Perfect Husband 2

Perfect Husband 2
Episode 29


__ADS_3

Setelah mengantarkan Febbi ke


kampusnya, Andre segera melanjutkan perjalanan ke kantor kakeknya yang ternyata


satu arah. Ada banyak hal yang Andre bahas dengan kakeknya. Tujuan utamanya


datang ke Amerika adalah untuk mencari tahu tentang Andra. Ia penasaran, apa


yang membuat hubungan Andra dan kakeknya tidak dapat di perbaiki, bukankah


dulunya mereka tinggal bersama? Andre juga sempat mendengar dari orang


kepercayaannya, bahwa hilangnya Andra, ada hubungannya dengan kakeknya.


Kalau memang benar, kakeknya ada


hubungannya dengan hilangnya Andra, itu artinya Andre harus mengusut kisah ini


hingga tuntas. Meskipun selama ini dia hanya bisa diam dan mengalah dalam hal


apapun, tapi kali ini, ia ingin berbuat sesuatu untuk adik kembarnya itu.  Andre merasa, inilah saatnya ia melakukan


sesuatu yang berguna untuk adiknya, ia ingin menjalankan tugasnya sebagai


seorang kakak.


Andre telah memasuki area


perusahaan kakeknya. Tentu saja sebelumnya ia telah membuat janji dengan sang


kakek. Mereka baru akan bertemu kali ini, setelah beberapa hari Andre tinggal


di rumah sahabatnya lalu pindah di tempat kos yang ternyata berada di samping


kos Febbi. Alasan Andre tidak langsung menemui kakeknya adalah ia harus


menyiapkan beberapa dokumen, ia juga harus menyelesaikan berkas-berkas yang


belum kelar di kerjakan.


“Andre, apa kabar? Senang sekali


kakekmu ini, di kunjungi oleh seorang cucu yang sangat sibuk mengurus


perusahaan,” Ujar Sang Kakek berbasa-basi.


“Kabarku baik, Kek. Saat ini


bukanlah hal yang penti g kabarku untukmu. Ada beberapa hal yang aku ingin tahu


darimu, ini tentang Andra.” Kalimat yang di Ungkapkan oleh Andre membuat mata


kakeknya melebar. Ia tidak menyangka cucunya  dtang untuk itu.


“Apa yang ingin kamu tahu tentang


dia? Bukankah kau tahu, semenjak  menikah, Andra sudah  tidak


tinggal denganku?!”  Lelaki itu mencoba


berkilah. Ia pura-pura tidak paham, kemana arah pembicaraan Andre.


“Jangan berpura-pura, Kek. Aku


yakin kakek tahu kemana arah pembicaraanku. Ini bukan tentang Andra tinggal di


mana, tapi  tentang kejahatan yang telah


kau perbuat pada adik kandungku itu.” Andre memberikan penegasan, hal apa yang


sebenarnya ingin ia bahas di sini. Ia memandang wajah kakeknya yang gelisah.


Mungkin kakek tua itu tidak menyangka, mengapa Andre bisa mencurigainya.  Padahal, meskipun di temukan, dia telah

__ADS_1


yakin, Andra tidak akan lagi bisa membocorkan kejahatan di masalalunya karena


kakek itu yakin, cucunya telah kehilangan ingatannya secara permanen.


“Atau, kakek berpikir, dengan


membuat Andra lupa ingatan, itu bisa membuatmu bebas begitu saja dari semua


tuduhan?! Tentu saja kau salah kakek tua!  Aku sudah mendengar banyak keterangan dari berbagai sumber yang akurat,


kau adalah kakek yang keji!  Aku pikir,


kamu menjaga adikku dengan baik selama di sini. Tapi ternyata kau menjual


adikku untuk kebutuhan materimu! Kau menyiksanya setiap di tidak menuruti


keinginanmu,  terakhir kau bahkan tega


mencekokinya dengan obat penghilang ingatan dosis tinggi dan membiarkannya koma


bertahun-tahun, apa kau waras?!  Kau


sungguh kakek yang biadab!” Andre telah di kuasai oleh amarahnya. Ia tidak bisa


lagi berdiam diri dengan seluruh kejahatan yang telah kakeknya lakukan kepada


Andra.


“Aku bisa menjelaskan semuanya


padamu, Ndre... aku...”


“Sudahlah, tidak perlu lagi kamu


jelaskan. Apa yang mau kau jelaskan lagi? Aku sudah kehilangan rasa hormatku


padamu. Apa kau bisa membayangkan bagaimana adikku menderita?!  Kau menyiksanya seperti hewan,  kau pantas di hukum untuk itu! Kau tidak


membayar semuanya!”


