Permata Yang Terbuang

Permata Yang Terbuang
belum mulai


__ADS_3

Setelah selesai mngemas barang barangnya dan bercengkrama sebentar, dngan Har dan bule sang pemilik nama Shakira yang asli. Sila kembali pulang dengan suaminya.


"kalian sudah makan malam,,," tanya sang ibu


"sudah bu,"


"baguslah,, nak Sila yuk nonton tv dulu sama ibu sambil ngobrol ngobrol. kita cerita cerita dulu.


"baiklah,," jawab Sila . dia merasa lega tak harus menemani Tama tidur malam itu


" tidak boleh. kamu harus ikut aku kekamar" Tama menggeret tangan Sila


"mas,, aku ngobrol bentar sama ibu,," pinta Sila. Namun Tama langsung mengangkat tubuh itu menuju kamar.


Tama meletakkan tubuh istrinya dengan hati hati dan ikut berbaring disampingnya.


" apakah sama sekali tak merindukanku" pertanyaan itu terlontar


"aku,, aku setiap hari melihatmu dan mengagumimu. setiap hari berada didekatmu. bagiku sudah begitu bahagia. aku tak berani berharap lebih."


"mengapa kau tak mengatakannya padaku bahwa kau sudah didekatku."


"aku hanya ragu pada diriku sendiri."


"apa yang sudah terjadi dua tahun ini? tak inginkah berbagi denganku?"


"apa gunanya? semua telah berlalu. meskipun aku sangat berharap kamu ada disana,, tetap saja tak akan berlaku."


"maafkan aku,, aku minta maaf tidak ada dalam perjalananmu selama dua tahun."


"berhentilah minta maaf,, maafmu tak mengembalikan apapun".


Tama memeluk erat tubuh istrinya, mencium nya berkali kali.


"kau tahu? aku seperti orang gila mencarimu. kesetiap tempat dan tak menemukanmu."


Sila terkekeh


"kau menertawakanku?"


"tuan, aku berada disamping mu dan kau mencariku kemana?"


"tuan?" Tama mengernyit


"tuan tampan,, apa kamu tak merasakan kehadiranku saat pertama aku datang ke kantor?"


"aku,, aku hanya tidak berani percaya. Dan nyatanya nama mu beda dan ada apa dengan bodymu?"


Sila tersenyum


"kenapa dengan tubuhku?"


Tama juga tersenyum.


"Bagaimana jadi seperti ini. Dan kakak kakakmu, bagaimana kamu tiba tiba bisa punya mereka?"


"mereka adalah orang orang yang menyelamatkanku dua tahun lalu."

__ADS_1


"maafkan aku,,"


Tama menelusupkan wajahnya ke leher sang istri mencari tempat nyaman.


"maaf untuk apa lagi?"


"aku tidak bisa menjagamu"


"sebenarnya mas,, aku masih ingin lebih lama menjadi nona Sha mu,, tapi bagaimana kamu bisa menangkapku secepat ini?"


Tama mengangkat kepalanya dan menopangnya dengan sebelah tangan.


"apa?!!! setiap detik aku menderita karenamu. bagaimana bisa kamu mengatakan ini terlalu cepat. apakah senang saat aku mnderita?


Sila tersenyum


"dan bakan sekarang kamu tersenyum,,, menggodaku kah?"


Tama langsung menangkap senyum itu dengan bibirnya dikulumnya lembut beberapa lama. Darah kedua insan itu berdesir dari ujung rambut hingga ujung kaki. denyut jantung yang begitu cepat, seperti beberapa hari yang lalu. Tama melepaskan pagutannya saat Sila terengah engah dalam bernafas


"kau,, bagaimana kau bisa jadi petarung handal dan juga pelari hebat, padahal pengaturan nafasmu sangat buruk"


"saat berkelahi atau saat lari aku suda mempersiapan segalanya. dan selain tida siap saat ini aku panik"


"panik kenapa?"


"bukankah kita bukan lagi suami istri?z"


"bagaimana bisa kamu mengatakan itu?"


