
setelah puas jalan jalan Sila dan Yohan membeli sebuah sepeda. Dan mereka pun pulang.
"kita mampir ke batalion 511 dulu sebentar ya?"ajak Yohan
"ngapain kak?"
"hari ini penerimaan anggota baru. kakak ingin lihat lihat saja sebentar."
"nanti kalau taman teman kakak ngenalin Aku gimana?"
"Batalion 511 itu cuma markas buat latian"
"ohhh. baiklah"
Mereka pun mampir sejenak di markas latihan tentara di kota itu. Sila memilih untuk menunggu Yohan di mobil. Yohan pun tak lama di kantor dan hanya melihat lihat sebentar. Dan mereka pun pulang.
Keesokan harinya
Sila dengan penuh semangat mengerjakan tugas rumah yang biasa ia lakukan. menyapu, dan mencuci pakaian dan segera menjemurnya. setelah itu dia segera mandi dan menemui ibu Darmi di ruang makan.
"kamu sudah rapi. apa harus berangkat sepagi ini?" tanya bu Darmi
"iya bu. karena tempatnya agak jauh. nanti jam 9 juga sudah harus selesai." jawab Sila sambil mengunyah sarapannya.
" kamu g berangkat bersama Yohan?."
"memang kak Yohan mau kemana?" tanya Sila
" ya klo pas g ada kerja Yohan juga biasanya pergi fitnes."
" kak Yohan g bilang klo mau fitnes. lagian kan klo mau fitnes berangkatnya agak siangan. bukanya saja jam 9."
"ohh. ya sudah kamu cepetan habiskan sarapannya."
setelah sarapan Sila berpamitan berangkat kerja. Hari pertama harus semangat pikirnya. setelah lebih dari 15 menit dia sampai ditempat kerjanya. disana sudah datang seorang pekerja lainnya.
"selamat pagi" sapa Sila. lelaki yang disapanya itu menoleh dan tersenyum
__ADS_1
" pagi.. kamu yang katanya anak baru yang mau bantu aku bersih bersih ya?"
"iya. namaku Shakira." Mereka berkenalan. Dan lelaki itu ternyata bernama Joni. Dia juga bekerja bersih bersih ditempat itu. Tapi setelah tempat itu di buka maka dia akan bekerja sebagai instruktur fitnes juga. Tak heran jika Sila melihat postur tubuh Joni yang kekar berotot.
" tak disangka. Gadis cantik sepertimu mau bekerja bersih bersih"
" bisa saja kakak ini. kan yang penting halal." jawab Sila. lelaki itu tersenyum mengiyakan. Setelah keduanya selesai bersih bersih, Joni pun membalik tulisan yang digantung di pintu dari close menjadi open tanda tempat itu dibuka untuk umum.
"ada kamu pejerjaanku jadi lebih ringan." ucap Joni. Sila hanya terseyum
"kak. kata kak Yohan aku boleh lo ikutan fitnes disini. katanya sekalian diet." ujar Sila.
"kamu kenal pak Yohan?" tanya Joni tak percaya. Sila hanya sedikit merengutkan bibirnya kesamping seolah kesal merasa tak dipercaya.
"baiklah baiklah. ayo sini latihan sama aku saja." ajak joni. Sila pun mencoba berbagai alat olah raga dengan pengawasan Joni. makin siang makin ramai tempat itu. Banyak pengunjung laki laki dan tak sedikit pula perempuan. Ada tatapan sinis dari salah seorang pengunjung cewek.
Hari semakin bergulir tak terasa begitu lama Sila mencoba bermain dengan berbagai alat.
"kak aku pulang saja ya?. capek banget." pinta Shakira pada Joni.
Dengan pelan di kayuhnya sepeda pemberian Yohan kemaren. Sesampainya di suatu daerah yang bisa terbilang sepi tiba tiba Sila dikepung beberapa lelaki orang bermotor. Sila pun menghentikan sepedanya.
"kalian siapa dan mau apa?." tanya Sila ketakutan
"kami cuma mau mengajakmu bersenang senang." sahut salah seorang dari mereka.
"maaf saya tidak mengenal kalian, tolong minggir"
"ayolah cantik.. kita hanya ingin bersenang senang saja denganmu." salah seorang dari pemuda itu turun dari motornya dan menghampiri Sila
"kalian jangan macam macam ya?" sila semakin ketekutan.
"atau aku akan berteriak"lanjutnya semakin gemetar.
"hahahaha teriak saja. siapa yang mau mendengarmu?" lagak yang lain
" aku yang mendengarnya!!" suara seorang lelaki yang terdengar penuh wibawa mengejutkan mereka
__ADS_1
" siapa kamu?. jangan ikut campur!" hardik salah seorang dan mereka ber enam turun dari motor hendak mengeroyok lelaki yang tak lain adalah Yohan. Dengan sigap Yohan menangkis serangan para brandalan tersebut. Tak membutuhkan waktu lama ke enam brandal tersebut lari kocar kacir.
"kakak!!" panggil Sila yang terduduk lemas di samping sepedanya. Yohan menghampiri dan membelai rambut adiknya. Dia duduk mensejajarkan tubuhnya di samping Sila. Direngkuhnya tubuh Sila kedalam pelukannya.
