
"selamat malam, Gabriela." Tuan Kim dan cucunya, Fang Yu mengucapkan salam dengan ramah juga penuh kehormatan.
Granny dan yang lain berdiri dari duduk mereka dan menyambut ramah sang tamu kehormatan keluarga Kato malam ini.
"Selamat malam juga, Kim. Dan selamat datang di kediaman kami," sambut granny penuh kehangatan.
Granny pun memperkenalkan satu persatu keluarganya kepada tuan Kim dan cucunya.
"Maaf, tuan," Nathan menyela percakapan granny dan tuan Kim.
"Ada apa, nak," jawab tuan Kim dengan tersenyum.
Nathan pun melirik dan menatap lekat pria yang berada di samping tuan Kim
Nicko yang melihat raut wajah sang daddy, menyiapkan dirinya untuk bisa menahan tawa.
" Mari kita lihat, pertunjukan seru malam ini," batin Nicko.
"Bisakah anda membangunkan, dia," ucap Nathan sambil menunjuk ke arah Fang Yu.
Semua orang pun menyerngit heran dengan ucapan daddy Nathan.
"Apa maksudmu, nak," timpal tuan Kim sambil menoleh ke samping di mana cucunya pun terlihat bingung.
"Apa anda tidak melihat, mata cucu anda, tertutup?" Terang Nathan.
"Lihatlah, dia hebat, bisa berjalan dalam keadaan tertidur," Seloroh daddy Nathan sambil menengok wajah Fang Yu.
Semuanya pun terkejut mendengar perkataan Nathan yang nyeleneh.
Granny bahkan menyenggol lengan keponakannya itu dan menginjak kakinya.
Tuan Kim dan Fang Yu hanya bisa tersenyum kikuk dengan penuturan Nathan.
"Dia tidak sedang tertidur, nak. Dia memang tercipta dengan mata kecil dan sipit," imbuh tuan Kim sambil tersenyum.
Sedangkan Fang Yu hanya bisa mencuri pandang ke arah Rose, yang tentunya gerak-geriknya bisa tertangkap dengan mata tajam Davin.
"OH, begitu. Mohon maafkan saya, tuan." Dengan perasaan tidak nyaman, dad Nathan meminta maaf.
"Saya tidak tahu dan saya kira ia sedang tertidur. maklum, matanya model mata terpejam," celetuk dad Nathan.
Jenny mencubit pinggang sang suami dan tersenyum tidak enak kepada tuan Kim.
"Saran saya, daddy tidak perlu mengetahui nama cucu tuan Kim, granny." Nicko mendekati granny Gabriela dan berbisik.
"Kenapa?" Bisik granny penuh tanda tanya.
"Fa*k you," bisik Nicko.
"Pletak" granny memukul keras kepala Nicko.
"Kau mengumpat, granny?!
"Bukan, granny. Tapi daddy yang akan, …." Nicko tidak bisa melanjutkan ucapannya saat mendengar sang daddy memperkenalkan diri.
"Siapa, namamu, nak," tegur dad Nathan ramah.
Tuan Kim dan cucunya, Fang Yu tampak ragu memperkenalkan dirinya.
Granny pun merasa was-was dengan wajah khawatir. Ia hanya bisa berdoa, semoga sang ponakan tidak menimbulkan masalah.
"Kenalkan, saya Nathan Keller." Nathan mengulurkan tangannya untuk memperkenalkan dirinya kepada dua pria berbeda usia di depannya.
Fang Yu dengan ragu membalas uluran tangan Nathan yang terlihat antusias.
__ADS_1
"F-Fa-Fang Yu," lirih Fang Yu pelan.
"Siapa?! Ujar Nathan.
"Fang Yu," jawabnya sambil tersenyum.
Jangan tanyakan raut wajah Nathan yang begitu terkejut mendengar nama pria yang kini berdiri menjulang tinggi di hadapannya.
"Kau, serius tuan muda?! Wajah Nathan berubah merah dan menatap lekat Fang Yu.
"Katakan, siapa namamu!" Pinta Nathan, raut wajahnya seperti menahan sesuatu.
"Fang Yu!" Jawab cucu tuan Kim.
Sedangkan yang lain kini sedang asyik bercerita, tanpa menyadari sesuatu.
Perubahan ekspresi wajah Nathan semakin tak enak di pandang mata.
"Really? Kau berkata kasar kepada ku?" Geram Nathan sambil menatap Fang Yu tajam.
Pria sipit itu hanya bisa mengerutkan keningnya dengan wajah bingung.
"Aku, tidak mengumpat mu, tuan," jelas Fang Yu dengan wajah kebingungan.
"Kau, mengumpat ku, brengsek." Nathan menarik kerah jas Fang Yu.
Semuanya kini menatap Nathan dan Fang Yu, Nicko hanya bisa menarik nafasnya dan berbisik kepada granny.
"Sudah aku katakan, jangan sampai daddy menanyakan, namanya," ujar Nathan.
"Sayang! Apa yang kau, lakukan." Jenny segera menyingkirkan tangan suaminya dari kerah jas Fang Yu.
"Dia tidak sopan kepadaku, honey," adu Nathan.
