
Dewa
Sila, maafkan atas kejadian tidak enak yang terjadi di resto kemarin. Aku tidak bisa membelamu karena aku takut akan ada hal yang lebih buruk lagi dari itu. Hari ini aku ingin bertemu denganmu, jujur saja aku sedang bingung. Apa kamu mau menemuiku? Tapi tolong menyamarlah, aku merasa selalu di awasi, takut kejadian yang sama akan terjadi lagi.
Sila
Tidak masalah, Dewa. Aku juga yang salah kan? Mungkin aku terlalu dekat denganmu, jadi tunanganmu cemburu. Aku akan meluangkan waktu untukmu, kita akan bertemu di mana?
Dewa
Di kafe dekat danau. Aku biasa bertemu dengan relasi bisnis di sana. Kamu tahu kan tempatnya di mana?"
Sila
Tentu saja aku tahu, Dewa. Baiklah kita ketemu di sana satu jam dari sekarang. Aku akan melakukan penyamaran. Ada banyak hal yang ingin aku tanyakan, aku harap kamu mau menjawabnya.
Dewa
Tentu saja aku bersedia menjawabnya. Aku juga punya banyak hal yang ingin aku tanyakan. Jujur saja, ini bukan tentang pekerjaan, ini tentang masalah pribadi. Aku ingin meminta pertolonganmu.
__ADS_1
Sila
Baiklah, aku tidak masalah. Kalau begitu, tunggu aku di sana.
Chat antara Dewa dan Sila. Mereka berdua akan mengadakan pertemuan diam-diam. Dewa memakai trik supaya ia tidak di curigai. Ia tidak ingin ada seorangpun yang menguntitnya bertemu dengan Sila saat ini.
Sila merasa bersamangat, saat Dewa mengajaknya bertemu, bahkan tamparan dari Rose tidak berarti apapun bagi Sila. Meskipun apa yang ada di pikirannya tentang Dewa adalah Andra hanyalah halusinasi itu tidak masalah baginya.
Meskipun Sila menyadari, perasaannya terhadap Dewa tidak normal, tapi entah mengapa ia menepisnya. Baginya menemukan sosok yang hampir sama dengan Andra, itu adalah suatu keajaiban dan ia tidak akan menyiakannya meskipun ia belum tentu memilikinya.
Sila segera bersiap. Tidak lupa memakai masker dan kacamata hitam untuk menghilangkan jejak dari penguntit. Tapi sepertinya kehidupan Dewa memang sedikut rumit, sudah seperti artis saja.
Sebelum semuanya terungkap, Sila tidak akan membiarkan mamanya tahu, tentang keberadaan Dewa yang dicurigai sebagai Andra. Karena sampai hari ini, hanya firasat saja yang menjadi bukti. Belum ada bukti yang lebih spesifik untuk meyakinkan mamanya. Sebab mamanya sudah mengikhlaskan kepergian Andra dan mencoba untuk menghadirkan kebahagiaan dalam hidupnya dengan mencintai cucunya. Mamanya selalu berkunjung ke rumah hampir setiap hari untuk menengok Alana dan Alandra.
" baik, Nya. Kami akan menjaga mereka dengan sebaik mungkin. Kami juga akan segera menelpon, apabila terjadi sesuatu yang tidak seperti biasanya. Tadi juga ada pesan dari Tuan Andre, katanya beliau mengajak untuk makan malam bersamam. Apakah Nyonya bersedia?" Pertanyaan dari salah satu baby sister itu membuat mata Sila membulat.
Untuk apa anda mengajaknya makan malam? sementara di antara mereka, selama ini tidak ada hubungan apapun. Kalau ini urusan bisnis, tentu saja itu tidak mungkin. Karena perusahaan mereka tidak saling berhubungan, meskipun namanya ada dalam satu naungan grup.
" Tolong sampaikan pesan saya kepadanya, bahwa saya tidak bisa makan malam dengan dia karena saya ada urusan di luar. Kalau Ditanya ada urusan apa, bilang saja tidak tahu, karena saya juga tidak bisa memberitahu kalian apa yang sedang saya kerjakan di luar. Yang jelas saya titip Alana dan Alandra, jaga dengan baik," Sila berpesan seperti itu, karena ia tidak tahu sampai kapan pertemuannya dengan Dewa berakhir. Sedangkan hari sudah siang menjelang sore, ia takut pertemuannya akan berlangsung lama dan sampai malam. Apabila ia menyanggupi permintaan Andre untuk makan malam bersama, ia takut hanya akan telat dan membuat Andre curiga.
__ADS_1
"Baik, Nyonya. Saya akan menyampaikan pesannya kepada Tuan Andre. Bahwa Nyonya menolak untuk makan malam bersamanya, karena ada urusan yang sangat penting,"
" Bagus, terima kasih atas bantuannya, kalau begitu saya harus pergi sekarang saya titip anak-anak,"
Sila melangkahkan kakinya pasti menuruni tangga dan melewati ruang tamu. Keluar dari rumahnya, kemudian ia menghidupkan mesin mobilnya dan meluncur dengan cepat menuju cafe yang akan dipakai yang untuk bertemu dengan Dewa.
" Hanya bertemu dengan Dewa, kenapa aku sangat bersemangat. Rasanya, aku seperti menemukan cintaku kembali yang hilang. Padahal Dewa itu belum tentu Andra. Tapi, aku merasa sangat nyaman saat berada di sampingnya. Caranya berbicara, caranya menghadapi masalah, itu hampir sama dengan sifat Andra,"
" Kalau aku boleh berharap semoga nanti Andra ditemukan dalam keadaan selamat. Harus berapa lama lagi aku menunggu. Sudah 3 tahun kasus ini tidak juga selesai, seberapa pandai ya orang yang menjadi dalang masalah ini? Sehingga hilangnya Andra pun tidak bisa diungkapkan."
" Andra kamu sebenarnya ada di mana? kamu tahu enggak sih Mas, aku sangat merindukan kamu, aku rindu belaian kamu, anak-anak bahkan sudah lupa sama kamu Dan menganggap Kakak sebagai ayah mereka. Rasanya perih sekali, setiap mereka memanggil Kakak sebagai Ayahnya," Sila berbicara pada dirinya sendiri. Anak-anak adalah alasannya untuk bertahan, meskipun sebenarnya ia sangat berat melewati ini semua seorang diri.
**NB:
JANGAN LUPA MAMPIR KE NEW NOVELKU
1 My Workaholic Husband
2 Tama
__ADS_1
2 Handsome Ghost My Love**