Perfect Husband 2

Perfect Husband 2
Episode 24


__ADS_3

Seminggu kemudian...


"Mas, siang ini kita makan di resto saat pertama.kali kita bertemu, yuk." Ajak Sila setelah sekian lama tidak pernah makan di luar.


"Tumben ngajak makan keluar, dalam rangka apa?" Andra heran, mengapa Sila mendadak ingin makan di luar.


"Mendadak aku ingin makan di sana, mengenang saat-saat dulu," Sila memang ingin mengingatkan Andra tentang kenangan mereka saat pertama kali bertemu.


Sila berharap saat mereka makan di sana nanti, akan membuka sedikit ingatan tentang masalalu mereka. Meskipun tidak harus ingat, tapi setidaknya, Andra pantas mendapatkan lagi ingatannya.


"Baiklah. Nanti kita makan siang di sana. Mas siap traktir kamu. Mau makan apa bebas," Bukan Andra namanya kalau tidak menuruti keinginan Sila.


"Bener ya, aku mau makan puas hari ini. Pumpung ada yang traktir," Celoteh Sila. Ia tidak serius, ia hanya ingin meledek Andra saja.


"Silahkan saja, Sayang. Sekarang kita selesaikan dulu semua berkas ini, setelah itu kita pergi makan siang dengan santai." Andra kembali fokus menatap layar komputernya.


Hari ini memang tidak sedang tidak terlalu sibuk. Hanya ada beberapa berkas yang harus di selesaikan. Rencananya hari ini mereka hanya akan kerja setengah hari. Oleh harena itu, Sila berani mengajak Andra makan ke Floresta Cafe, yang letaknya lumayan jauh dari kantor mereka.


Setiap bepergian mereka di kawal oleh lima pengawal. lima lainnya menjaga rumah, karena Sila khawatir akan ada penjahat yang mengganggu Allana dan juga alandra.


Peristiwa penculikan Andra, Sila belum bisa menganggapnya selesai. Karena dia masih merasakan beberapa kejanggalan. Menurut Sila, masih ada sesuatu yang belum terpecahkan.


Ketika jam makan siang datang, mereka pun bergegas pergi ke Floresta Cafe. Seperti biasanya, Andra selalu menggandeng erat tangan Sila, saat mereka keluar dari kantor.


"Pak Budi, kita ke Floresta Cafe, ya." Ujar Sila pada supirnya. Saat Andra hilang, ia sering ke sana untuk mengenang masa-masa awal pertemuan mereka.


Satu penjaga ikut mobil mereka, di samping pak Budi, empat lainnya mengawal dengan mobil.yang berbeda. Sila sebenarnya tidak merasa nyaman jika harus pergi dengan pengawalan ketat seperti ini. Tapi tidak ada pilihan lain, ia harus melakukannya untuk kebaikan keluarganya. Ia tidak ingin di ganggu oleh orang jahat.


"Sebelum kita sampai ke Floresta Cafe, gimana kalau kita mendengarkan lagu ini, Mas. Ini bukan lagu baru sih, tapi aku sering dengerin saat kamu nggak ada dulu, kalau dengerin lagu ini, aku selalu meneteskan airmata." Sila mencari daftar lagu yang ada di ponselnya.


"Boleh-boleh, kamu bawa earphone kan?"


"Bawa, nih pakai dulu. Kita nyanyi bareng, aku putar versi video liriknya, biar mudah,"


"Sip,"


Sila memutar lagu BCL-Cinta Sejati.


*Manakala hati menggeliak mengusik renungan


Mengulang kenangan saat cinta menemui cinta


Suara semalam dan siamg seakan berlalu


Dapat aku dengar rindumu memanggil namaku

__ADS_1


Saat aku tak lagi di sisimu ku tunggu kau di keabadian...


Aku tak pernah pergi, selalu ada di hatimu


Kau tak pernah jauh, slalu ada di dalam hatiku


Sukmaku berteriak, menegaskan ku cinta padamu


Terima kasih pada maha cinta menyatukan kita


Saat aku tak lagi di sisimu, kutunggu kau di keabadian...


Cinta kita mrlukiskan sejarah, menggelarkan cerita penuh suka cita


Sehingga siapapun insan tuhan, pasti tahu.. cinta kita sejati..


Saat aku tak lagi di sisimu, ku tunggu kau di keabadian..


Cinta kita melukiskan sejarah, menggelarkan cerita penuh suka cita.


Sehingga siapapun insan tuhan, pasti tahu, cinta kita sejati..


