
Lolly terloncat kaget, saat mendengar suara Lion berteriak lantang memanggil namanya.
Gadis mungil dengan rambut coklat yang diikat tinggi ke atas segera berlari menuju ruangan CEO.
oleh Rose yang menunjukkan raut wajah bingung, karena tidak biasanya, sang adik berteriak selantang itu, kepada orang apalagi kepada seorang wanita.
Rose mendahului Lolly masuk ke dalam ruangan Lion, dan Rose di sajikan oleh pemandangan yang tidak biasa dilakukan oleh saudara kembarnya itu.
Rose tertegun di depan pintu menyaksikan saudara kembarnya sedang bercumbu dengan wanita yang tadi bersamanya di lift.
"Bukankah, aku menyuruhmu mengantarkan minum, kenapa kau lama sekali. Dasar, gadis lamban." Lion yang memunggungi pintu ruangan tidak mengetahui kehadiran Rose yang kini raut wajahnya semakin terlihat tak percaya.
"Hey, gadis bodoh, kenapa kau β" Lion yang berteriak sekali lagi sambil membalikkan tubuhnya, terlihat terkejut dengan kehadiran Rose di sana. Sedangkan tubuh mungil Lolly terhalang oleh tubuh tinggi Rose di depannya.
"R-Rose," gumam Lion gugup.
Rose masih diam di ambang pintu dengan sorot mata mengarah ke wanita di samping Lion.
"Pergilah!" Rose melirik ke belakang di mana Lolly berada dan menyuruhnya pergi.
"Baik nona," sahut Lolly patuh.
Rose pun melangkah masuk lebih dalam ruangan Lion, dengan tatapan tak berpaling dari Lion dan wanita yang berada di sampingnya.
"Kau, ingin menjelaskannya kepadaku?" Rose ini duduk di kursi kerja Lion dengan penuh wibawa kepemimpinan.
Lion menoleh sekilas ke samping dan tersenyum tipis, dan menarik tangan wanita tersebut menghadap Rose yang masih mengawasi gerak-gerik saudara kembarnya itu.
Sementara, wanita yang bersama Lion terlihat heran dengan keberadaan Rose di ruangan Lion dan dengan lancang duduk di kursi kebesaran sang pemimpi perusahaan agensi terbesar di kota Los Angeles.
"Dia Cleo James, teman masa kuliahku, di Jepang." Lion memperkenalkan teman wanitanya kepada Rose.
__ADS_1
Lion melirik teman wanitanya dan memberikan kode untuk memperkenalkan dirinya kepada Rose.
"Samantha James," ucap teman wanita Lion dengan ramah sambil mengulurkan tangan ke depan wajah Rose.
Rose masih diam dengan dahi mengerut, wajahnya pun terlihat tak terbaca.
"Ehem" Lion berdehem untuk menyadarkan saudara kembarnya itu yang masih menelisik teman wanitanya.
Rose tampak tidak acuh dengan deheman Lion, ia bangkit dari duduknya dan melewati teman wanita Lion begitu saja, tanpa menghiraukan uluran tangan, Samantha.
"Rose light Kato!" Geram Lion tertahan.
Membuat wanita disampingnya tersentak kaget. Wanita itu tidak menyangka, kalau wanita arogan yang kini duduk di sofa, adalah saudara Lion.
"Hm! Dia salah satu, saudara kembar ku. Dia anak pertama." Lion menjelaskan semuanya kepada teman wanitanya dengan nada tidak enak, karena sikap Rose.
Samantha masih menatap Lion dan Rose bergantian, mencari kesamaan wajah keduanya, dan ia baru mendapatkan kemiripan saat menatap lekat wajah Rose.
"Kami tidak terlalu, mirip," jelas Lion yang mengerti raut bingung teman wanitanya.
Rose kini menatap tajam ke arah Lion dengan raut wajah tak terbaca.
"Kami, biasa melakukannya." Samantha menyahuti pertanyaan Rose dengan gamblang.
Kini pandangan Rose kepada Lion semakin nyalang. Seakan ingin menguliti saudara kembarnya itu.
"Sejak kapan, kau berubah menjadi pria murahan, Lion light Kato?" Rose sengaja menekan ucapannya yang berhasil membuat Lion menggeram tertahan.
"Rose!" Sentak Lion sambil menyugar rambut coklatnya yang kini mulai memanjang, sehingga menutupi kedua sisi rahangnya.
"Kau, merubah penampilan mu? Dan, β¦ kau menggunakan tato?" Rose merubah posisi duduknya dan berjalan mendekati Lion. Meraih pergelangan tangan saudara kembarnya itu dan memandangi tangan Lion yang terdapat gambar tato.
__ADS_1
"Really?! Sentak Rose tidak percaya
"Hm!" Lion mengangguk yakin.
"You are crazy!" Rose mengeram dan menghempaskan tangan Lion.
"Come on, Rose. Ini hanya gaya dan style jaman sekarang," jelas Lion jengah.
"Why?" Rose kini mencoba menahan rasa marahnya dengan kedua tangan terlipat di depan dada.
"Aku yang menyarankan kepadanya, karena dia, terlihat lebih cool dan macho memakai tato di tangan." Samantha dengan santainya menjelaskan kepada Rose, ia tidak melihat perubahan raut wajah saudara Lion itu.
"Bukankah, suamimu juga menggunakan, tato? Bahkan hampir seluruh tubuhnya. Jadi β tidak ada masalah, bukan?" Pungkas Lion santai.
"Lion light Kato!" Gertak Rose.
Lion yang sangat mengenali raut wajah Rose sekarang ini, segera menyuruh teman wanitanya pergi. Dan mereka akan bertemu di tempat biasa.
Samantha pun menurut dan mengecup sekilas bibir Lion dan meninggalkan ruangan CEO.
cek story' ig dan FB; Uma bie, kalau mau lihat visual berjalan Lion π
Lion light Kato
Nickolas Keller
__ADS_1
Lolly white