Permata Yang Terbuang

Permata Yang Terbuang
sesal


__ADS_3

Satu minggu sudah Tama meninggalkan Sila dalam kehancuran. Begitupun dirinya sendiri, bukan hanya hancur bahkan berantakan. Badannya yang kekar terlihat lunglai. wajah tampannya juga nampak begitu pucat. Hanya sesekali terlihat di kantornya, murung, sedih, marah. Tak seorang pun berani menanyakan sesuatu hal. Dia benar benar kacau.


"Natan... coba kau cari informasi tentang seseorang bernama Ryan. Dia sering berada di kafe Asri." perintahnya pada seorang pengawalnya


"mengapa baru sekarang kamu menyelidiki tentang Ryan ini?" tanya Dodi asisten pribadi sekaligus sahabatnya itu.


"Dulu aku hanya mengira dia sahabatnya,, entahlah aku terlalu menginginkannya aku terlalu mencintainya."


"Dan sekarang kau terlalu terluka"


Tama tak menanggapi pernyataan sahabatnya. Memang benar. Sekarang dia benar benar terluka, dalam dan sangat sakit.


tok tok


Pintu diketuk dan masuk seorang pengawal lain. Eri


Natan, Eri, dan Dodi adalah sahabat Tama sewaktu sekolah sampai perguruan tinggi. Dan mereka pun bekerja di perusahaan milik keluarga Wijaya. Natan dan Eri yang menguasai kemampuan bela diri menjadi pengawal pribadi. Sementara Dodi menjadi asisten pribadi Tama.


"Dari mana kau? " tanya Dodi.


"dari kantin sarapan..kemarin aku melihat Sila keluar rumah naik ojek. setelah aku ikuti dia menuju rumah orang tuamu. lalu aku meninggalkannya" jawab Eri sambil memandang kearah Tama.


"aku tak memintamu mengawasinya. Biarkan saja apa mau dia"


"aku masih belum percaya jika dia berbuat demikian." jawab Eri


"apa maksudmu?"


"kamu terlalu mencintai dia. kamu itu cemburu buta, tapi tidak tau pada siapa kamu harus cemburu!. kamu merasa memberikan dirimu dan segala yang ada padamu secara sempurna untuk dia. Dan kamu mengharapkan dia pun sama sepertimu. Jadi ada sedikit masalah kamu langsung tak bisa menerima kesalahan!!"


"jadi maksudmu aku harus terima jika diselingkuhi?. Bahkan sampai hamil"


"apakah ada bukti dia selingkuh?.. kamu pun bilang dia tidak mau diperiksa bagaiman kamu tau dia benar benar hamil?." sergah Dodi


"aku mendengar sendiri dia mengatakannya pada Yuni saat ditelfon" jawab Tama lesu


"aku masih tidak percaya" ucap Eri


Suasana pun kembali hening. tak ada lagi yang bicara.


Sampai dua jam berlalu. Dan Natan kembali dengan informasinya.


"bagaimana hasilnya?"tabya Tama tak sabar


"aku harap kamu siap dengan apa yang akan aku sampaikan"


"tidak usah bertele tele. katakan cepat!" bentak Tama


"baiklah

__ADS_1


nama nya Andryan. Dia putra seorang pengusaha batubara di negri tetangga. Dia kabur dari rumah dan datang ke negara ini sebagai mahasiswa. dia bekerja sebagai DJ disebuah klub ternama di kota ini. Dia juga berprofesi sebagai,,," Natan ragu mengatakannya


"sebagai apa?? kenapa berhenti??"


"sebagai pemuas nafsu wanita kesepian... yang sering menggunakan jasanya adalah wanita2 kaya, para model dan beberapa publik figur" Natan menjelaskan ragu


ketiga sahabatnya terkejut


"tidak heran,,muda, wajah tampan, badannya juga kekar. hmm pasti banyak wanita tertarik." analisa Eri. Dengan tatapan tajam Tama memandang kearahnya.


