Perawan Tua Abadi And Bad Boy

Perawan Tua Abadi And Bad Boy
bab 31


__ADS_3

"Surprise!" Teriak seorang pria seumuran Rose.


Rose dan granny Gabriela menatap tidak percaya dengan pria di depan mereka.


Sosok yang sangat keduanya kenal kini berdiri di hadapan mereka dengan senyuman khas pria tersebut.


Sudut bibir tertarik namun matanya tenggelam, senyuman yang begitu memabukkan.


Rose dan granny masih melongo di depan pintu utama Mansion granny.


Keduanya masih membeku dengan mulut terbuka, melihat pria depan mereka.


Mata Rose dan granny memindai penampilan pria tampan tersebut dengan wajah tidak percaya.


"Rose, granny, aku merindukan, kalian!" Seru nya dan berniat menghampiri Rose dan granny yang masih terbengong.


"STOP!" Sentak granny Gabriela.


Pria itu pun berhenti dengan wajah heran dan terkejut, melihat reaksi Rose dan granny.


"Kau siapa?" Tanya granny dengan mata mengerut.


"Apa kau manusia jadi-jadian?" Sambung granny.


"Atau, kau manusia setengah jadi?" Tebak granny dengan mata memicing tajam.


"Granny, ini aku cucumu yang paling tampan, Lion light Kato," sahutnya dengan wajah menggemaskan minta di tabok.


"Lionardo!" Pekik granny senang.


"Bukan, granny , sayang." Geram Lion gemas salah satu anak kembar Kim dan Arthur yang laki-laki.


"Oh liontin ku," sambut granny gembira.


Wanita paruh baya itu pun memeluk tubuh tinggi cucu laki-laki satu-satunya.


"Aku merindukanmu, granny," lirih Lion dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


"Oh, cucuku yang tampan dan manis," ucap granny seperti berbicara kepada seorang anak kecil.


"Granny pun merindukanmu, cucuku," sahut granny sambil mencium kening sang cucu.


Lion pun memeluk erat granny Gabriela kesayangannya, wanita yang selalu memanjakannya dan menuruti semua permintaannya.


Granny membalas pelukan hangat sang cucu dan mengelus punggung lebar Lion.


Kini mata sipit Lion menatap sang saudara kembar perempuannya.

__ADS_1


Ia pun tersenyum hangat memperlihatkan gigi gingsung nya.


Lion melepaskan pelukannya kepada granny dan beralih kepada Rose.


Lion merentangkan kedua tangannya, untuk menyambut pelukan saudara kembarnya yang pertama keluar.


Dengan wajah jengah, Rose pun mendekat dan masuk kedalam pelukan saudara kembarnya.


"Aku merindukanmu!" Bisik Lion.


"Hm!" Gumam Rose tidak acuh.


"Ck! Kau tidak berubah, dude," ejek Lion sembari melepaskan pelukannya.


"Kapan, kau datang?" Tanya Rose sambil menatap wajah kembarannya.


Kalau dilihat sekilas memang terlihat berbeda, namun dilihat dengan intens maka keduanya sangat mirip.


Hanya bentuk kelopak mata dan bibir yang membedakan keduanya.


Garis wajah dan kulit pun sama, tinggi badan keduanya pun sama.


Warna mata keduanya juga sama, hanya bentuk kelopak yang membedakan.


"Baru satu jam lalu," jawab Lion sembari membawa Rose duduk di sofa yang ada di ruangan lebar itu.


"Tidak! Gumam Lion diiringi gelengan kepala.


"Aku bersama, Nicholas," lanjut Lion.


"Kemana, dia," Rose merotasi keadaan sekitar, untuk mencari keberadaan Nicholas, anak dari Nathan dan Jessy.


"Aku disini!" Seru seorang pria tampan dengan tubuh tinggi atletis.


"Hey, wanita tua kesayangan ku, aku berharap engkau selalu tenang di alam sana," selorohnya asal.


"Pletak"


Tiba-tiba sebuah sandal rumah melayang ke arah dan hampir mengenai kepalanya, beruntung pria itu sudah hafal pergerakan granny.


"Dasar cucu, durhaka," geram granny.


"Jangan marah granny, nanti kau terlihat semakin tua dan itu akan membuat umurmu menjadi pendek," sahut Nicko.


"Kau, menyumpahi, granny,"


"Aku tidak menyumpahi, granny, tapi mendoakanmu," lanjut Nicko.

__ADS_1


"Dasar cucu durhaka!" Teriak granny emosi.


"Oh Tuhan, vertigo ku," Kelu granny.


"Kau, tidak apa-apa, granny?" Tanya Rose khawatir.


"Vertigo ku," lirih granny.


"Suruh, mereka pergi dari sini. Granny bisa jantungan kalau mereka ada di sini," pinta granny.


"Oh Tuhan, nafasku berhenti!"


"Syukurlah!" Timpal Nicko.


"Nicko!"


"Aku, hanya mempermudah jalan granny," celetuk Nicko.


"Stop, Nicko. Pergilah kalian," usir Rose.


"Tunggu dulu," sela Nicko.


"Apa lagi, Nicko, ...."


"Aku, punya sesuatu untuk kalian," ucap Nicko.


"Apa?" granny dan Rose bersamaan menyahuti perkataan Nicko.


"Ini!" tunjuk Nicko sambil memperlihatkan sebuah kontak besar.


"Apa ini?" tanya Rose bingung.


"Bukalah," suruh Nicko dengan senyum usil.


Rose dan granny, bersamaan membuka kotak besar pemberian Nicko.


"Apa ini?" tanya Rose saat melihat isi kotak hadiah yang di berikan Nicko.


"Dasar cucu minta di gantung!" teriak granny.


saat melihat hadiah dari Nicko, yang merupakan sebuah boneka khusus wanita kesepian.


namun granny di berikan tokoh kakek-kakek yang merupakan legenda di dunia film biru.


"itu bagus untuk mengurangi beban granny yang sudah melajang selama berpuluh-puluh tahun."


"Nickolas!" teriak granny geram.

__ADS_1


__ADS_2