Perfect Husband 2

Perfect Husband 2
Episode 9


__ADS_3

Sila menatap Dewa lekat-lekat. Kemiripan antara dirinya dan Andra semakin terlihat nyata. Sila memberanikan diri menyentuh pipi lelaki itu.


"Maafkan aku Dewa, untuk mengetahui kamu adalah Andre atau bukan, aku harus membuka bajumu. Maaf kalau aku terkesan lancang dan tidak sopan. Aku tidak bisa menahannya lagi, aku harus mengungkap, siapa kamu sesungguhnya. Jika kamu adalah Andra, aku tidak akan melepasmu pergi lagi." Sila berjalan ke arah pintu dan menguncinya dari dalam. Ia harus memastikan terlebih dahulu tidak akan ada orang yang mengetahui aksinya.


Jantung Sila berdegup kencang saat ia akan meraih kancing kemeja Dewa. Resiko terburuknya adalah, ia akan di benci oleh Dewa jika saat ia melancarkan aksinya, Dewa sadar. Wanita itu mencoba menguatkan hatinya dan siap dengan segala resikonya.


Kondisi Dewa saat itu mabuk berat. Sila yakin semuanya akan aman. Perlahan tapi pasti, Sila mulai membuka kancing kemeja Dewa satu per satu. hingga sampai kancing yang terakhir, Dewa masih tidak sadar.


Dengan tangan gemetar Sila menyibakkan kemeja Dewa dan ia mendapati bekas luka cambuk di seluruh bagian tubuh Dewa dan itu artinya, Dewa benar-benar Andra. Dia suaminya yang hilang. Sila lemah, ia terjatuh. Apa yang menjadi keyakinannya ternyata benar, Dewa adalah Andra.


"Siapa yang tega melakukan ini sama kamu mas? Memisahkan kita sampai bertahun-tahun. Aku merindukanmu, sangat merindukanmu, mas." Sila bangkit dari duduknya dan naik ke atas ranjang. memeluk lelaki itu erat. Apapun persepsi Andra yang masih lupa ingatan Sila sudah tidak perduli lagi.


Di sampingnya, ia menemukan obat Dewa. Ia merasakan ada hal ganjil dengan obat itu. Sila segera menelepon Dokter Affandi, sahabatnya. Betapa terkejutnya Sila, saat tahu bahwa obat itu berfungsi sebagai pelumpuh ingatan seseorang. Tidak salah lagi, semua ini adalah rekayasa.


"Aku akan menemukan orang yang sudah membuat kamu seperti ini, Mas. Aku akan membuat orang itu membayar setiap detik perpisahan kita. Aku tidak akan rela di perlakukan seperti ini."


Sila mendekap tubuh orang yang di cintainya itu erat. Ia menangis sejadi-jadinya untuk mengungkapkan kerinduan yang telah menggunung. Perlahan di kecupnya bibir suaminya lembut. Di otaknya, ia bingung bagaimana caranya menahan Dewa, satu-satunya harapan adalah, semoga Dewa mau mendengarkan keterangan, bahwa dirinya adalah Andra, suami Sila yang hilang.


Dewa tanpa sadar memeluk Sila. Wanita itu membiarkan tangan kekar itu merengkuh tubuhnya, hingga ia pun terlelap di dalam pelukan lelaki yang sangat di rindukannya.


Keesokan harinya, Sila terbangun. Ia mendapati tubuhnya polos. Di sampingnya Dewa pun sama. Ia melihat pakaian mereka berdua berhamburan di lantai. Apa yang mereka lakukan semalam? Jelas saja Sila tidak masalah, toh mereka masih suami istri.


Dewa membuka matanya dan ia panik mendapati dirinya dalam keadaan polos. Ia lebih panik lagi saat melihat Sila duduk dalam keadaan yang sama dengan dirinya. Ia merasa bersalah dan malu dengan tindakan yang ia lakukan. Ia telah meniduri wanita yang baru beberapa hari ia kenal.

__ADS_1


"Sila, maaf. Aku sudah..."


"Kamu tidak perlu minta maaf, Dewa,"


"Kamu..."


"Kamu harus tahu, kamu adalah suamiku yang hilang. Kamu adalah Andra,"


"Darimana kamu bisa yakin aku ini suamimu?" Dewa sangat kebingungan. Ia masih tidak ingat apapun.


