Perfect Husband 2

Perfect Husband 2
Episode 33


__ADS_3

"Mas..."


"Hmm..."


"Kamu sudah tidur?"


"Belum, Sayang. Ada apa?" Andra yang tadinya memunggungi Sila berbalik menghadap wanita itu. Ia benar-benar masih segar, belum mengantuk sama sekali.


"Peluk..." Sila mendekatkan dirinya pada Andra. Sejak.tadi ia ingin tidur, tapi matanya enggan terpejam. Ia memikirkan banyak hal, termasuk urusan pekerjaan.


"Sini, Sayang. Cerita pada Masmu ini, apa yang membuat kamy jadi susah tidur?" Andra memilih posisi lebih tinggi dari Sila. Ia menempelkan pipinya pada rambut wanita itu sambil memeluknya.


"Aku nggak tahu, Mas. Banyak sekali hal yang aku pikirkan, sampai aku bingung memikirkannya. Pikiranku campur aduk, sampai mataku sulot terpejam" Keluh Sila. Ia benar-benar tidak bisa tidur karena pikirannya yang berkelana.


"Ya sudah, sekarang abaikan saja pikiranmu yang kacau, di buat santai dan rilex. Memikirkan banyak hal memang berefek tidak bisa tidur. Bagaimana kalau kita menceritakan hal yang indah-indah saja? Lebih tepatnya kamu yang bercerita, siapa tahu, dengan menceritakan hal yang indah, pikiranmu akan membaik," Andra menyarankan Sila untyk membahas hal yang menarik saja. Karena itu bisa menjadi terapi alami agar dirinya mudah tidur.


"Mungkin bisa di coba, Mas. Tapi kita mulai dengan membahas apa ya?" Sila mrngharapkan usulan ide dari suaminya, karena dirinya bingung harus bercerita darimana.


"Hal romantis yang mas pernah buat untukmu, apa? Pasti ada kan, Sayang?" Andra berbicara setengah berbisik, ia sebenarnya mulai sedikit mengantuk.


"Aku ingat, ada hal romantis yang pernah mas buat untukku dan aku masih mengingatnya dengan jelas," Sila sefikit heboh, ia mendongak dan menatap wajah Andra, hingga rasa kantul lelaki itu terusir.


"Apa itu? Coba ceritakan, Mas mau dengar. Seromantis apa sih, Mas di masalalu," Andra jadi penasaran dengan cerita yang akan di sampaikan oleh Sila. Ia ingin tahu, bagaimana ia memperlakukan Sila di masalalu.


"Saajlt itu aku ulang tahun, Mas. Kamu kasih aku buket bunga mawar merah gede banget, ada kartu ucapannya, ngajakin dinner," Sila senyum-senyum mengingat momen saat itu.


"Terus-terus..."


"Kamu ngajak aku ke butik, beli dress warna biru untuk makan malan romantis kita. Saking senangnya, aku sampai nggak mau lepasin lengan kamu tanpa sadar. Aku malu sekali saat itu," Meskipun hanya menceritakan ulang, pipi Sila memerah karena merasa malu karena kejadian saat itu. Ia bahkan tidak sadar telah menjadi pusat perhatian setelah keluar dari butik.

__ADS_1


"Setelah itu?" Andra sudah tidak sabar mengetahui cerita selanjutnya.


"Mas bilang mau ngajak aku makan malam, ternyata, mas bawa aku ke rumah ini, kata mas, sebagai hadiah ulang tahun. Selanjutnya, kita jadi makan malam di rumah ini juga, dengan suasana remang-remang dan hiasan lilin yang romantis bangetlah, kita tidak pulang dan menikmati malam panjang di kamar ini,"Indah sekali bagi Sila membayangkan kembali saat itu, detik-detik di mana ia tercengang karena kejutan rumah mewah dari.


"Ternyata aku sangat romantis, ya. Jadi rumah ini milikmu, hadiah ulang tahun dariku?" Andra memastikan lagi, cerita yang di dengarnya tidak salah.