Lembah yang berwarna membentuk melekuk memeluk kita


Cinta kita melukiskan sejarah, menggelarkan cerita penuh suka cita..


Sehingga siapapun insan tuhan, pasti tahu..


Cinta kita sejati*..


"Gimana? Baguskan. Tuh.. aku masih bisa meneteskan air mata saat mendengarkan lagu ini," Sila menghapus air mata yang membasahi pipinya karena terlalu menghayati lagu yang mereka dengarkan berdua.


"Lagunya memang menyentuh sekali. Lagu ini kan memang tentang cinta sejati, pernah jadi soundtrack Filmnya bapak Habibie,"


"Aku juga mau cinta yang seperti itu bersama kamu, Mas. Aku ingin menghabiskan sisa waktuku bersamamu," Sila merangkul lengan Andra erat. Sebaliknya, Andra mengelus pelan rambut istrinya.


"Aku juga maunya seperti itu. Aku juga ingin menghabiskan waktu yang tersisa di dalam hidupku bersama kamu. Sampai hembusan nafasku yang terakhir, aku ingin tetap bisa bersama denganmu." Andra juga tidak ingin berpisah lagi dengan Sila. Ia ingin selalu bersama wanita itu sampai akhir.


Sepanjang perjalanan mereka membahas banyak hal. Terbanyak tentu saja membahas tentang masalalu mereka berdua yang terlupakan dari dalam ingatan Andra.


Beberapa saat kemudian, mereka sampai di Floresta Cafe. Karena Sudah berlangganan, Sila telah memesan meja yang sama dengan ketika pertama kali mereka bertemu. Supaya lebih memungkinkan Andra untuk mengingat kenangan mereka.


Mereka duduk di sana. Sila membuka daftar menu dan memilih seafood sebagai hidangan yang mereka pesan.


"Kamu ingat kan, mas dengan suasana tempat makan ini?" Silla coba mengingatkan Andra dengan kenangan mereka berdua.

__ADS_1


"Maaf sayang, Mas nggak inget sama sekali. Tapi mungkin sambil makan nanti, aku akan mengingatnya." Andra benar-benar tidak ingat apapun. Rasanya seperti ingatan yang di miliki Andra di masalalu sudah bersih tanpa sisa.


Tidak berapa lama pelayan menyajikan hidangan pesanan mereka.Pesanan lumayan cepat meskipun di jam makan siang.


Dor! Dor!


Tiba-tiba ada suara tembakan, serombongan preman berwajah dan berpenampilan seram menodongkan pistol. Di luar pun sama, beberapa pengunjung berteriak-teriak ketakutan.


"Tinggalkan barang berharga kalian jika ingin selamat!" Ujar salah sati pria bertubuh seram itu, membuat seluruh perhatian orang tertuju padanya.


Sila melihat ada seorang dari mereka menembakkan peluru ke arah Andra, spontan ia melindungi Andra dan Peluru itu bersarang ke tubuh Sila. Beberapa saat kemudian sirene mobil polisi datang terdengar, para penjahat itu melarikan diri.


"Sila...!" Andra histeris saat melihat istrinya roboh ke lantai dengan darah mengalir dari perutnya. Wanita itu tidak sadarkan diri.


Pengunjung yang masih tersisa segera membantu Andra untuk mengangkat Sila menuju mobil untuk segera membawanya ke rumah sakit.


Lima menit sebelumnya, tiga penjaga yang ikut masuk ke dalam resto di kontek oleh temannya yang di luar bahwa ada preman yang berusaha merusak mobil mereka, jadi ketiganya keluar setelah memastikan keadaan aman.


Dari kejauhan ada yang mengamati Andra menggendong Sila yang telah bersimbah darah dengan tersenyum.


"Bos, Sila terkena tembakan di perutnya. Melihat kondisinya saat ini, dia tidak akan selamat. Kondisinya sangat kritis," Orang itu tampak berbicara dengan seseorang via ponsel.


"Bagus, terus pantau dan berikan laporan terbaru," Sahut seseorang di ujung sana.


"Siap, Bos."


**Bagaimanakah nasib Sila? Tunggu epidsode selanjutnya...


Baca juga karya baruku


1.Handsome Ghost My Love


2,Deasy Angelica's Partner**


**3.Tama



Mas Didi


5.Mendadak Nikah



Jangan lupa like, fav dan rate bintang 5 ya teman-teman. Insyaallah akan rajin up sampai tamat**.

__ADS_1


__ADS_2