Perfect Husband 2

Perfect Husband 2
Episode 22


__ADS_3

Sila berada di depan komputernya, mengerjakan beberapa berkas yang sudah menumpuk. Sesekali matanya melirik Andra. Suaminya itu tengah serius menatap layar komputernya. Sama sekali tidak senyum, tapi justru tampak menawan.


Tanpa sadar, Sila terus memandanginya sambil. Kadar ketampanan Andra tidak berkurang sama sekali. Ingin rasanya Sila berbuat jahil padanya, tapi waktunya tidak tepat.


"Sila, bisa berhenti melihatku seperti itu?" Ujar Andra tanpa menatap istrinya sedikitpun. Sebenarnya sejak tadi dia tahu, Sila mengamati dirinya sampai tidak berkedip.


"Mas curang, pura-pura cuek, tapi ternyata diam-diam memperhatikan aku begitu," Sila bersungut-sungut. Sebenarnya ia malu karena ketahuan oleh suaminya sedang memperhatikannya.


"Aku senang melihatmu mengamatiku sampai seperti itu. Apakah kamu baru menyadari pesonaku?" Kali ini Andra menatapnya dengan serius dan tanpa berkedip.


"Tentu saja tidak, setiap hari, Mas selalu mempesona. Aku sampai menggilaimu, baiklah.. kali ini aku akan serius bekerja. Selamat bekerja kesayanganku," Sila kembali fokus ke layar laptopnya, kali ini ia tidak ingin Andra lagi.


Sila tidak menyesal, meskipun ia menemukan Andra kembali dalam keadaan amnesia, tapi ia tetap mendapatkan cinta yang besar dari lelaki itu. Dia masih sama seperti dulu, seperti Andra yang dia cintai sejak awal.


Grep...


Andra memeluk Sila dari belakang, membuat wanita itu terkejut. Ia tidak menyangka suaminya akan melakukan hal jail seperti itu.


"Mas, aku kan udah bilang mau serius, kok kamu malah jadi yang nggak serius?" Sila masih coba berkonsentrasi mengerjakan berkasnya.


"Terlanjur tergoda, jadi sekalian saja, aku mau menggodamu," Bisik Andra. Tentu saja perlakuan pria itu membuatnya terganggu.


"Mas, di mana letak tanganmu, cepat singkirkan.. nanti ada yang melihat, ini kantor, bukan di rumah kita..." Sila memprotes Andra yang dengan sengaja meletakkan tangannya di dada sang istri tanpa berniat menyingkirkannya.


"Memangnya kenapa kalau ada yang melihat? Kamu kan istriku, jadi sah-sah saja kan, kalau aku menyentuhmu?" Bisik Andra lagi, Sila sedikit risih, tapi diam-diam dia menyukai perlakuan suaminya.


"Kalau tiba-tiba ada yang masuk, tetap saja aku tidak punya muka untuk bertemu mereka karena malu," Sila ikut berbisik karena Khawatir ada yang mendengar mereka. Meskipun sebenarnya itu tidak akan terjadi.


"Kamu tidak menyadari, kalau aku sudah menutup pintu dan menguncinya? Bahkan aku sudah memasang tulisan 'Bos sibuk, tidak bisa di ganggu'." Kali ini Andra tidak berbisik lagi. Dia memutar kursi kerja Sila menghadapnya.

__ADS_1


Lelaki itu membungkuk dan mencondongkan wajahnya pada wajah Sila. Membuat jarak pandang mereka menjadi sangat dekat. Sepertinya nafas mereka pun saling tertukar. Pandangan mata mereka saling bertemu.


"Kamu mau apa, Mas? Sampai pasang kata-kata sibuk di depan pintu segala?" Sila memundurkan kepalanya, membuat jarak antara wajahnya dan Andra.


"Coba kamu tebak, aku mau apa?" Andra membelaai rambut Sila perlahan diiringi tatapan nakal.


"Tapi ini kan..."


Cup...


Andra mendaratkan kecupan singkat di bibir Sila. Membuat kalimat yang akan di ucapkan wanita itu terpotong.


"Itu tidak masalah, sayang. Di manapun, kapanpun,memangnya ada aturannya?" Andra menggoda Sila, membuat jantung wanita itu berdegup kencang.


"Tapi kan..."


"ahahaha.. Sayang, aku hanya menggodamu saja. Begitu saja sudah bingung. Aku tidak akan melakukannya di sini. Nanti malam saja. Semangat bekerja sayang," Andra mengecup kening Sila sebelum kembali ke mejanya.


