Perfect Husband 2

Perfect Husband 2
Episode 12


__ADS_3

“Sila, apa


aku pernah punya istri selain kamu?” Di perjalanan pulang Andra menanyakan


kebenaran pernyataan Sila saat di kantor polisi.


“Itu?  Benar, kamu pernah menikah dengan seorang


wanita bernama Sesilia.  Dia istri


pilihan kakek, karena Sesilia adalah anak konglomerat yang menjanjikan akan


menjanjikan akan membantu memulihkan perusahaan kakek yang sedang bermasalah,”


“Benarkah?


Lalu saat itu kamu bagaimana?”


“Tentu saja


aku tidak terima, bahkan kita kehilangan bayi kita yang pertama karena itu.


Untung setelah itu kita masih bisa balikan lagi seperti biasanya, hingga


akhirnya wanita itu berusaha meracuni aku dan yang meminumnya adalah kak Andre,


hingga saat itu kakak mengalami kebutaan dan lumpuh,” Sila masih ingat kejadian


itu terjadi saat syukuran rumah baru hadiah ulang tahun Andra yang mereka


tempati sekarang.


“Berarti,


kemungkinan Sesilia masih menaruh dendam pada kita. Wanita itu sampai berani


meracuni kamu, itu artinya dia memang benar-benar orang yang berbahaya.


Tapi  aku bersyukur, hanya aku yang


mereka celakai sampai lupa ingatan seperti sekarang, bukan kamu atau anak-anak.


Setelah kejadian ini, aku jadi semakin sayang pada kalian semua. Aku berharap


bisa menjadi suami dan ayah yang terbaik untuk kalian.” Andra tentu saja tidak


inginsampai membuat keluarganya mnderita karenanya. Lebih baik dia sendiri yang


menanggungnya.


“Terima


kasih Andra, kamu adalah suami terbaik, kamu juga ayah yang terbaik. Tidak


perlu berusaha menjadi yang terbaik lagi,”


“Tapi aku


ingin menjadi lebih baik lagi dari hari kemarin, aku ingin menjadi lebih


spesial lagi dari ini.”


“Baiklah,


aku akan semakin sayang kalau begitu. Kamu mau nggak, mampir ke Panti?”


“Panti?”


“Iya, panti.


Kan yang bantu buat merealisasikan keinginan aku buat bikin rumah orang tuaku


menjadi panti. Bahkan kamu kasih tahunya saat panti udah jadi, loh. Kamu penuh


kejutan pokoknya, itu salah satu yang paling aku sukai dari kamu, Mas.” Sila


sangat semangat menceritakan sejarah dari panti milik keluarganya.


“Benarkah?


Aku di masalalu ternyata sangat menyayangi kamu ya. Maafkan aku ya, kalau


misalnya aku belum bisa menyayangimu sebaik dulu.  Aku akan berusaha keras seiring waktu aku


pasti akan bisa mencintai kamu seperti dulu.”  Andra merasa dirinya belum bisa seromantis seperti saat dia belum


mengalami amnesia.


“Jangan


terburu-buru memaksakan diri untuk mengingat semuanya. Biarkan semua mengalir


apa adanya, aku masih bisa berkumpul denganmu juga sudah sangat bahagia, Mas. Aku


tidak menuntut apapun, hanya... tetaplah ada di sampingku,”


Andra menggenggam


salah satu tangan Sila dengan sebelah tangannya juga. Sekilas dalam ingatan


Andra, dia pernah melakukan hal ini juga di masa lalu. Di masa yang telah


lewat, mereka memang pasangan yang romantis. Sekilas banyangan kebersamaan


mereka tergambar di dalam ingatannya, meskipun hanya bagian-bagian  yang sangat kecil.


membuat Sila


mngingat kembali hal-hal yang pernah mereka lakukan di dalam mobil. Ada banyak


hal, tapi apa yang bisa membuat Andra mengingat sesuatu? Sila ingat sesuatu...


“Kita pernah


mendengarkan sebuah lagu dan bernyanyi bersama,”


“Coba


putarkan aku lagu itu...”


“Coba aku


cari dulu, nah... ini dia, semoga kamu bisa inget sesuatu...”


