
Sila membuka mata, ia tidak mendapati suaminya ada di sampingnya. Sila merenggangkan otot badannya yang sedikit kaku. Ia memutar pandangannya ke segala sudut kamar tapi tidak menemukan Andra di sana.
Ibu muda itu bangun, membenarkan kemeja Andra berwarna putih yang kedodoran di badannya dengan panjang sepaha tanpa bawahan.
Wanita itu berjalan keluar, dengan rambut sedikit berantakan khas orang habis tidur.Pagi itu sedikit lesu. Rasa lelah menguasai tubuh Sila yang melakukan senam tadi malam. Jika tidak di lakukan malam hari, tidak.ada waktu yang tepat untuk.melakukannya. Kesibukan Sila yang padat, membuat wanita itu sedikit kerepotan.
Sila mendengar dari luar kamar, Alandra dan Alana tertawa sambil berteriak memanggil ayahnnya. Sila membuka pelan-pelan gagang pintunya dan mendapati Anak-anak sedang bermain dengan ayahnya.
"Maaf, mas. Aku telat bangun. Ternyata efek senam semalam sangat mrlelahkan.Badanku pegel-pegel, Kamu mau ke kantor kan?" Sila memang sudah mulai mengaktifkan Andra kembali ke kantor. Setidaknya ia bisa mengingat sedikit demi sedikit apa yang bisa dia ingat.
"Tentu saja. Seingatku hari ini ada beberapa rapat yang harus di lakukan. Kamu ingat kan, sayang?" Andra mengingatkan Sila tentang rapat yang akan dia laksanakan.
"Tentu saja aku ingat, Mas. Nanti kamu mulai prese tasi lagi, ya? Kamu pasti bisa," Sila pelan-pelan juga mulai membwrikan kepercayan pada Andra.
__ADS_1
"Baiklah, aku akan berusaha, Sila. Sekarang mandilah, jangan menggodaku dengan penampilan seksimu itu." Andra mengerling nakal ke arah Sila. Istri Andra itu hanya tersenyum simpul lalu membiarkan bapak dan anak-anaknya bermain.
Setelah mereka berdua rapi, si kembar juga sudah bersama dengan pengasuhnya, Sila dan Andra turun dari kamarmya menuju ruang makan.Ternyata di ruang tamu ada Andre, dia berpakaian sangat rapi, seperti akan pergi ke suatu tempat.
"Pagi, Sila, Andra. Maaf aku mengganggu waktu.pagi kalian,"
"Pagi, kak Andre," Sila dan Andra menyahut hampir bersamaan.
"Tidak apa-apa, kak. Ada apa? Tumben sekali."
"Aku akan pergi ke Amerika. Ada bisnis yang akan aku kembangkan di sana. Aku minta maaf kalau banyak salah sama kalian. Aku perginya juga lumayan lama," Andre berkata sangat serius.
"Kenapa.kakak harus pergi? Tidak bisakah tetap tinggal di indoneaia?" Andra seperti keberatan kakaknya harus ikut dengan kakeknya.
__ADS_1
"Tidak bisa. Aku sudah sepakat untuk bekerja sama dengam kakek.Kamu tidak perlu khawatir," Sepertinya Andre sudah sangat matang pemikirannya untuk pergi ke amerika.
"Baiklah, kak. Aku dan Mas Andra hanya bisa mendoakan semoga kakak sukses di sana,"
"Amin.Terima kasih. Sebelum pergi, bolehkah aku bertemu dengan si kembar?" Andre fampak sangat berharap di izinkan untuk melihat si kembar terlebih dahulu.
"Boleh kak, silahkan. Mereka ada di kamar. Ada perawatnya juga di sana, kak,"
"Baiklah, aku menemui mereka dulu ya.."Andre segera bangkit dari tempat duduknya dengan semangat mendengar keputusan Sila.
"Silahkan..."Sila dan Andra membiarkan kakak mereka menemui Kembar sebelum berangkat ke amerika.
"Biarkan kita beri ruang kakak untuk dekat dengan anak kita. Siapa tahu akan mrmicu dia untuk greget menikah.
__ADS_1
"Ayaaaah!" Terdengar suara nyaring Alandra dengan sangat lantang. Sila hanya tersenyum dan menggertak mereka...