
Rose terlihat keluar dari minimarket dengan sebuah tote bag di tangannya yang berisi beberapa cemilan sehat dan juga jus kemasan.
Rose berjalan menghampiri mobil yang terparkir dan dia mendesis saat melupakan mengunci mobil.
"Sial, kebiasaan yang sangat buruk, Rose," gumam Rose menirukan gaya bicara sang mommy.
"Ah, aku jadi merindukan, mommy." Rose masih bergumam pelan sambil berjalan ke arah mobil yang terparkir elegan.
Rose mengernyit bingung, saat melihat beberapa petugas kepolisian berada di sekitar mobilnya.
Dengan rasa penasarannya, Rose berjalan cepat mendekati mobilnya.
Apa ada yang mencoba mencuri mobilnya? Atau mencoba merusak mobil berharga selangit itu.
"Atau – " Rose berjalan lebih cepat ke mobilnya, ia baru mengingat sesuatu penting ada di dalam mobilnya itu.
Sebuah file yang sangat berharga, mungkin seharga satu pulau pribadi.
"Permisi!" Seru Rose dengan nada dinginnya.
"Ada yang terjadi dengan mobil saya, tuan-tuan?" Tanya Rose dengan wajah penasaran.
Ketiga polisi itu menoleh ke arah Rose dan memberikan senyum ramah kepada anak dari konglomerat terpandang di kota ini.
"Kami, sedang mencari pengacau sedang bersembunyi, nona muda Kato," ungkap sang petugas kepolisian.
"Pengacau? Maksud kalian penjahat?" Tanya Rose sekali lagi.
"Bukan, nona, hanya seseorang yang melakukan kekacauan di jalan raya," ucap sang petugas kepolisian.
"Oh. Tapi dia tidak mungkin bersembunyi di dalam mobil saya, tuan," sahut Rose dengan wajah datar.
Para petugas itu pun saling pandang satu sama lain, mereka pun mengangguk dan meminta maaf kepada Rose dengan ketidaknyamanan yang mereka lakukan.
"Maaf, atas ketidaknyamanan ini nona, Kato," ucap sang petugas kepolisian.
"Hm! Rose hanya bergumam.
Rose pun masih berdiri di samping pintu mobilnya sambil menatap punggung para kepolisian.
Rose memutari pintu mobil dan menyimpan belanjaan miliknya d kedalam bagasi belakang.
__ADS_1
Setelah itu Rose pun kembali ke pintu mobil, membukanya dan duduk di belakang kemudi.
Ia tidak menyadari sosok pria yang kini menatap dirinya dengan mata yang berbinar kagum.
Apalagi penampilan Rose tampak berbeda saat berada di perusahaan.
Sekarang Rose terlihat begitu menggemaskan dan imut, dengan kemeja bajunya yang kancingnya terbuka hingga di bagian pusar.
Dan rambut gelombang berwarna coklat kemerahan Rose terurai indah.
Davin hanya bisa terdiam dengan menahan nafas sesaat dan jangkung lehernya yang terdapat Tato sayap burung itu, terlihat bergerak naik-turun.
Ia melupakan tujuan awal dia bisa mendapatkan masalah dengan pihak kepolisian dan berakhir di dalam mobil wanita salju di sampingnya.
"Glek" Davin menelan ludahnya kasar ketika Rose menggulung rambutnya ke atas, sehingga terpampanglah leher panjang Rose yang begitu seksi.
"Oh Tuhan!" Cicit Davin tanpa sadar.
Rose yang mendengar suara lirihan, pun, menolehkan wajahnya ke samping.
Kedua bola mata Rose membola sempurna dan wajahnya terlihat terkejut.
Atas kekagumannya kepada sosok dewi salju di sampingnya.
"Argh" teriak Rose kencang saat baru sadar dari keterkejutannya.
"KAU! Pekik Rose.
Sontak saja, Davin menjadi panik, apalagi pihak kepolisian tadi kini kembali ke arah mereka.
"Hey, kenapa kau berada di dalam, mobilku," bentak Rose.
"Apa, yang kau inginkan."
"Jawab aku, bedebah, SIALAN!" Pekik Rose.
Sementara Davin hanya bisa mendengus kesal, saat para kepolisian itu kini kembali ketempat mobil Rose.
"Apa kau lihat, ahk!" Gertak Rose.
"Ke —" perkataan Rose tidak melanjut, saat melihat Davin tiba-tiba, …."
__ADS_1
Davin yang melihat para petugas kepolisian yang semakin mendekat itu pun, menarik tengkuk Rose dan menabrakkan bibir keduanya.
Davin bahkan dengan mudahnya mengangkat tubuh tinggi ramping Rose ke pangkuannya.
Davin yang merasakan kehangatan dan kelembutan bibir Rose dan betapa manisnya bibir seksi wanita di atas pangkuannya.
Davin yang terlena dengan kemanisan alami dan kelembutan bibir Rose, menyesapnya dan ********** secara perlahan dan hati-hati.
Davin mengunci pergerakan Rose dengan menahan kedua tangan Rose kuat saat wanita di atasnya memberontak.
Davin juga menekan tengkuk leher Rose kuat, agar wanita itu tidak mampu bergerak.
Davin terus mencium bibir Rose dengan gerakan lembut dan penuh penghayatan.
Rose pun hanya bisa terpaku dengan perbuatan Davin kepadanya.
Ini adalah hal pertama baginya dan rasanya begitu menyenangkan.
Rose bisa merasakan ribuan semut bergerak-gerak menggelitik perutnya.
"Ahk, rasanya begitu menyenangkan," batin Rose.
Sementara para polisi yang berada di luar mobil Rose pun terkejut dengan dua insan manusia, sendang saling bercumbu mesra.
Ketiganya lantas meninggalkan mobil mewah Rose sambil menggeleng.
"Ternyata, dia buas juga," batin salah satu petugas kepolisian.
"Oh Tuhan, ini salah, seharusnya ini tidak terjadi," monolog Rose dalam hati.
"Tapi ini sungguh menyenangkan," batinnya lagi.
"Akhh!"
"Dasar, pria ber daki!"
"Sttt!
"KAU!"
"Apa, yang kau lakukan dengan bibir berhargaku, kau tahu, ini adalah ciuman pertamaku, bedebah!"
__ADS_1