Kutuliskan kenangan tentang


Caraku menemukan dirimu


Tentang apa yang membuatku mudah


Berikan hatiku padamu


Takkan habis sejuta lagu


Untuk menceritakan cantikmu


Kan teramat panjang puisi


Tuk menyuratkan semua cinta ini


Telah habis sudah cinta ini


Tak lagi tersisa tuk dunia


Karena telah ku habiskan


Sisa cintaku hanya untukmu


Aku pernah berfikir tentang

__ADS_1


Hidupku tanpa ada dirimu


Dapatkah lebih indah dari


Yang ku jalani sampai kini


Aku selalu bermimpi tentang


Indah hari tua bersamamu


Tetap cantik rambut panjangmu


Meskipun nanti tak hitam lagi


(Lirik lagu Virgoun: Surat Cinta


Untuk Starla)


“Ini pas


kita mau kemana? Aku hanya ingat sekilas kita nyanyi bersama,”


“Memang kita


nyanyi bareng sepanjang jalan, ceritanya pagi itu kita mau ke rumah mama, mas


tahu, hari itu aku bahagia banget, meskipun ada adegan yang cukup menegangkan


setelahnya,”


“Oh, ya? Apa


itu?”


“Mas beneran


mau tahu?”


“Iya, ayo


cerita...”  Andra tampak begitu antusias


ingin mendengar kelanjutan cerita Sila.


“Mas dapat


pukulan dari kakak, karena aku curhat sama dia soal masalah kamu dan mantan


pacar kamu yang namanya Sisca, tiba-tiba datang ke Indonesia dan bilang kalau


dia hamil anak kamu,”


“Memangnya


aku benar aku sudah menghamili dia?”


“Ternyata


anak itu bukan anak kamu. Kamu bilang, memang pernah tidur satu kamar dengan


dia, tapi kamu tidak yakin kalau kalian melakukan sesuatu, dan waktunya berbeda


jauh dengan usia kehamilan Sisca,”


“Ternyata


masalaluku penuh dengan skandal dengan beberapa perempuan,”


“Kamu memang


di kelilingi banyak perempuan, Mas. Sampai akhirnya kamu menikah denganku. Kamu


memang tampan, makanya banyak wanita yang tergila-gila padamu,”


“Itu kan


dulu, sekarag wajahku buruk rupa, siapa yag mau dekat denganku?”


satu-satunya wanita yang akan menerima mas apa adanya. Di mataku, mas tetaplah


lelaki yang paling tampan,”


“Kamu memang


selalu bisa mengambil hatiku, terima kasih, sayang...”


“Sama-sama.


Eh, Mas... belok kanan. Ke sana arah Panti Asuhan kita,”


Andra


mengikuti arahan Sila, mereka berbelok ke arah rumah lama Sila yang telah di


ubah menjadi panti. Tampak beberapa anak tengah bermain di halaman. Andra langsung


merasa akrab dengan tempat itu. Saat mereka turun dari mobil, anak-anak


berhamburan berlari ke arah Andra dan Sila, mereka berebut mencium tangan


keduanya.


Andra tersenyum


lebar menyambut mereka, menyalami satu persatu sambil sesekali mengusap kepala


mereka. Sekilas lagi puzzle itu muncul di ingatan Andra. Ia sering melakukan


kegiatan ini.


Mereka berjalan


menuju panti. Seseorang yang keluar dari panti terkejut dengan kehadiran Andra


di sana. Ia adalah Andre, sejak sepeninggal Andra, Andre memang sering membantu


Sila mengurus panti. Setelah saling berpandangancukup lama akhirnya Andre


menyongsong kedatangan adiknya dengan langkah lebar, lalu memeluk adiknya


erat-erat.


“Andra...


ini benar-benar kamu? Aku pikir aku tidak pernah di beri kesempatan lagi untuk


bertemu denganmu, untuk menebus kesalahanku,”  Andre menangis haru, ia bisa memeluk adik kembarnya setelah


bertahun-tahun.


“Aku juga


senang bertemu kembali dengan kakak,” Sila pernah mengatakan ia memiliki kakak


kembar, tentunya lelaki yang mirip dengannya itu adalah kakaknya.


“Aku pernah


menangisimu, karena aku belum meminta maaf atas semua dosaku padamu, Andra. Hanya


membantumu mengurus anak dan panti yang bisa kulakukan, dan berharap itu bisa


menebus semua kesalahanku padamu,”


“Kakak


bicara apa? Dosa apa yang kakak maksud?” Andra tentu saja tidak mengerti dengan


apa yang di bicarakan oleh kakaknya itu.

