Perfect Husband 2

Perfect Husband 2
Episode 56


__ADS_3

Meskipun di diamkan oleh Sila, Andre tetap mendampingi ibu Si Kembar itu. Mereka tetap berada bersebelahan di pesawat, meskipun keduanya tetap saling tidak bicara satu sama lain.


Perjalanan yang cukup panjang, membuat Sila yang beberapa hari tidak cukup tidur, memejamkan matanya. Wanita itu benar-benar kelelahan. Karena tidak tega, Andre menarik perlahan kepala Sila dan membiarkannya bersandar di bahunya.


Bagaimanapun, Andre tetaplah menyayangi Sila. Baginya, Sila bukan hanya sekedar orang yang ia cintai. Dia sudah seperti sahabat, adik, intinya Sila adalah salah satu orang terpenting di dalam hidupnya.


Meskipun hatinya telah sedikit berpaling ke arah Febbi, tapi rasa cintanya yang abadi, masih tetap ada hingga saat ini. Bedanya, Andre tidak lagi berambisi untuk memiliki Sila. Ia sudah pasrah untuk mencintai wanita itu dalam diam.


Ia tidak menyangka, jika akhirnya ia harus merusak.wanita yang selama ini ia jaga dengan baik. Sejak remaja, Sila dan Andre telah bersama, dan sejak itu pula Andre selalu menjaga wanita cantik yang ada di sisinya saat ini.Tapi malam itu, Andre telah merusak citra baik dalam dirinya. Ia menjadi seorang brengsek.


Seandainya waktu bisa di putar kembali, Andre tidak akan bersedia melakukan semuanya. Tapi ikatan perjanjian itu membuatnya tidak bisa lari dari semuanya. Ia seperti telah mengorbankan hidupnya kesekian kali untuk kebahagiaan Sila.


Saat ini, keselamatan dan kebahagiaan Sila menjadi tanggung jawabnya. Ia telah di berikan amanat oleh adiknya untuk itu. Andre tidak bisa menolak. Mundur satu langkah pun ia tidak bisa.


"Sila, aku harap, kamu bisa menerima.semuanya dengan lapang dada. Apapun yang terjadi aku akan menjagamu. Aku akan mengorbankan sisa waktu yang ku punya untuk melindungimu. Meskipun di matamu, aku hanya orang jahat dan tidak pantas untuk mendapat simpati darimu," Andre berkata setengah berbisik. Ia takut sampai membangunkan Sila.


Perjalanan panjang yang mereka lalui, tidak berhasil membuat Andre terus terjaga. Perlahan, ia juga menyusul Sila ke alam mimpi. Keduanya tidur berdampingan.

__ADS_1


Rasa cinta Andre memang tidak bisa di ragukan lagi. Sejak awal, dialah yang paling mencintai Sila. Meskipun ia tidak dapat memiliki Sila, tapi rasa cintanya pada wanita itu tidak dapat luntur begitu saja. Sila dan segala kenangan tentangnya, masih tertata rapi di dalam hati Andre.


Setibanya di Amerika.


Mereka berdua terlebih dahulu mencari hotel untuk mereka tinggali sementara. Andre dan Sila tinggal.bersebelahan. Suasana hati wanita itu sudah sedikit membaik. Ia juga sudah memutuskan untuk tidak terlalu menyalahkan Andre dalam masalah ini.


Andre pasti punya alasan yang tepat untuk melakukan semuanya. Ia harus mencari tahu terlebih dahulu akar dari semua permasalahan ini. Ia tidak ingin membuat masalah ini semakin runyam.


"Selamat beristirahat, Kak. Aku minta maaf jika sepanjang perjalanan aku masih mendiamkan kakak," ungkap Sila perlahan. Ia tahu, Andre pasti tidak berani untuk bicara terlebih dahulu padanya karena merasa bersalah. Dalam kasus ini, Sila yang bersalah karena telah memasukkan obat itu kedalam jus mereka.Karena alasan itu, Sila memutuskan untuk menurunkan egonyq sedikit.


"Terima kasih, Sila. Kamu juga. Aku pantas mendapatkan ini karena aku sudah tidak menjagamu dengan baik. Sementara kita istirahat dulu sebelum menemui Andra."Andre segera masuk ke dalam kamarnya setelah pintunya berhasil terbuka. Ia tidak ingin bicara banyak. Ia takut membuat Sila semakin terluka jika ia sampai salah bicara.