"Benar sekali, Ini hadiah darimu, Mas. Kamu royal padaku, bukan hanya uang, tapi juga saham dan semua aset yang kamu punya tujuh puluh lima persen atas nama aku dan di peruntukkqn untukku dan juga anak-anak. Aku beruntung bisa mendapatkan suami sempurna sepertimu. Tidak hanya tampan, tapi juga mapan dan pengertian. Aku tidak menyesal, meskipun harus nikah instan saat itu denganmu," Mereka memang menikah dengan tergesa-gesa, hingga ia tidak di beri waktu untuk berpikir. Tapi, di balik itu semua, ternyata Sila justru menemukan cinta dari seorang Andra yang tulus menerimanya apa adamya.


"Jadi, sedalam itu aku di pikiran dan hatimu? Aku sangat terharu, Sayang. Aku merasakan rasa cintamu yang sangat dalam padaku. Wajar saja, kalau sulit bagimu untuk melupakan aku dan ikatan batinmu sangat kuat denganku."Andra mengeratkan pelukannya pada istrinya. Ia tidak ingin kehilangannya lagi.


"Entah darimana kekuatan itu, tapi di saat semua orang yakin kamu meninggal, hanya aku yang merasa kamu masih ada di dunia ini, Mas." Setidaknya itulah yang dia rasakan saat itu. Semua orang menyangkal bahwa Andra masih hidup, tapi Sila tetap teguh pada pendiriannya.


"Terima kasih, karena telah mau bertahan untukku, Sayang. Kalau bukan kamu, mungkin saja aku sudah di tinggalkan dengan suami baru. sekarang perasaanmu pasti sudah baikan, jadi mulailah memejamkan mata," Katanya setengah berbisik. Andra juga sambil setengah terpejam karena terserang rasa kantuk yang teramat sangat.


"Aku akan mencoba memejamkan mataku, Mas. Kamu tidurlah, sepertinya kamu juga ngantuk kan. Perlahan aku pasti juga akan terpejam kok, Mas." Sila berusaha keras memejamkan matanya. Ia tidak ingin membuat Andra ikutan begadang bersamanya.


"Iya, aku juga sudah memejamkan mata dari tadi. Kamu cepat tidur, jangan bawel terus." Andra sudah tidak kuat lagi bocara, suaranya sudah sangat parau.


"Apa..."


"Aku sayang, Mas..."


"Aku juga,"


"Serius?"


"Iya, serius."


"Mas.. "

__ADS_1


"Apa?"


"Aku sayang kamu,"


"Aku juga,"


"Mas,"


"Apalagi Sila Ramadhanti?" Andra mulai kesal.


"Jangan pernah tinggalin aku ya,"


"Iya, nggak akan. Kamu juga ya, jangan tinggalkan Mas..."


"..." Sila tidak menyahut, rupanya istri Andra itu telah tidur di dalam pelukan suaminya.


Melihat Sila tidak bereaksi, Andra menatap wajah cantik istrinya lekat-lekat. Sedang tidur pun berhasil membuatnya jatuh hati.


Beberapa saat kemudian, nada pesan di ponsel Andra berbunyi. Saat di lihat, dari nomor tidak di kenal.


"..." Andra membaca pesan singkat itu di dalam hati.


"Baiklah. Aku akan menyelesaikan semuanya," Andra bermonoton karena ia tidak lagi mempunyai lawan bicara. Istrinya mungkin sudah bermimpi saat ini. Dia juga tidak akan memberitahukan pesan rahasia itu pada Sila.


Bagi Andra, tidak ada yang lain lagi yang lebih penting dari Anak dan istrinya. Ia akan melakukan apapun untuk melindungi mereka.


Siapkan sedikitnya dua orang untuk menemaniku ke Bar X besok. Pilih yang terbaik. Karena kemungkinan lawan kita juga lebih kuat. Terima kasih.


Andra mengirim pesan pada orang kepercayaannya untuk mempersiapkan anak buah terbaik yang menjadi pengawalnya saat pergi nanti.

__ADS_1


Andra merasa harus segera menyelesaikan semuanya. Ia tidak ingin ada lagi orang- orang yang mengganggu kehidupan rumah tangganya. Ia laki-laki yang harus tangguh.


"Apapun yang terjadi, aku pastikan semuanya akan baik-baik saja. Tidak ada satupun yang boleh merusak kebahagiaanku saat ini bersama dengan Sila. Aku tidak bisa membiarkan dia kesepian lagi, Silaku akan selalu bahagia sampai kapanpun,sampai ia menutup matanya yang terakhir, aku ingin ia selalu mengukir senyuman."


__ADS_2