"jangan jangan karena kesepian ditinggal bekerja terus terusan Sila,,,," ucap Eri meneruskan dan tak menghiraukan kemarahan Tama yang benar benar akan meledak.


"Diam kau!!." bentak Tama pada Eri.


Tapi Eri tau semarah apapun sahabatnya ini tak akan melukainya, tak seperti sikapnya pada orang luar. Ya,, ketiga sahabatnya ini tau dengan benar. meskipun Tama terkenal kejam, namun hanya pada orang2 yang memusuhinya, dia tak akan pernah menyakiti orang2 yang di sayanginya.


"dengarkan dulu" lanjut Natan


" Sila mengenal Ryan ini dan mereka sering bertemu."


"aku tau.. aku juga sering mengantarkannya."jawab tama


" berarti kau sendiri yang menyodorkannya.." guma Eri. Tama meliriknya tajam dan melemparkan tumpukan berkas yang barusaja di tandatanganinya.


"jika kau terus terus memancing amarahku. aku tak segan memukulmu. biar mulutmu itu berhenti bicara!!."


"hhhh terserahlah lakukan apa maumu" jawab Eri sambil berdiri pindah tempat duduk agak jauh dari Tama.


" dihotel? mereka bertemu dihotel?.apa yang mereka lakukan?" tanya Tama geram


"bukankah kau sudah menuduh Sila selingkuh? kenapa kaget mendengarnya bertemu laki laki di hotel?."Eri membuat masalah lagi


" diam kau!! keluar dari sini. . KELUAAAR !!!". teriak Tama menggema sambil menunjuk ke arah Eri. Amarah Tama benar benar tak ter kendali lagi.. Eri pun keluar dari ruangan itu.


"sabarlah . tenangkan dirimu" bujuk Dodi yang mulai gemetar melihat mata Tama yang tak lagi cerah bersinar. mata itu telah berubah merah menakutkan. Guratan otot otot wajahnya pun mulai terlihat jelas. Tangannya juga mengepal keras. Dodi dan Natan khawatir,, khawatir mereka akan menjadi sasaran amarah Tama. Apalagi Eri malah terus memancing kemarahan itu.


"aku juga sudah bertanya pada resepsionisnya. mereka tidak cek in. mereka hanya datang menemui Yuni yang m3mang bekerja paruh waktu di hotel itu"


"itu berarti mereka memang janjian dengan Yuni" Dodi mencoba mengklarifikasi


"ya,, mereka memang janjian bertemu Yuni dan mereka hanya makan di resto hotel itu. setelah selesai makan mereka berpisah.."


Tama mulai menenangkan hatinya.


"Eri benar.. untuk apa kau marah sekarang?. bukankah kau sudah menandatangani surat perceraianmu?? dan kau pun sudah meminta Sila menandatanganinya juga. jika dia sudah tanda tangan,,,"Dodi tak meneruskan


"Lalu kalau bukan Ryan,, anak siapa??. "tanya Tama agak ragu


"apa kau benar benar yakin kalau Sila hamil??. bukankah kamu bilang dia tidak mau diperiksa?."Tanya Natan

__ADS_1


"menurut mbok Nah dan juga ibu,, waktu itu adalah ciri2 kehamilan. dan aku dengar dia menanyakan pada temannya. -bagaimana jika lelaki itu tau bayi itu bukan darah dagingnya??- seperti itu yg kudengar"


"lalu apakah kamu meminta penjelasannya?"


"tidak. aku terlalu kecewa saat itu. aku sudah tak bisa berfikir lagi. dan ayah menyarankan untuk meminta pak Yosep mengurus perceraian dan aku melakukannya" Tama menjelaskan.


"sekarang belum terlambat. pulanglah. bicaralah dengan Sila secara baik baik. cari tau apa yang terjadi. jika dia sudah tanda tangan surat itu masih bisa dirobekkan?. kalian hanya butuh komunikasi." Dodi menyarankan


Di rumah kediaman keluarga Wijaya.