Wanita itu segera memasukkan kartu pembuka pintu kamarnya. Menyeret masuk kopernya dan meletakkannya sembarangan. Ia lalu menghempaskan dirinyasedikit kasar ke kasur. Ia lelah dengan semua ini. Ia mencoba menerawang ke langit-langit untuk memukan jawaban dari berjuta pertanyaan yang muncul di dalam otaknya.


Sepanjang perjalanan pernikahan mereka, Andra tidak pernah semisterius ini. Lelaki itu punya rasa cemburu yang tinggi, ia bahkan tidak akan rela jika Sila berdekatan dengan kakaknya. Tapi kali ini, membiarkan kakaknya untuk tidur satu ranjang dengannya. Sila benar-benar tidak habis pikir, apa yang sebenarnya terjadi di balik ini semua.


Tentang perasaan Sila yang dulu ada untuk Andre, kini telah memudar. Seiring waktu, perasaan Sila telah berubah. Ia tidak lagi mrncintai lelaki kembaran suaminya itu. Baginya, semua sudah berlalu dan ia telah membuka banyak lembaran baru. Andre hanyalah sosok kakak baginya, tidak lebih dari itu.

__ADS_1


Di kamarnya, Andre sedang gelisah. Rasa penat yang ia rasakan tidak mampu membuat matanya terpejam. Dia terbayang kejadian itu, dimana dirinyq polos dalam satu ranjang bersama Sila. Ia memang pernah menginginkan itu, tapi saat ia berhasil menikahi Sila, bukan dengan cara kotor seperti sekarang.


Satu harapan kecilnya, semoga sila tidak hamil. Karena jikq wanita itu sampai hamil, ia tentu akan semakin di benci. Andre sangat paham, di dalam diri Sila sudah tidak ada lagi perasaan untuknya.


Perlahan rasa kantuk menyusup ke dalam pikiran Andre dan membuat lelaki itu tidak dapat menahan dirinya untuk tetap terjaga. Andre terlelap dengan ribuan kalimat yang masih memenuhi otaknya.


"Sila...Sila..." Suara yang terdengar tidak asing terdengar di telinga Sila dengan sangat jelas. Perlahan, ia membuka matanya dan melihat Andra tengah duduk di pinggir ranjangnya. Ia dapat meyakininya karena bekas luka itu masih ada.


"Andra..." Sila segera bangkit dari tidurnya dan memeluk lelakinya itu. Ia sangat rindu.


"Sila, dengarkan aku. Aku sudah menitipkanmu dan juga anak-anak pada Kak Andre. Biarkan ia menggantikanku untukmu. Aku sangat mencintai kalian." Andra mengucapkan itu semua dengan nada datar, tanpa penekanan.


"Kenapa harus di gantikan? Semuanya adalah tanggung jawabmu sendiri, Mas." Sila coba protes, ia tidak bisa terima begitu saja. Diq ingin tqhu jawabannya, kenapa Andra menelantarkannya seperti ini, juga seenaknya menyuruh orang menggantikannya.


"Sila, aku melakukan semuanya karena aku yakin ini yang terbaik untukmu. Kamu harus mengerti, waktuku bersamamu telah habis. Aku harus pergi, hanya kakak yang bisa menggantikanku menjagamu. Aku hanya percaya dia. Tidak dengan yang lain," Nada bicara Andra masih sama, tanpa penekanan.


"Kenapa? Kenapa harus di gantikan? Aku hanya ingin bersama kamu, Mas. Masa apa yang kamu maksud?" Sila memandang Andra dengan tatapan penuh kebingungan. Perlahan lelaki itu melepaskan pelukan Sila dan bangkit dari duduknya.

__ADS_1


"Maaf Sila, kamu harus terima kenyataan ini. Aku harus pergi, titip anak-anak. Jaga mereka dengan baik," Andra menatap Sila dalam, sebelum akhirnya melangkah pergi.


"Andra.. jangan tinggalkan aku. Andra..!!" Sila terbangun dari tidurnya. Ia hanya mimpi. Wanita itu menyapukan pandangannya ke seluruh sudut ruangan. Andra tidak ada, semuanya tidak nyata. Dia pun menangis sejadi-jadinya.


__ADS_2