arah samping, di mana segerombolan wanita berpakaian seksi sedanhlh bercanda ria.


Davin bahkan mengeluarkan kepalanya dan mencoba merayu para wanita cantik dan seksi itu.

__ADS_1


"Hey, girls!" Seru Davin sambil mengedipkan matanya.


Para wanita yang berada di mobil sport mewah dengan bagian atas mobil terbuka itu, menoleh ke asal suara.


Mereka pun terpekik, saat mengetahui siapa yang sudah menggoda mereka.


"Hey, Mr Jackson!" Seru balik salah satu dari mereka yang mengenakan gaun malam hitam.


"Kalian ingin bersenang-senang?" Tanya Davin ramah, jangan lupa senyum nakal pria itu yang mampu membuat para wanita seksi tersebut menjerit kagum.


"OH Tuhan, anda begitu tampan, tuan," puji wanita yang mengenakan blouse ketat merah dan bawahan rok span yang panjangnya di atas paha.


"Terimakasih, seksi atas pujiannya," ucap Davin dengan suara berat mendayu dan mengigit bibirnya saat mengatakan seksi.


Membuat para wanita itu menjerit histeris. Dan memasang pose menggoda mereka.


"Anda, ingin ikut?" Tanya wanita yang di samping kemudi.


"Ide bagus, girls," sahut Davin.


"Ayo!" Ajak para wanita itu.


"Ba –" seruan Davin terhenti saat ia merasakan telinganya panas oleh jepitan jari sang nenek.


"Entahlah, kalian dari cucu ku!" Pekik nenek Margaretha.


"Dasar cucu nakal," geram nenek Margaretha dan manambah kekuatan jepitan di telinga sang cucu.


"Nenek, sakit!" Teriak Davin


Membuat wanita di sebelahnya tersenyum puas, sejak tadi ia mengamati dalam diam kelakuan Davin.




Mobil Rose yang dikemudikan oleh sopir pribadi granny, kini sudah memasuki kawasan Mansion mewah granny Gabriela.



Rose turun lebih dulu dan membukakan pintu untuk granny dan membantunya berjalan memasuki Mansion.



Rose mengerukan dahinya heran dengan keadaan Mansion yang gelap gulita.



Ia menghentikan langkahnya dan menatap granny yang wajahnya sudah terlihat kelelehan.



"Kenapa, kau berhenti?" Tanya granny dengan suara seraknya.



"Gelap!" Lirih Rose.


__ADS_1


Granny pun mendongakkan kepalanya dan ia pun ikut bingung dengan keadaan Mansion yang gelap gulita.



"Ayo, kita masuk," ajak granny.



"Stop! Rose menghentikan langkah granny.



"Biar aku saja yang memeriksanya, granny," usul Rose.



Dia hanya khawatir, kalau ada sesuatu berbahaya di dalam sana.



"Tidak! Granny ikut," tolak granny untuk menunggu.



"Granny!" Erang Rose.



Tanpa memperdulikan wajah kesal sang cucu, granny melangkah pelan terlebih dahulu, meninggalkan Rose di belakangnya.



Rose pun menyusul granny melangkah kearah pintu Mansion.



"Hati-hati, granny," ujar Rose.



Tangan tua granny pun memegang tungkai pintu yang berlapis emas itu dan membukanya sedikit demi sedikit.



Granny menegokkan kepalanya terlebih dahulu dan betapa terkejutnya dia melihat keadaan Mansion nya.



"A – apa ini!" 



Dan ....



bersambung.


__ADS_1


next malam lagi ......!!!


__ADS_2