"Jangan-jangan, aku yang mesum? aduh.. pikiranku mulai tercemar, bagaimana kalau mas mikirnya aku..."


"Jangan bicara sendirian, tidak baik. Fokus bekerja dan lupakan yang lain dulu," Andra kembali pada mode serius. Kali ini sepertinya ia benar-benar sedang serius.


Sila.tersenyum memandang pria itu. Bisa-bisanya dia membuat jebakan seperti itu,Sila yakin, pintu ruangan mereka tidak benar-benar sedang di kunci. Itu hanya akal-akalan Andra saja supaya suasana jadi menegangkan.


"Dasar suami jahil, yang begini bikin selalu kangen.entah apa jadinya kalau tidak bisa menemukanmu lagi,pria sepertimu susah di cari,"Gumam Sila sambil meneruskan pekerjaannya. Mood-nya melonjak drastis karena perlakuan Andra baru saja.


Sementara itu..


Andra tersenyum kecil melihat istrinya yang tersenyum berulang kali karena kejahilannya.Rasanya dia sangat puas karena sudah berhasil membuat wanita itu salah tingkah.

__ADS_1


"Imut sekali dia kalau sedang panik, rasanya ingin ku gigit pipinya yang sedikit cabi itu. Sepertinya dia semakin termakan godaanku, senyumnya semakin lebar dan berulang. Bahagianya memilikimu, Sila..."


"Bagaimana aku bisa menolak pesonamu di masalalu, karena kamu memang memiliki aura yang kuat, aku tidak bisa berpaling darimu, bahkan saat pertama kita bertemu lagi di resto itu. Ada rasa yang berbeda setiap kamu menatapku,"


"Terima kasih, telah menjadi istri dan ibu yang baik, untukku dan juga anak-anakku. Setiap melihat senyumanmu, semangatku semakin terpacu. Aku janji Sila, aku akan secepatnya kembali menjadi Andramu yang dulu. Aku akan belajar keras untuk kembali menguasai semuanya dan kamu akan bisa lebih membanggakan aku lagi,"


Andra kembali menenggelamkan diri pada pekerjaannya. Membuat Sila tersenyum sudah mengisi energinya untuk kembali bekerja. Ia sudah seharusnya memikirkan masa depan si kembar dan juga Sila, istrinya.


Author setuju. Sebagai suami seharusnya memang terfokus pada istri dan juga anak. Di luar itu, urusan belakangan.Karena istri dan anak adalah yang paling wajib di perhatikan oleh seorang suami dan juga ayah. Ngelantur.. back to naskah!


Jam makan siang...


"Mas, ayo kita makan dulu ke kantin... Aku lapar," Rengek Sila yang lebih dulu mwnghampiri suaminya.


"Lapar? Tumben, biasanya makannya nanti-nanti,"


"Nggak tahu, Mas. Pokoknya aku lapar dan pengen segera makan, tapi sama kamu..." Ujar Sila masih dengan nada manja.


"Iya, oke. Aku save data dulu bentar. Manja banget istriku tumben," Omel Andra sambil menyimpan data-data yang baru selesai di kerjakannya.


"Memangnya nggak boleh? Kata Mas, di manapun bebas, kan kita sudah menikah. Jadi, aku bebas dong buat manja sama, Mas?" Protes Sila yang di tanggapi dengan senyuman oleh Andra.


"Iya deh iya, tuan putriku yang cantik jelita. Ayo sekarang kita makan, nanti keburu kamu pingsan," Celetuk Andra, membuat Sila melebarkan matanya.


"Jadi mas ngeledek aku? Gemesin ya...iiihhh.." Sila menarik hidung andra ringan. Andra hanya tertawa mendapat perlakuan seperti itu dari istrinya.


Mereka berdua keluar dari ruangan, beberapa pasang mata melihat ke arah mereka dengan tatapan iri karena keromantisan mereka berdua.


"Wah.. lihat tuh, pak bos dan bu bos, keluar dari ruangan kerja dan mau ke kantin saja bergandengan tangan," Ujar karyawan A

__ADS_1


"Iya, bikin ngiri. Udah gitu, serasi banget, lakinya ganteng, bininya cantik, betah lihat mereka berdua," Sahut karyawan B


"Bos kita memang top deh," Komentar karyawan C.


__ADS_2