Sehari setelah kedatangan Sila, tuan dan nyonya Wijaya memutuskan untuk menyusul Sila kerumah orang tuanya. menjelaskan duduk perkara mengapa sampai putra mereka meninggalkan istrinya. Mereka bermaksud mengembalikan menantu mereka secara baik baik. Mereka berfikir mungkin biarkan Sila menyampaikan dylu pada keluarganya. setelah itu mereka menyusul dan mengakhiri secara baik.


Namun hal yang mengejutkan terjadi. Ternyata Sila tudak pulang kerumah orang tuanya. Bahkan Niya sang kakak tidak bisa menghubungi ponsel adiknya. ked6a keluarga itu sangat khawatir.


"kemana dia? tidur dimana semalam?."


kecurigaan Tuan Wijaya semakin menjadi jadi.


"apa mungkin kerumah lelaki itu?."


Nyonya Wijaya segera menghubungi Tama


Tama dan Natan baru saja keluar dari gedung kantornya. Mereka baru sampai di parkiran saat sang ibu menelfon


"ada apa bu??."


"Tama.. apakah kamu tau dimana Sila?."tanya sang ibu khawatir


"dia ada dirumah. ada apa?"


"benarkah??. baiklah jika memang seperti itu. ibu hanya khawatir saja. kemarin dia datang kerumah. keadaannya tidak baik. ibu kira dia akan pulang kerumah orang tuanya tp ternyata tidak."


"ibu jangan terlalu khawatir.. sudah ya" Tama mematikan telfon. Dia meminta Natan segera menuju rumah yang pernah diminta istrinya. Mobilpun melesat cepat.


sesampainya di rumah itu mbok Nah tergopoh gopoh menghampiri Tama sambil menyerahkan kunci rumah


"loh aden sudah pulang?. bukannya kemaren minta neng Sila nyusul aden keluar negri?" tanya mbok Nah


"Sila mengatakan itu mbok?"


"iya. kemaren sepulang dari rumah sakit Neng Sila nitipin kunci sama mbok."


"rumah sakit?" gumam Tama. Kemudian setelah berpamit Tama masuk ke rumahnya dan langsung menuju kamarnya. Dilihatnya di meja itu sebuah map biru yang dia tahu isinya, dan diatasnya secarik kertas


*mas Tama.. terima kasih telah mengisi hari hari sila selama ini. Sila tidak tau apa kesalahan Sila hingga membuat mas Tama marah bahkan mengajukan keinginan bercerai. Jika Sila ada kesalahan mohon kiranya mas Tama memaafkan. Sila tidak akan menandatangani surat ini. Biarkan Sila pergi sebagai istri yang mencintai mas Tama. Maaf jika selama ini Sila tak becus mwlayanimu sebagai istri yang baik. sekiranya kebahagiaan mas Tama ada pada wanita lain, Sila ikhlas. sekurang kurangnya mas Tama tahu bahwa Sila mencintai mas Tama dengan tulus**


Isi surat itu membuat hati Tama semakin hancur. Disamping map itu ada sebuah kotak dan Tama meraihnya. kalung, gelang, atm, kartu kredit, ponsel semua ada didalam sana. Tama menyalakan ponsel Sila berharap menemukan satu kontak yang bisa di hubungi. ternyata hanya ada 5 nama saja di sana. kak Niya, bumer, Yuni, pak arip dan satu lagi dengan emotikon hati suami tercinta.


Ketika hendak keluar, Tama menangkap sesuatu teronggok di ranjang. obat obatan Sila yang mungkin tertinggal. disana ada keterangan pasien doctor Haris.

__ADS_1


Tama pun melaju ke rumah sakit dan menemui dokter Haris untuk minta penjelasan tentang penyakit istrinya. Dokter pun menjelaskan tentang maag kronis yang dialami istrinya berikut ciri ciri kambuhnya penyakit itu yang memang mirip gejala kehamilan.


__ADS_2