
Semua pengunjung restoran terdiam dengan menahan nafas sesaat, ketika wanita dengan kacamata yang terbingkai di wajahnya, melayangkan satu tamparan di wajah si wanita, yang sudah berani menghina anak dari keturunan keluarga Kato.
Bukan hanya itu, wanita manis dengan tubuh mungilnya menarik rambut Sisil dan menghentakkan di meja makan, membuat Sisil berteriak kesakitan.
"Argh"
"Lepaskan!" Teriak Sisil mengeluh sakit.
"Berani-beraninya, kau, menghina saudara perempuan ku!" Pekik Natalie di samping telinga Sisil.
Natalie kembali menarik rambut Sisil sambil berdiri di dekat meja yang mereka tempati.
Makanan di atas meja pun kini berserakan di mana-mana, akibat kerasnya Natalie menghantamkan kepala Sisil di meja.
"Lepas!" Desis Sisil yang mengeluarkan air mata di sudut matanya.
"Melepaskanmu? Setelah kau sudah berani menghina, saudara ku,"
"Jangan harap aku akan melepaskanmu, wanita jaalang," bisik Natalie kembali.
Sisil terlihat begitu tak berdaya dengan keadaan wajah yang terlihat terluka di bagian sudut bibir dan keningnya.
"Natalie, lepaskan dia!" Perintah Rose santai.
Rose hanya menanggapi semua kelakuan Sisil dengan santai dan tidak terpancing sedikitpun.
Lion pun hanya bisa diam dengan senyum puas, tadinya dia yang akan membuat pelajaran kepada wanita yang menghina saudara kembarnya.
Tapi Natalie yang berdiri di sampingnya dan lebih dekat dengan Sisil, lebih dahulu melayangkan tamparannya kepada wanita bernama Sisil.
Wanita yang datang ke agensi light Hugo dan mencoba merayunya.
Wanita yang pun membuat keadaan agensi ricuh dengan pengakuannya yang menuduh dirinya sudah melakukan tindakan pelecehan kepada wanita ini.
Beruntung Nicko menunjukkan cctv segera mungkin dan Sisil di lemparkan keluar dari perusahaan agensi light Hugo.
"Yang aku katakan benar, dia sudah membuat kekasihku, tidak mencintaiku, lagi. Kalau kau tidak percaya, aku mempunyai videonya." Sisil yang tidak ingin harga dirinya diinjak-injak, kembali beraksi.
__ADS_1
Memperlihatkan ponselnya kepada Lion dan juga Natalie.
Senyum miring tercetak di sudut bibir Sisil yang terluka, ketika, Lion menatap ke arah Rose yang hanya bersikap tidak acuh.
Jangan tanyakan Davin yang juga hanya terdiam di sudut ruangan tersebut, pria itu tadinya ingin menolong wanitanya, namun, entah kenapa ia juga tidak terima Rose dihina dan dipermalukan. Jadilah, langkahku menjadi berat untuk ikut bergabung.
"Rose!" Seru Lion dengan tatapan yang meminta penjelasan, pun dengan Natalie.
"Ck! Rose berdecak kesal dan kembali duduk, setelah melihat makanan berserakan di atas meja sudah bersih.
"Tadi malam aku sudah menjelaskannya pada, kalian," jawab Rose santai sembari menikmati makanan penutupnya yang baru di sajikan oleh pelayan restoran.
"Jadi, …."
"Yap, itu hanya berita sampah. Dan sama seperti wanita ini adalah, SAM-PAH!" Lanjut Rose dengan penekanan di akhir kalimatnya.
Sisil yang mulanya merasa puas karena bisa membuat Lion dan Natalie bungkam itu, kini wajahnya berubah merah, karena kesal mendengar kata hinaan dari Rose yang ditujukan untuk dirinya.
"Hey! Kau yang sampah MURAHAN," Pekik Sisil yang dengan gerakan tak terduga ingin melayangkan tamparan di wajah Rose.
"Jangan, coba-coba menyentuh saudara ku, kalau tidak, … hidupmu akan hancur seperti sampah," bisik Lion dingin sambil mencengkram rahang Sisil.
Membuat Sisil meringis sakit dan wajahnya berubah ketakutan.
"Lepaskan." Sentak Sisil yang menjauhkan tangan Lion di rahangnya.
"Kalian tidak tahu siapa, aku?" Gertak Sisil penuh kepercayaan diri.
"Aku tahu siapa, kau," sahut Natalie yang menyandarkan bokongnya di meja dan melipat tangannya di depan dada.
"Kau, wanita simpanan tuan Albert, bukan? Dan kalian memiliki scandal, menjijikkan," ungkap Natalie santai.
Semua orang disana terkejut dengan penuturan Natalie, begitu pun dengan Davin.
Jangan tanyakan dengan Sisil, yang kembali terdiam dengan tubuh kaku.
"T – tutup mulutmu!" Hardik Sisil terbata.
__ADS_1
"Why?" Tanya Natalie dengan senyum miringnya.
"Kau, tidak tahu kalau aku adalah kekasih dari tuan, muda Jackson," tutur Sisil.
Terdengar tawa renyah dari mulut Rose sambil bertepuk tangan.
Ia hampir saja tersendat cake yang ia nikmati sembari menyimak perdebatan di depannya.
Natalie dan Lion menatap Rose dengan alis terangkat keatas.
Rose membersihkan mulutnya dengan sebuah serbet kain lembut berwarna putih. Setelah itu dengan tersenyum sinis menatap ke arah Sisil.
"Kekasih, tuan muda Jackson atau, tuan Jackson sendiri," ucap Rose pelan dengan sebuah senyuman sinis terukir di sudut bibirnya.
"Jangan membalikkan fakta nona, MURAHAN!" Pekik Sisil tidak terima dengan pengakuan Rose.
Rose menatap saudara kembarnya yang ingin memberi Sisil pelajaran karena lagi-lagi mengatakan dirinya murahan.
"Kau, memang wanita yang sangat cerdik, mendekati anak dan juga ayahnya, malam menjadi teman ranjang sang ayah, siang menjadi teman ranjang sang anak. Wow, sungguh prestasi jaalang yang patut dimusnahkan." Imbuh Rose panjang lebar.
Membuat Sisil tidak dapat berkutik apa-apa, ia bingung dari mana wanita Arogan ini tahu tentang dirinya.
Tiba-tiba datang seorang wanita setengah baya dari arah belakang Sisil, dengan wajah begitu marah.
Dengan kasarnya, wanita itu membalikkan tubuh Sisil kasar dan memberikan Sisil satu tamparan keras yang membuat wanita seksi itu bergeser ke belakang.
"Dasar wanita murahan, jaaalang!" Teriak wanita dengan gaya glamor.
Sisil hanya bisa meringis dan menatap sengit wanita setengah abad itu, namun betapa terkejutnya dia, saat menyadari siapa wanita tersebut.
"Kau. Wanita simpanan suami saya kan' baby sugar suami saya," cerca wanita tersebut dengan wajah merah.
"Wah, kau benar nyonya, dia wanita yang juga menjadi simpanan suami saya," sela wanita satu geng sosialita wanita tersebut.
Sisil tidak dapat lagi berkutik saat di hadapi oleh para wanita yang merupakan istri dari sugar Daddy nya.
Sementara Davin hanya bisa terdiam dengan perasaan entah apa, saat mendengar sendiri pengakuan buruk tentang kekasihnya.
__ADS_1