
Satu minggu mereka telah berada di villa itu. Setelah urusan Tama selesai semua kembali ke kota A.
"tuan Eri, tolong nanti antarkan saya ke kantor kakak saya ya,, saya sudah janjian disana."pinta Sila pada Eri
"kenapa tidak antar kamu langsung kerumah saja?"tanya Eri.
"saya sudah janjian sama kakak" Sila menjelaskan lagi
"baiklah, kita ke kantor kakakmu.".Eri menyerah
Sesampainya diperusahaan Wijaya properti, Sila langsung turun dan menemui Har di kantornya.
"kak!" sapa Sila setelah bertemu Har
"sudah datang!" sambut Har merangkul adiknya dan mengajaknya duduk.
"hm" jawab Sila singkat
"bagaimana perjalanan tugas pertamamu?" tanya Har
"seru!. bahkan aku jadi target pembunuhan tau ga?" cerita Sila
"lah bagaimana bisa?. biasanya yang jadi target itu majikan lah kok malah pengawalnya yang jadi target gimana?" Har bingung
"hehehe.. karena aku cantik,,, " jawab Sila manja.
tok tok
pintu diketuk dan setelah Har mempersilakan, masuk seorang wanita cantik membawa beberapa map di tangannya. Sila tertegun sesaat
"kak Niya" batin Sila
Begitu pula sekretaris cantiknya Har. Ia segera mendekap tubuh Sila
"sayang,, ini kau?. kau kembali?. kenapa kau tak pulang?. kakak dan ayah merindukanmu. kni benar benar kau?." Niya menangis sambil memeluk erat tubuh Sila. Meskipun Sila sangat merindukan kakaknya, ia pura pura tidak mengenal. Dia sama sekali tak membalas pelukan sang kakak.
"sayang,, apa yang terjadi selama ini?." Niya melepaskan pelukannya
__ADS_1
"anda siapa?" tanya Sila pura pura
"kamu tak mengenaliku?. aku kakakmu!. Ini kak Niya" Niya berusaha meyakinkan. Sila menoleh kearah Har
"ohhh,,, apa ini pacarnya kakak?." Sila mengalihkan topik
"pacar kakak?" Niya semakin bingung
"wah,, pacar kakakku cantik sekali,, kenapa gak pernah kak Har ajak pulang?. ibu pasti sangat bahagia." cerocos Sila sambil ganti memeluk Niya. Har bengong. Begitu juga Niya.
"kak,, kapan main kerumah?" Niya semakin tak mengerti
"maafkan aku kak, ini belum saatnya , ." batin Sila
"eh apa maksutnya?" tanya Har kelimpungan
" wah,, kakak ku malu malu,,,"ledek Sila pada Har.
"eh bukan!" elak Har.
"ah,, akan aku biarkan kalian berduaan dulu,, kak! di samping kantor ada kafe aku mau kesana dulu. nanti kalau kakak udah mau pulang jemput aku ditempat itu ya,, jangan lupa ini ranselku nanti bawakan sekalian." ucap Sila sambil berlalu
"ah,, kan udah seminggu ini aku g ngrepotin kamu!.
dadah kakak ipar cantikk,,," balas Sila saat berhenti di pintu hendak keluar
"em, Niya maafkan adik ku ya?. dia memang seperti itu anaknya. semaunya sendiri". ucap Har meminta maaf atas kelakuan Sila
"adik?. jadi itu tadi adiknya pak manager?". tanya Niya kecewa
"iya,, tolong maafkan ya. oh ya ada hal apa kamu datang?"
"oh ini pak.. saya butuh tanda tangan bapak disini." jawab Niya menyodorkan berkas
"Ngomong ngomong,, apa bapak tidak khawatir,,?" lanjut Niya
"tentang apa?" tanya Har
__ADS_1
"bukankah tadi adik bapak bilang mau ke kafe sebelah."
"ya ,, terus?"
"di kafe sebelah bukannya terkenal ada sekelompok pemuda mata kranjang yang suka ngusilin cewek cewek cantik. adik bapak secantik itu bagaimana kalau di jahili mereka?." tanya Niya. Sementara Har tersenyum
"tidak perlu khawatir,, dia bisa jaga diri." jawab Har tenang
"tapi biar bagaimanapun dia cewek pak?"
" biarpun cewek dia kuat. kamu tau pekerjaannya?"Niya menggelengkan kepala
"Dia bodyguard pribadi pilihan keluarga Wijaya. Hari ini dia baru pulang dari luar kota bersama presdir muda. Karena tidak mau dirumah sendirian jadi langsung kesini." Har menjelaskan sambil menunjukkan ransel Sila yang masih tergeletak di sofa.
Niya terbelalak tak percaya.
"jika memang dia bekerja untuk Tama. pastinya Tama sudah tau. jika dia memang Sila pasti Tama sudah mengabari kami." batin Niya.
Sementara
Di kafe sebelah gedung perusahaan dimana Har berkerja. Sila masuk dan duduk disebuah bangku yang kosong. Belum sempat memesan sesuatu, datang sekelompok pemuda yang menggodanya.
"cantik,, boleh kami duduk disini menemanimu?" tanya seseorang
"em, boleh!. silakan,, "jawab Sila tersenyum manis.
"wah,, sudah cantik, baik pula. boleh kenalan dong?." sahut yang lainnya.
"ya,, tentu boleh juga." masih dengan senyum manis.
"kalau main sama kita mau gak?"
"main apa?"
" ya main kuda kudaan juga bisa,,," mereka tertawa terbahak
"em,, baiklah."jawab Sila sambil memperhatikan satu persatu para pemuda itu. Sampai pandangannya terhenti pada sesosok pemuda tampan yang duduk dibelakangnya.
__ADS_1
"dia,, bukankah ini yang ada di surat kabar dirumah kak Yohan" Sila mengenal salah satu dari mereka adalah seorang penjahat. Penjahat yang melarikan diri setelah melakukan kejahatan besar