__ADS_1


“Di


masalalu, aku beberapa kali melecehkan istrimu, memaksa menciumnya, dan aku


tidak bisa menahan diriku. Aku sudah siap, jika saat ini kamu akan membenciku


atas ketidak sopananku. Aku tidak bisa menahan rasa berdosaku ini lebih lama


lagi, aku takut, aku tidak punya kesempatan lagi untuk mengatakan ini,”


Pengakuan Andre membuat Andra terkejut, seketika ia mendorong tubuh Andre


menjauh. Bahkan, ia memukul Andre beberapa kali tanpa perlawanan. Sila tidak


tahu harus berkata apalagi. Apa yang di katakan Andre adalah fakta dan Andra


pun berhak marah untuk itu.


“Mengapa


kakak tega melakukan itu padaku?! Bukankah aku adalah adikmu?!”


“Aku tahu,


aku salah Andra. Aku sudah siap jika kamu akan memukulku sampai aku mati. Aku pantas


untuk mendapatkan itu,” Andre sudah pasrah. Apapun yang terjadi, ia sudah


terima. Asalkan itu dapat menebus kesalahannya di masalalu.


“Tidak ada


gunanya membicarakan masalalu. Aku hanya ingin hidup baru yang manis. Meskipun aku


kesal, aku memaafkan kakak. Aku mungkin hanya tidak tahu apa yang terjadi di


antara kita di masalalu. Terpenting, jangan ganggu istriku lagi, Kak.” Andra


bergegas masuk ke dalam panti.


“Bagaimana


bisa kamu menemukan Andra? Kamu sudah membicarakan ini dengan mama papa? Apa dia


lupa ingatan?” Andre mencecar Sila dengan berbagai pertanyaan.


“Aku belum


membicarakan ini dengan mama dan papa. Andra memang mengalami amnesia akut dan


bagaimana aku bertemu Andra, itu panjang ceritanya. Terima kasih telah jujur


padanya tentang semua kelakuan kakak di masalalu, semoga dia mau memaafkan


kakak. Aku menyusulnya terlebih dahulu,” Sila meninggalkan Andre yang masih


tidak percaya kehadiran Andra kembali dalam kehidupan Sila. Ia bahagia, adiknya


dapat kembali menikmati hidupnya dengan keluarganya. Setelah ini, Andre


memutuskan untuk pergi ke Amerika, menerima tawaran kerja dari kakeknya. Dengan


pergi jauh, Andre tidak akan bisa mengganggu dan berharap pada Sila lagi.


“Aku turut


bahagia atas bersatunya kalian kembali. Kali ini aku berjanji, tidak akan


pernah lagi mengganggu hubungan kalian. Setelah kepergianku, aku harap hubungan


kalian akan semakin romantis. Jaga kembar baik-baik, aku pasti akan sangat


merindukan mereka berdua. Aku akan sangat rindu dengan panggilan ‘ayah’ yang


sering mereka lontarkan padaku.”


Andre meninggalkan


panti, tidak lupa ia menghubungi sang kakek dan mengatakan kalau ia akan segera


berangkat ke Amerika untuk menerima tawaran kerja darinya.


Sementara


itu...


“Apa kita


pernah membahas masalah pelecehan kakak terhadapmu di saat lalu?”


“tidak


pernah, Mas...” Jawab Sila lirih.


“Kenapa? Apa


kalian ada skandal?!”


“Bukan itu


masalahnya, kamu salah paham,”


“Lalu apa?”


“Aku tidak


ingin kalian terus berseteru karena aku,”


”Berseteru


karenamu? Maksudnya?”


“Kalian


berdua sama-sama mencintai aku, itulah kenapa di masalalu hubungan kalian tidak


cukup baik. Makanya aku tidak ingin hubungan kalian memanas karena kekhilafan


kak Andre,”


“Kami kembar


dan mencintai wanita yang sama? Itu konyol sekali Sila,”


“Memang. Kak


Andre yang pertama mencintaiku, karena kami tumbuh besar pertama, hari di mana


ia akan melamarku, ia di vonis memiliki penyakit ginjal yang serius dan


hidupnya akan segera berakhir. Ia mengutusmu pulang untuk menggantikannya


menikahiku, karena ia telah berjanji pada kedua mendiang orang tuaku untuk


menjagaku sampai kapanpun,” Penjelasan Sila membuat Andra paham kenapa kakaknya


sampai melakukan itu pada istrinya.


“Apakah aku


bisa di katakan perebutmu dari kakak?”


Sila


menggeleng.


“Tidak.  Dia sudah memberikanku padamu, semuanya


adalah konsekuensi atas keputusannya sendiri, tenangkan pikiranmu, sayang. Mas adalah

__ADS_1


pemilik hatiku sepenuhnya.”


__ADS_2