
“Semenjak bos tertangkap Dewa
kembali pada istrinya, aku jadi tidak bisa bertemu dengannya. Padahal sedikit
lagi aku bisa mendapatkan dia. Rey, bagaimana hasil penelusuranmu? Apa kamu
sudah menemukan tempat tinggal mereka di mana?” Rose sedang galau karena ia
tidak bisa bertemu dengan Dewa alias Andra dan dia menyuruh bawahannya untuk
mencari informasi tentang keberadaan lelaki yang telah membuatnya jatuh cinta
itu.
“Sudah, Rose. Tapi penjagaannya
sangat ketat. Ada banyak sekali pengawal profesional yang mereka sewa untuk
mengamankan rumah mereka. Akses masuk ke sana pun sangat ketat. Sepertinya istri Dewa sangat trauma dengan
kejadian yang menimpa suaminya, kita hanya bisa berbuat sesuatu saat mereka
berada di luar rumah. Karena saat mereka keluar rumah, tidak mungkin akan
membawa seluruh pengawalnya,” ungkap lelaki yang di panggil Rey oleh Rose. Ia sudah
sempat menyelidiki di mana Andra dan Sila, tapi tidak berani berulah karena
rumah Sila yang di jaga ketat oleh beberapa polisi dan juga pengawal.
“Rey, aku mau merebut Dewa
kembali. Aku yakin ingatannya pasti belum kembali, karena pengaruh obat dosis
tinggi yang selalu di minumnya. Aku mau dia menjadi suamiku, aku sudah
terlanjur jatuh cinta padanya. Apakah kamu bisa memberiku ide, bagaimana
caranya bisa menguasainya lagi?” Rose memainkan pistol baru hadiah dari seorang
sahabatnya.
“Bagaimana kalau kita menghubungi
kakeknya? Bukankah kakek tua itu yang sebenarnya menjadi otak penculikan ini? Aku
kagum sekali pada bos yang bisa sesetia itu pada kakek tua bangka itu, dia
bahkan rela di penjara agar si tua itu tetap bisa bernafas dengan bebas,” Rey tersenyum menghina. Ia menilai kakak Sesilia itu terlalu bodoh karena mau melindungi Kakek Andra.
“Bodoh! Kakek tua itu sudah
pernah bilang, jangan pernah libatkan dia secara langsung. Perdamaian alibinya
dengan Andra di tolak, dia tidak ingin cucunya itu semakin membencinya. Ia hanya
ingin memanfaatkannya sebagai penghasil pundi rupiah karena kecerdasan,
ketampanan dan pesonanya. Kita harus memiliki rencana tersendiri untuk ini,
lagipula, kali ini yang butuh dia adalah aku, bukan kakek itu,” Rose duduk di
__ADS_1
kursi favoritnya, membuatnya enjadi layaknya bos mafia. Ia memutar-mutar kursi itu sambil memikiran hal apa yang bisa ia lakukan untuk mendapatkan Andra kembali.
“Brengsek! Aku lupa kalau si tua
itu pernah bicara begitu. Kalau begitu, kita harus mengawasi rumah Andra dan
Sila, lalu mencari kesempatan untuk menculik lelaki itu. Hanya cara itu yang
bisa kita lakukan, tidak ada cara lain lagi.” Rey mencoba memberikan masukan
kepada Rose. Jalan untuk membawa Andra ke markas mereka lagi adalah dengan
menculik Andra kembali. Markas utama mereka telah di segel polisi, sekarang
mereka hanya bisa mengandalkan markas cabang.
”Idemu boleh juga, apakah kamu sudah menemukan siapa kepala
polisi yang mengepung markas kita?” Rose ingin tahu, siapa pimpinan polisi yang
menyerbu markas utama mereka.
“Namanya Robby, dia kepala polisi
yang mengepung markas dan menyegelnya. Selama ini dia selalu menyamar menjadi
orang biasa. Dia adalah kepala polisi terbaik di kota ini, telah banyak kasus
yang ia pecahkan, kita harus berhati-hati."
“Apakah kita bisa menghabisinya? Aku
depan aman tanpa seseorang yang mengganggu,” Rose geram pada Robby, karena dia
berhasil menangkap bosnya.
”Sepertinya, ketika menemuinya,
kamu lebih suka menjadikan dia piaraan daripada membunuhnya, wajahnya sangat tampan, dia juga seorang duda,” Rey menggoda sahabatnya itu. Mereka telah bersahabat lama dan sering melakukan kerjasama
dalam bisnis dan berbagai tindak kejahatan.
“Cih! Apa yang sedang kau
katakan, Rey. Aku tidak mungkin akan jatuh cinta pad polisi. Sudah jelas,
aliran kami berbeda, aku mafia dan polisi, lucu sekali.” Rose tertawa
menanggapi godaan dari Rey. Wanita itu
tidak pernah mimpi untuk memiliki hubungan dengan seorang polisi, bagaimanapun,
ia sadar diri bahwa dia berasal dari dunia hitam.
“Baiklah, aku hanya bercanda. Lagipula
aku tidak akan setuju, sahabatku, si ratu jahat ini menikah atau menjalin
hubungandengan orang lurus, aku takut kamu kehilangan sisi jahatmu, jika itu
terjadi. Kembali ke masalah Dewa, jika kamu setuju dengan ideku, kita harus
__ADS_1
segera menyusun cara untuk mendapatkan target,” Rey sudah tahu, Rose pasti akan
menerima usulnya. Pada dasarnya Rose adalah tipe orang yang akan melakukan
apapun untuk memiliki apa yang ia inginkan, termasuk jika harus membunuh, ia
juga akan melakukan itu.
“Aku setuju, kita harus segera
susun rencana. Aku ingin segera mendapatkan Dewa, bagaimanapun caranya, dia
harus bisa aku miliki,” Rose tersenyum jahat dan mencium ujung pistol yang ada
di tangannya.
“Wanita gila! Kamu memang selalu
menghalalkan segala cara ya, untuk mendapatkan apa yang kamu inginkan, wah, aku
salut sekali padamu. Aku akan pikirkan nanti, tunggu saja info terbaru dariku. Aku
pergi dulu, aku tunggu juga job terbaru, kalau-kalau si tua itu memberikan kita
proyek besar lagi,” Rey beranjak dari kursinya dan berlalu.
“Baiklah, aku pasti akan
menghubungimu. Terima kasih banyak, Rey!”
HAI, HALLO PEMBACA SETIA PERFECT
HUSBAND & PERFECT HUSBAND 2 !!!
Masih akan banyak lagi tokoh yang
kita bahas di PH 2 bagian awal ini, diantaranya Bian dan Anita, dokter Affandi,
Robby yang ternyata kepala polisi dan beberapa tokoh baru lainnya. Jangan bosan-bosan
untuk memberikan dukungan kalian. Vote terus PH 2 agar penulis semakin
bersemangat untuk up setiap episodenya.
Di season ke dua ini ada banyak
perbedaan dengan PH yang pertama. Seperti adegan-adegan dewasa yang akan di skip, karena
ternyata banyak sekali pembaca PH yang masih di bawah umur. Perfect Husband memang novel dewasa tapi
perlu di garis bawahi semakin kesini Author semakin hati-hati, karena banyaknya
pembaca yang masih remaja. Tapi tenang saja, masih banyak kok adegan-adegan
romantis yang bisa dinikmati. Semoga para pembacaku mengerti.
Salam sayang untuk kalian semua. Maaf
untuk komen-komen yang belum sempat Author balas, tapi semuanya sudah aku baca
kok, I Love U all...
__ADS_1