"Dia mengumpat ku dan mengatakan, f*ck you," jelas Nathan dengan wajah geram.
Jenny segera menatap pria tinggi di depannya dengan lekat.
"Jangan, menatapnya seperti itu!" Sentak Nathan segera menarik sang istri ke sisinya.
Tuan Kim pun melerai berdebat itu dengan ramah dan sopan.
Tuan Kim juga menjelaskan kepada, Nathan, kalau nama cucunya adalah Fang Yu, bukan f*ck you.
Nathan yang sudah terlanjur kesal itu pun hanya bisa terdiam, dan mendelikkan matanya kepada Fang Yu.
Granny pun mulai menjamu tamunya dengan begitu ramah dan hangat.
Kini mereka sedang menikmati makan malam yang sesekali diselingi pembicaraan dan canda tawa.
Fang Yu, sesekali masih melirik Rose yang kini sedang di manjakan oleh suami tercintanya.
Ia hanya bisa tersenyum miris melihat keromantisan Rose dan Davin yang tidak tahu tempat itu.
Sedangkan Natalie terus memandangi Fang Yu dengan rona wajah merah muda.
Ia begitu bahagia, karena bisa menjadi pendamping hidup pria yang ia kagumi.
__________
"Jadi, kapan kita akan mengadakan acara pertunangan mereka." Granny memulai pembicaraan serius setelah menyelesaikan jamuan makan malamnya.
"Kita, serahkan kepada mereka, Gaby," sahut tuan Kim.
Kini tatapan granny memandangi Natalie dan Fang Yu yang duduk saling berdampingan.
__ADS_1
Natalie yang terus-menerus bersikap malu dan sesekali mencuri pandang ke arah samping.
Sementara Fang Yu, hanya diam dengan raut wajah yang sulit dimengerti.
Kini Fang Yu menoleh ke sampingnya, dimana Natalie pun menatapnya dengan senyum mengembang.
Fang Yu kembali mengarahkan pandangannya kepada granny dan sang kakek.
"Aku serahkan semuanya kepada, kalian," sahut Fang Yu.
Granny dan yang lainnya pun mengangguk dan tersenyum bahagia.
Jangan tanyakan raut wajah Nicko, yang terus memperhatikan gerak-gerik Fang Yu.
Ia tidak ingin adik kesayangannya kelak hidup menderita, apalagi, Nicko bisa melihat ada keraguan di dalam raut wajah pria sipit tersebut.
Nathan dan Jenny pun hanya bisa mengikuti semua keputusan granny.
Sebagai orang tua, mereka hanya bisa mendoakan kebahagiaan untuk anak-anak mereka.
"Baiklah, kita akan mengadakan acara pertunangan Minggu depan." Granny pun mengambil keputusan untuk mengadakan acara pertunangan Minggu depan.
Semuanya pun setuju dengan keputusan granny Gabriela, begitu pun dengan Fang Yu dan Natalie.
_________
"Maaf, atas sikap ayahku, tuan." Natalie mengucapkan permintaan maaf kepada Fang Yu.
Mereka kini berada di taman belakang, tepatnya di pinggir kolom renang.
"Tidak masalah," sahut Fang Yu yang terus menatap wajah cantik Natalie.
"Bolehkah, aku meminta sesuatu kepadamu?" Pinta Fang Yu.
"A-a-apa, tuan," sahut Natalie gugup.
"Bisakah, aku melepaskan ini?" Fang Yu menunjuk kacamata bening Natalie dengan mata sipitnya terus memandangi wajah cantik Natalie.
Natalie pun duduk dengan gelisah dengan debaran jantung yang memompa sangat cepat.
"Bisa," lirih Natalie, sembari melepaskan kacamatanya yang memperlihatkan iris matanya yang berwarna biru terang yang mengikuti warna mata sang daddy.
"Cantik!" Gumam Fang Yu tanpa sadar, yang terpesona dengan wajah cantik Natalie tanpa kacamata.
"Anda mengatakan sesuatu?" Tanya Natalie yang ingin mengenakan kembali kacamatanya.
"Jangan! Aku suka melihat wajahmu tanpa, ini." Fang Yu menahan pergerakan tangan Natalie yang ingin mengenakan kacamatanya kembali.
Natalie pun membuang wajah meronanya kesamping dengan terus tersenyum malu-malu.
Fang Yu yang tangannya terlihat gemetar berusaha menyentuh telapak tangan Natalie dengan wajah pucat.
Mereka tidak sadar, kalau sejak tadi dua orang pria berbeda usia itu, sedang mengintip di balik pohon di pinggir kolam renang.
Nicko dan sang daddy, terus mengintip dan mengawasi gerak-gerik putri kesayangannya.
"Dia mau apa?" Bisik dad Nathan.
"Sepertinya, dia ingin menyentuh, Natalie," jawab Nicko yang bersembunyi di bawah sang daddy.
"Brengsek! Berani-beraninya pria itu ingin menyentuh putriku," geram Nathan yang kini menegakkan punggungnya dan tanpa sadar mendorong tubuh kekar di bawahnya.
"Awas, kau pria bermata sipit!"
"Byurr"
__ADS_1