Perfect Husband 2

Perfect Husband 2
Episode 16


__ADS_3

"Mas, gimana kalau kita anter kak Andre sampai Bandara sambil bawa si kembar? Aku rasanya kasihan sama dia. Saat kamu tidak ada, kakak selalu menghibur dan menemani si kembar, sampai mereka seperti anak kandungnya sendiri,"Sila ingin Andra juga merasa iba kepada kakaknya yang telah membantunya mengasuh si kembar. Meskipun di masalalu kakaknya itu memiliki sikap yang tidak baik terhadap istrinya, Sila berharap Andra mau memaafkannya.


"Sepertinya ide kamu boleh juga, Sayang. Mas melihat reaksi anak-anak yang begitu heboh, tentu saja karena mereka sudah sangat akrab dengan sosok kakak. Ayo kita hampiri mereka ke atas," Andra menggandeng Sila untuk mendatangi Andre yang tengah bertemu dengan Alana dan juga Alandra.


"Ayo, Mas," Mereka berdua menaiki tangga, menuju kamar anak-anak. Mereka melihat Andre mendekap erat Alana dan Alandra, anehnya kedua bocah itu juga mendekap Pamannya dengan erat.


"Kalian harus jadi anak yang cerdas,sayang pada orang tua. Om mau pergi jauh, mungkin akan lama, kita bertemu lagi saat kalian sudah besar mungkin, atau sudah remaja. Kalian harus jaga papa dan mama kalian dengan baik, jangan kecewakan Om, ya..."


"Om akan merindukan kalian. Kalian sudah bertemu lagi dengan Ayah kalian yang Asli, kalian tidak usah memanggil Om dengan sebutan Ayah lagi,"


Perpisahan yang mengharukan untuk Andre dan juga kedua buah hati Sila dan Andra itu pun terjadi. Andre tampak menghapus sesuatu di matanya, sepertinya pria itu menangis.


"Kak, kami akan mengantar kakak ke bandara, Aku, Sila, Alana dan Alandra. Bagaimanapun, kakak sudah menggantikan aku selama ini, aku sangat berterima kasih untuk itu, Kak. Setidaknya, izinkan aku membalas semua kebaikan kakak," Andra memohon agar kakaknya mau menerima permintaannya untuk menghantarkannya ke Bandara.


"Kalian terlalu baik padaku. Semua kebaikanku tidak sebanding dengan kejahatanku. aku justru masih banyak hutang budi pada kalian berdua,"


"Kakak tidak perlu sungkan. Aku sebagai adikmu sudah memaafkan segala kesalahan kakak di masalalu. Bisa jadi, aku juga punya beberapa kesalahan yang aku sendiri mungkin telah lupa karena penyakitku ini," Sebagai orang yang sakit lupa ingatan, Andra tentu saja takut, jika di masalalunya, ia pernah melakukan kesalahan yang tidak ia sadari.

__ADS_1


"Terima kasih, Andra. Kamu saudara kembar terbaikku. Apabila kalian memang ingin mengantarku, mari kita berangkat sekarang. Pesawatku akan segera lepas landas satu jam dari sekarang.


"Baiklah, kalau begitu. Ayo mbak, kita semua harus mengantar kakak saya ke Bandara. Bawa beberapa keperluan Alana dan Alandra yang penting-penting, "


"Baik, Bu Sila," Kedua Babysitter itu menyahut hampir bersamaan.


Mereka bertiga segera turun dari kamar si kembar, diikuti oleh kedua Babysitter yang menggendong kedua anak kembar itu. Andre dan sopirnya satu mobil, Sila, Andra, si kembar dan kedua pengasuhnya juga dalam satu mobil.


Sebagai saudara ipar, perpisahan ini sedikit menyedihkan untuk Sila.Bagaimanapun juga, mereka adalah sahabat di saat Sila masih remaja. Drama di antara mereka bertiga membuat semuanya sedikit kacau. Banyak hal yang terlewati sebelum akhiranya mereka akan terpisah seperti sekarang ini.


Sila hanya berharap, semoga di Amerika Andre menemukan jodohnya. sebagai pengganti Vallen, yabg terbaik.


"Kamu jangan salah paham, Mas. Aku dan kakak tidak ada hubungan apapun. Kalau memang aku menyukainya, sudah pasti aku menikah dengannya, tidak perlu mencarimu sampai kita bisa bertemu seperti ini. Apa aku salah, sekedar sedih karena kepergian sahabat baikku?" Sila coba memberikan jawaban atas pertanyaan penuh curiga dari Andra.


"Ah, maaf. Aku salah menyangka kamu selingkuh dengan kakakku. Apa aku selama ini suka cemburu?"


"Tentu saja mas, kamu adalah seorang lelaki. Wajar saja kalau cemburu, kan? Aku sudah biasa menghadapi sifat cemburu dan manja kamu, mas,"

__ADS_1


"Jadi selain cemburuan, aku juga manja?"


"Banget, Kamu sangat manja, Mas. Sampai aku selalu memikirkan kamu terus,"


Mereka saling bercanda dan mengobrol sampai akhirnya mereka semua sampai ke Bandara.


Sila melihat raut kesedihan di wajak Andre.


"Aku berangkat. Kalian berdua jaga Alana dan Alandra dengan baik. Andra, jangan lupa sesekali panggilan video padaku agar aku dapat melihat dua ponakanku yang cantik dan tampan ini,"


"Alana, Alandra, Om pergi dulu ya. Kalau Om pulang, Om akan bawakan banyak.mainan buat kalian. Om sayang kalian berdua," Andre mengecup kepala kedua bocah itu dan.menarik kopernya pergi menjauh.


"Ayaah..."


"Ayaah... "


"Hweeeee..." Mereka berdua menangis bersamaan menangisi kepergian Andre sambil mengacungkan tangan seolah inginmeraih baju Andre agar Om yang sudah mereka anggao sebagai ayah itu mau kembali.

__ADS_1


Sebenarnya Andre tidak tega. Sebagai lelakipun ia berkaca-kaca, bahkan Air matanya hampir jatuh. Tapi dia mencoba pura-pura tidak perduli. Semua memang tidak adil untuk Andre. Dia tidak bisa memiliki semua yang ia sayangi. Vallen, Sila, dan si kembar, dia tidak bisa memilikinya. Andre bertekad menyimpan perasaannya dalam diam. Hanya cukup dia dan Tuhan yang tahu.


Meskipun belum mengingat semuanya, Andra juga merasakan kehilangan. Entah seperti apa mereka di masalalu, setidaknya mereka satu darah.


__ADS_2