"Tapi kau tak menandatanganinya, dan surat itu tidak sampai ke pengadilan"


"aku yang salah paham, maafkan aku." lanjut Tama


Kembaali dipeluknya sang istri.


tok tok tok


Tama bangkit dan membukakan pintu kamarnya


"apa kalian sudah selesai?" tanya sang ibu


"belum,, aku belum mulai,,,"


"cepatlah mulai dan selesaikan! dan biarkan aku bersama anak perempuanku menghabiskan waktu" perintah ibunya


"aku khawatir tak akan selesai sampai beberapamalm ibuz" jawab Tama tersenyum menggoda


Sang ibu pergi dengan jengkel. Tama pun kembali naik keranjangnya


"ada apa?"


"tidak ada,, ibu hanya m2nyuruhku memproseskan cucu untuknya"


Sila 5ersipu malu


"kau!!"

__ADS_1


"apakah kau tak ingin melakukannya?"


"aku belum siap"


"kapan mau siap?"


"entahlah,, aku takut"


"kau bukan gadis kecil lagi., akh bisa mengajarimu,,"


"apa kau sudah mahir mas,,, "


"aku,,,?" Tama tak meneruskan


"ahh,,, tidak heran, banyak cewek yang mau sama kamu. Kata kak Har bahkan hanya sekdar diicip pun banyak yang mau sama kamu."


"Har bilang seperti itu? apa dia tau betul tentangku!"


"mungkin dia sering lihat berita skandalmu,"


" apa kamu percaya begitu saja?"


"aku hanya tau kamu dikelilingi cewek cewek cantik. untuk masalah itu,,,"


Tama mengerat kan pelukannya dan menciumi kembali istrinya


"selama dua tahun jauh dariku, apakah kau pernah mencari pacar?"


" sebenarnya aku ingin sih,,, cuma, pekerjaan dan latihan dari kak Yohan terlalu menguras tenaga dan waktuku. Jadi ya,, aku sama saja pacaran sama kak Yohan"


"jadi kau benar benar ingin mencari pacar?" Tama kesal dan melepaskan pelukannya. diapun bangkit dari rebahan dan duduk disamping tubuh sang istri yang begitu molek menggiurkan nafsunya


"kamu memiliki begitu banyak skandal. Aku hanya punya keinginan memiliki seorang pacar saja tidak boleh" sungut kesal Sila melirik kearah Tama.


,,,Sepertinya menggoda Tama sangat menyenangkan,,, pikirnya.


"jadi benar kau ingin cari pacar sekarang?" Tama makin kesal


" dua tahun kuhabiskan untuk latihan dan cari uang demi sesuap nasi,dan kau bersenang senang dengan para model cantik. Setelah bertemu denganmu,, aku harus selalu bersamamu kemana pun bahkan menemanimu pacaran dan berkencan juga. apa ini adil jika sekarang kau marah saat aku ingin punya pacar?" Sial bangun dan pura pura merajuk


Tama diam sejenak


"tapi kamu istriku,,," Tama mencoba bersikap manja dengan memeluk istrinya dari belakang


"apa kau bukan suamiku saat kau bersenang senang?"


" tapi aku tidak melakukan itu,, "


"tapi kau mengajak wanita wanita cantik itu ke jamuan makan, kehotel, berbelanja, ketwmpat wisata, sementara aku,,, aku tak ada yang mengajak kemana mana,,,"


" baiklah,, aku akan mengajakmu kencan, pacaran kemanapun kamu mau, berbelanja apapun, dan aku akan memenuhi apapun yang kamu inginkan. tapi jangan cari pacar,,, biarkan aku yang jadi pacarmu oke,,,"


" tapi jika kamu membuatku marah aku akan mencari pacar lain!" senyum menyeringai nampak samar di bibir Sila.


"aku akan membahagiakanmu,, aku tidak akan pernah membuatmu marah, aku janji" Rasa takut akan kehilangan untuk kesekian kali, membuat Tama sama sekali tidak sadar dikerjai oleh gadis yang menjadi cinta pertama nya ini.


,,,aku benar benar menjadi bodoh dihadapan gadis ini. bagai mana bisa? tapi, aku tahu kau tak akan berani melakukan itu,,, Tama tersenyum licik

__ADS_1


__ADS_2