Perawan Tua Abadi And Bad Boy

Perawan Tua Abadi And Bad Boy
bab 41


__ADS_3

"BERHENTI!" Teriak Rose di dalam mobil, yang mana atap mobil tersebut sudah kembali tertutup.


Davin yang ingin menjauhkan wanita perawan tua di sampingnya dari mata jahat para lelaki mesum, jadi dirinya menutup kembali mobil sport mewah Rose.


"Pria berdaki sialan, berhenti kataku!" Pekik Rose dengan kedua tangannya memegang kuat pegangan yang ada di atas kepalanya, karena Davin melajukan mobilnya dengan ugal-ugalan.


"STOP! PRIA BERDAKI, BRENGSEK. STOP! Bentak Rose dengan wajah merah.


Davin terus saja melaju dengan kecepatan menggebu, ia bahkan menyalip beberapa pengendara lainnya.


"Davin Jackson!" Pekik Rose.


"Berhentilah, kau mual!" Adu Rose.


"Berhentilah, sialan," Pekik Rose, sembari memukuli lengan keras Davin.


"Pria berdaki, berhenti!" Hardiknya.


Namun pria itu, seakan menulikan teriaknya. Karena Davin tidak sedikitpun menurunkan laju kecepatannya.


"Berhentilah. Akh! Aku begitu muak dengan mu, ini adalah hari tersialku, karena bertemu denganmu, sialan. Aku berharap tidak akan bertemu denganmu lagi!" Teriak Rose di dekat telinga Davin.


"Apa, begini caramu menggoda, para pria?" Ucap Davin sinis.


"Apa?"


"Menggoda para pria brengsek di jalanan," pungkas Davin tidak suka.


"Apa urusan anda, tuan. Itu urusan saya, anda tidak berhak mengurusi urusan saya. Mau pria tergoda kepada saya, yang itu risiko kecantikan, saya," imbuh Rose sengit.


"Jadi berhentilah dan jangan mencampuri urusan, saya." Tutur Rose lagi.


"Karena kita tidak ada hubungan apapun," lanjut Rose dingin.


"Ciitt"


Davin pun menekan pedal rem secara mendadak di rambut lalu lintas yang masih berwarna hijau dan di atas garis penyebrangan jalan bagi pejalan kaki.


"Bruk"


"Ciitt"


"Prang"


Suara keributan pun terdengar di belakang mobil Rose, yang saling menabrak bagian belakang, akibat kelakuan Davin yang tiba-tiba berhenti secara mendadak.

__ADS_1


Di depan pun terdapat pejalan kaki yang sedang menyebrang berteriak histeris.


Dada Rose terlihat kembang kempis dengan berat, matanya pun tertutup dengan kening menghantam dashboard depan mobil.


Ia melihat keadaan di depan dan belakang yang begitu kacau, seperti kejadian tabrakan beruntung.


Dengan wajah merah karena amosi, Rose menoleh kesamping dengan mata tajam.


Baru saja Rose ingin melayangkan makian, tiba-tiba benda kenyal nan lembut menabrak bibirnya.


Benda hangat itu juga menyesap dan memagut bibir Rose lembut.


Rose hanya bisa membeku di tempatnya dengan leher berputar ke samping.


Dada Rose pun semakin kembang kempis dengan cepatnya, ia tidak membalas ciuman bibir Davin, ia masih terdiam bagaikan sedang terkena hipnotis.


Davin yang begitu gelap mata, saat mendengar ucapan Rose yang mematik jiwa posesif nya, ia merasa dadanya bergemuruh panas mendengar perkataan Rose.


Entah mengapa ia tidak terima wanita yang sedang ia cumbu berada di pelukan pria lain.




Jangan tanyakan keadaan di luar, yang kini para pengendara turun dari mobil mereka dan mendekati mobil Rose.




Begitupun dengan para pejalan kaki yang hampir tertabrak mobil Rose.



Mereka pun kini mengelilingi mobil Rose dengan berteriak, dan memaki.



Ada yang keluar dengan dahi yang benjol, ada yang keluar dari mobil dengan hidung berdarah, gigi yang copot, wajah yang memar dan ada juga yang keluar dalam keadaan setengah telanjang.



"Hey, keluarlah!" Teriak semuanya, sambil menggebrak mobil mewah Rose.


__ADS_1


"Keluar, dasar tidak becus."



"Lihatlah, sepertinya dia orang kaya, mobilnya saja sangat mahal dan mewah, hanya ada 10 unit di dunia," komentar salah satu dari mereka.



"Omong kosong, percuma saja kaya, kalau tidak memiliki, attitude." Sahut yang lainnya.



"Iya, benar!"



Kicau yang lainnya membenarkan sahut yang tadi, mereka pun kembali menggebrak mobil mewah Rose.



"Keluarlah, sialan!"



"KELUAR!



"Kalau, tidak kami ak, …." Ancaman mereka terhenti, karena mobil mewah tersebut tiba-tiba bergoyang.



Dan terdengar erangan dan desisan dari dalam.



Mereka terdiam dengan raut wajah terkejut dan melongo.



Mereka bahkan menganga dengan bola mata terbuka lebar.



Suara guncangan mobil Rose semakin menggila dan terdengar teriakan seorang pria di dalam sana.

__ADS_1



"Apa sekarang, tren mobil bergoyang di jalan?"


__ADS_2