"sudah. mereka sudah pergi. jangan takut lagi. kakak disini. Kakak akan selalu melindungimu, kakak janji. oke?. kamu sekarang aman." hibur Yohan. airmatanya tak terbendung lagi, hingga membuat Sila heran. Sila merasa dirinya sudah aman akan tetapi mengapa Yohan kini malah menangis?.
"aku takut kak!" sila menatap kearah Yohan
"oke oke. kakak disini. kamu aman, oke." Yohan semakin mendekap erat tubuh Sila.
Mereka pun pulang Sila mengayuh sepedanya dan Yohan mengikutinya dari belakang. Sesampainya dirumah, Yohan segera memarkirkan motornya dan mengiringi langkah Sila masuk rumah.
"kak aku sudah tidak apa apa." ucap Sila
"mulai malam ini. kakak akan melatihmu bela diri. apa yang kakak telah pelajari akan kakak ajarkan padamu. semuanya. ya semuanya. kamu harus bisa bela diri." ujar Yohan penuh semangat.
"kak..."Sila menatap kearah Yohan. Dia bingung, kenapa kakaknya ini tiba2 bersikap seperti ini..
"baiklah.. aku akan belajar bela diri"
sore itu Yohan pun berpamit pulang. Sila keluar rumah untuk mengunjungi makam kakek dan neneknya. Sepulang dari makam Sila melihat lagi orang orang yang berseragam pengawal keluarga Wijaya. Akhirnya Sila berbelok arah menuju rumah Yohan. Sesampainya di rumah Yohan, ternyata Yohan dan ibunya ada dihalaman belakang sedang memanen madu.
"kak Yohan !!" panggil Sila. Yohan tersenyum dan melambaikan tangannya. Dia berjalan cepat menghampiri Sila. Namun sebalum sampai pada Sila, ada seorang lagi yang memanggil nya dari arah belakang Sila.
"kapten!!".. Sila hafal suara itu. letnan Ardi. Ya letnan Ardi. Sila tidak berani menoleh. ingin rasanya lari sekencang mungkin dari tempat itu. Wajahnya mulai pucat ketakutan. Yohan pun menyadari akan hal itu. Dia melepaskan tudung kepala yang di pakainya untuk memanen madu dan memakaikannya pada Sila.
"bantu mama sana!" perintahnya pada Sila sembari mendorong lembut tubuh Sila. Entah apa yang sedang dibicarakan antara dua tentara tersebut, Tapi Sila tak mau sampai kelihatan oleh mereka.
Waktu terus berlalu dengan sangat cepat. Dan Sila setiap malam giat belajar bela diri kepada kakaknya. Yohanpun mengajarkannya dengan keras, tak ada toleransi meskipun yang dilatihnya seorang cewek. Tetap keras dan disiplin seperti mengajari para tentaranya. Harus Tetap tangguh dan kuat. Semua yang pernah di pelajarinya dari dalam dan luar negri diajarkan semua pada seseorang yang dianggapnya sebagai adik itu untuk menebus rasa bersalahnya. Ya,, Yohan memiliki rasa bersalah yang sangat mendalam pada adiknya, yang telah tiada.
Dulu Yohan memiliki seorang adik perempuan cantik, pandai, dan memiliki postur tubuh agak berisi dan pipi yang cubby. Namanya Adinda. Yohan dan keluarganya sangat menyayangk adinda. Dia menjadi idola disekolahnya. Selain parasnya yang rupawan, tapi Adinda juga idola para guru karena nilainya yang tak pernah mengecewakan. Dia sering mewakili sekolahnya untuk mengikuti perlombaan perlombaan bergengsi antar sekolah bahkan sampai tingkat tinggi.
Berkali kali Adinda minta kepada kakaknya untuk mengajari ilmu beladiri kungfu yang di pelajari kakaknya dari negri china. Namun Yohan tidak mengindahkan permintaan adiknya itu. Karena dia merasa bisa melindungi adiknya kapanpun.
Hingga pada suatu malam, Adinda harus mengikuti pelajaran tambahan untuk persiapan lomba tingkat Nasional. Waktu pulang, Yohan sedang ada tugas dan tak bisa menjemput adik tercintanya. Dia meminta pak Ran, sang sopir untuk menjemput. Namun ketika pak Ran sampai di sekolah ternyata sudah tidak ada siapapun. Para guru mengatakan bahwa Adinda sudah pulang diantar Alex teman sekelasnya. Pak Ran pun pulang dan ternyata Adinda belum sampai dirumah. Seluruh keluarga khawatir dan mencarinya sepanjang malam. Sehingga keesokan paginya, ada warga yang menemukan Adinda dalam keadaan memprihatinkan. Pakaiannya tercabik cabik, seluruh tubuhnya penuh dengan bekas ******. Tubuhnya lemah tak berdaya. Dia segera dilarikan kerumah sakit dan dokter menyatakan bahwa dia telah menjadi korban pemerkosaan.
Seluruh keluarga merasa terpukul dan segera mencari keberadaan alex. Ternyata Alex tidak sendiri. Dia mengaku telah memperkosa Adinda bersama 2 teman lainnya dan salah satunya bernama Reza putra kepala desa. Dan setelah dilakukan penangkapan ternyata sang putra kepala desa telah kabur entah kemana. dan sebagai gantinya sang kepala desa pun dipecat secara tidak terhormat. Alex dan satu temannya di penjara. Namun semua itu tak bisa menghilangkan trauma pada Adinda hingga akhirnya Adinda pergi untuk selamanya.
__ADS_1