Andre sudah bekerjasama dengan


kepolisian setempat dengan bantuan dari temannya. Sebelum pergi ke kantor


kakeknya, Andre sudah menghubungi temannya untuk membawa polisi ke kantor


kakeknya. Polisi sudah mempelajari kasus  kakeknya dengan semua berkas dan bukti-bukti komplit yang Andre berikan.


“Aku sudah membiayai hidup Andra


dengan jumlah uang yang tidak sedikit, apa salahnya kalau aku ingin memintanya  untuk balas budi sedikit,  dengan membantuku mencari uang? Apa kau pernah


mendengar kalimat yang mengatakan di dunia ini tidak ada yang gratis?” si kakek


tertawa jahat, ia sedang  membela dirinya


sendiri. Ia merasa segala sesuatu yang telah di lakukannya untuk cucunya harus


ada timbal balik yang ia terima.


“Itu tidak salah, hanya saja


caramu memperlakukannya, itu yang salah. Apakah pantas, seorang kakek kandung


menjual cucunya sendiri? Kek, kau sungguh tidak waras!” Andre  benar-benar tidak habis pikir, mengapa


seorang kakek harus sekejam itu?


Selama ini Andre baru bisa mengungkap


semuanya. Selama  tiga tahun Andra


menghilang dan di nyatakan meninggal,  ia

__ADS_1


baru bisa mendengar desas-desus kejahatan kakek, dari beberapa tamu yang pernah


kencan dengan adiknya.  Kalau dari mulut


Andra sendiri, Andre belum pernah mendengarnya seujung kuku pun. Adiknya itu


sangat tertutup, sulit untuk mengetahui rahasia di dalam dirinya.


“Andre, sudahlah lupakan saja,


semuanya juga telah berlalu. Meskipun Andra tidak mau menerimaku, tapi dia


tidak pernah membahas masalah ini, dia juga tidak menuntutku,  karena dia tahu diri, dia hidup karenaku,”


kakek tetap tidak mau mengakui kesalahannya dan terus berusaha berkilah untuk


terbebas dari segala macam tuduhan.


“Kenapa kakek masih harus selalu


keras kepala seperti ini? Andra juga punya kehidupannya sendiri . ia juga


berhak bahagia tanpa terkekang, tapi kakek membatasi kehidupannya kala itu.


Kakek  sudah merenggut masa muda adikku


tanpa perasaan!”  Andre marah, dan dia


pantas untuk itu. Selama bertahun-tahun misteri ini tidak terungkapkan.  Andre  masih tidak menyangka ada kasus yang seaneh itu.


“Aku minta maaf, Andre. Andra


adalah satu-satunya aset yang membuatku untung besar, baik dari wajahnya, juga


kecerdasannya.  Aku terpaksa melakukannya


karena aku merasa dia adalah pembawa hoki, tapi sekarang aku sadar kalau yang


aku ambil darinya itu adalah hal yang salah, kalau saja ada waktu untuk


meemperbaikinya, kakekmu ini akan merubah  semuanya Ndre. Tapi kenyataannya, aku justru menambahnya lagi dengan


masalah baru.”  Kakek sudah berulang kali


selalu menyesal, tapi penyesalannya hanya sebatas  kalimat belaka.  Terkadang ia telah meminta maaf, tetapi


ungkapan maafnya itu hanya sekedar basa-basi. Entahlah, Andre benar-benar tidak


bisa mengenali kakeknya sendiri.


“Maaf, Kek.  Aku bisa memaafkan kakaek, tapi kakek tetap


harus mempertanggung jawabkan  perbuatan


kakek yang sudah keterlaluan,” Andre menelepon seseorang dan segera memberi


kode untuk masuk ke dalam ruangan,


Beberapa orang di antaranya


adalah teman kepercayaan Andre, pengacara dan juga polisi. Kakek tidak bisa


mengelak lagi, atas semua bukti-bukti akurat yang berhasil Andre kumpulkan.


Hari itu juga kakek di putuskan sbagai tersangka dan di penjara. Sesuai dengan


ketetapan dan hukum setempat. Sebelum di bawa pergi, kakek berharap Andre mau


mengurus perusahaannya dan jufa menyampaikan maafnya pada Andra.  Di titik ini, kakek benar-benar menyesal, tapi


ia sadar, penyesalannya sudah terlambat, sudah saatnya ia menebus semua


kesalahannya terhadap Andra.

__ADS_1


__ADS_2