"Bekas luka di seluruh tubuhmu. Itu adalah luka cambuk yang di berikan oleh kakek karena kamu.membantahnya untuk melayani tante-tante yang telah membookingmu." Keterangan Sila membuat Dewa mengamati bekas luka yang ada di.sekujur tubuhnya. Memang sudah sejak lama ia ingin tahu bekas luka karena apa yang ada di tubuhnya itu.


"Kamu tahu, obat yang kamu minum selama ini adalah obat pelumpuh ingatan. Sampai kapanpun, selama kamu mengonsumsi obat ini, kamu tidak akan pernah bisa mengingat siapapun. Terutama kami, yang telah kamu tinggalkan selama 3 tahun. Aku dan anak-anak kita." Sila menangis. Ia menumpahkan segala keperihan di hatinya karena harus berpisah dari Andra selama ini.


"Aku minta maaf, Sila. Aku tidak akan membiarkanmu sedih lagi. Bantu aku untuk.mengingat semuanya. Maaf kalau selama 3 tahun aku menyusahkan kamu, sampai kamu harus bekerja dan meninggalkan anak-anak." Andra merasakan luka yang menganga di hati Sila. Jauh dari orang yang di cintainya selama itu pasti sangat menyakitkan.


"Jangan pernah pergi lagi, mas. Ada orang yang sengaja mencelakaimu. Aku akan mencarikan beberapa bodyguard untuk menjagamu. Aku tidak akan membiarkan kamu bepergian seorang diri mulai sekarang. Tunjukkan padaku, di mana kamu tinggal selama ini, biar polisi yang akan ungkap kasus ini,"


Sila tidak sabar untuk membongkar siapa dalang dari semua ini. Dia tidak akan membiarkan Pelakunya lolos dan memenjarakannya selama mungkin. Sila ingin dalang dari semua masalahnya ini membayar apa yang ia lakukan.


"Baik, Sila. Aku akan memberitahu di mana aku tinvgal selama ini. Aku bahagia, ternyata kamu telah menjadi istriku yang setia dan tetap menantiku selama 3 tahun. Kamu sama sekali tidak berniat untuk meninggalkan aku, meskipun aku telah lama tidak kembali, Terima kasih, sayangku." Andra mengecup pipi Sila. Meskipun ia belum bisa mengingat Sila, tapi ia menangkap jika sebelum ingatannya hilang, mereka berdua adalah pasangan yang romantis.


Sila membalas perlakuan Andra dengan memberikan ciuman lembut pada bibir lelaki itu. Kerinduan yang terlalu banyak dan menggunung membuat keduanya terhanyut dalam keromantisan di pagi hari.

__ADS_1


Keduanya melakukan kembali apa yang mungkin terjadi semalam dalam keadaan sadar. Sila benar-benar mencurahkan setiap bongkah kerinduannya pada suaminya itu. Setelah 3 tahun berpisah rasanya seperti mengulang pernikahan mereka dari awal.


Setelah kegiatan mereka selesai, Sila segera menghubungi orang-orang kepercayaannya untuk mencari beberapa bodyguard untuk berjaga di rumahnya dan juga mengawal Andra kemanapun lelaki itu pergi. Ia juga menghubungi polisi untuk mengadakan kerjasama pembongkaran kedok, siapa di balik penculikan Andra.


"Mas, kamu rindu anak-anakmu kan? Ah, aku lupa kamu masih amnesia, tapi setidaknya mereka kangen padamu, segeralah mandi, aku akan mengambil pakaianmu, dan nanti kamu harus menemui mereka," Sila mengecup pipi Andra, bangki dari posisinya sekarang, memakai bajunya asal lalu keluar dari kamar itu.


Andra bangun dari tidurnya, lalu melangkah ke kamar mandi. Di sinilah, ia baru merasakan kehangatan keluarga.


KIRA-KIRA SIAPAKAH DALANG DARI PENCULIKAN ANDRA???


**To Be Continued


Jangan lupa mampir ke karyaku yang lain gaes


1.My Workaholic Husband


2.Handsome Ghost My Love


3.Di goda Berondong


4.Si Tampan Pemikat


5.Tama (Terbaru)

__ADS_1


Follow IG @ratuasmara_06**


__ADS_2