Permata Yang Terbuang

Permata Yang Terbuang
salah sangka


__ADS_3

"Tam,, ngapain kau telanjang berdiri disitu?" tanya Dodi yang baru saja datang


Tama kaget dengan pertanyaan Dodi, semua mata tertuju padanya, dia tertawa kecil dan mengusap tengkuknya berbalik ke lantai atas untuk mandi.


Selesai mandi, Tama kembali ke ruang tengah dan mendengarkan canda tawa keluarga dan sahabatnya. Tak satupun kalimat keluar dari mulutnya ataupun masuk dalam telinganya. Dia asik dalam dunia nya sendiri. menatap sang istri yang sesekali tertawa renyah. Berkali kali bibirnya tersungging senyum bahagia, apakah tak ada yang sadar?. Natan,, Natan sadar akan kelakuan bodoh sang tuan mudanya.


waktu telah bergulir berganti senja


" bu,, Sila minta izin balik ke apartemen ya?." Tama kaget dan tak percaya.


"kenapa kau ingin balik kesana?" Tanya Tama seakan lelah dengan hatinya.


"iya nak,, kenapa mesti balik ke apartemen kakakmu? ini rumahmu. tetaplah tinggal disini, bersama ibu, ayah dan suamimu" bujuk sang ibu mertua


" bu,, bagaimanapun. Disana adalah kakakku. aku belum mengatakan apapun tentang hal ini padanya. jika hari ini aku tidak kembali, bukankah dia akan kebingungan?" jawab Sila.


"kamu benar nak kakakmu harus tau bahwa kamu telah kembali pada keluarga suamimu. pergilah dan segeralah kembali." jawab sang ayah menimpali.


" terima kasih atas pengertian ayah."


"mas,, maukah mengantarkan ku?".


Tama hanya mengangguk


Dodi pulang, Natan dan Eri diperintahkan Tama ikut untuk membantu mengemas dan membawa barang yang diperlukan istrinya.


Sesampainya di apartemen


"Kalian masuk dulu, aku akan membeli sesuatu untuk kakak dan Sha." ,,Harusnya Sha ada dirumah saat ini,,


"apakah kau berencana kabur lagi?"


Sila tersenyum


"tidak mas,,, aku cuma ingin membelikan makanan untuk kakak"


"kalau kamu takut dia kabur. antarlah" usul Natan.


Akhirnya Eri dan Natan pergi ke apart lebih dulu


Setelah memencet bel dua kali, pintu terbuka. sang tamu dan sang tuan rumah terperanjat kaget


"eh kalian,,, mau ngapain. jangan kemari" bisik sang tuan rumah yang tak lain adalah Shakira.


"kamu ngapain disini?"hardik Eri.


"ehm,,," Shakira terdiam sejenak


"kak Eri,,, bukankah sudah kubilang jangan cari kakakku lagi,, jadilah pacarku saja ya,,," ucapnya sambil mendekat ke arah Eri yang semakin melangkah mundur menghindar.


"apa? Eri... kamu pacaran sama kakaknya Nona ini?"tanya Natan heran, karena dia tidak tahu Eri punya pacar.


"gak usah ngaco kamu. dia memang aneh, tadi pagi saja dia bilang aku suka main "engkol"


Natan tertawa terkikik. Sha menoleh kearah Natan.


"kamu kenal dia?" tanya Natan berbisik


"temen barunya Ria" bisik Eri

__ADS_1


"wajahnya mirip non Sila, mungkin dia Shakira yang asli"


"namanya memang Shakira." bisik bisik kedua lelaki itu


"wah kakak yang ini juga cakep. kalau kak Eri tidak mau jadi pacarku, kakak saja yang jadi pacarku,,, intinya kalian berdua jangan pacaran sama kakakku, tinggalkan kakakku. jangan ganggu dia lagi. biarkan dia hidup normal" pinta Sha dengan memelas.


Natan dan Eri saling pandang tak mengerti


"nona, kamu ngomong apa sih sebenarnya." tanya Natan


'"aku,,, aku liat foto kalian diponsel kakak."


"Sha,, siapa yang datang" tanya Har dari dalam


"ah,, tidak ada kak. cuma tetangga yang pengen kenalan sama Sha" jawab nya dan langsung menggeret pintu sampai menutup. bahkan dia tidak tahu jika pintu itu tertutup maka akan mengunci secara otomatis.


Kedua lelaki itu mengerutkan kening.


,,,pacar kakaknya?,,, pikir keduanya


"Bukankah itu Har?" tanya Natan


"bukan bukan,,, itu itu orang lain. kalian pergilah. jangan kemari"


Natan dan Eri mulai paham akan situasi


"kenapa harus pergi,,, kami harus bertemu dengan kakakmu" kata Natan


"mau apa? mau apa kalian bertemu kakak ku. tinggalkan dia. biarkan kakakku hidup normal" Sha mulai berteriak.


"karena kami sudah tidak bisa menahan lagi,," sambut Eri dengan suara lembut menggoda. Senyum geli nampak di bibir Natan, diapun membuang muka.


Tiba tiba pintu dibuka.


"Har,, akhirnya,,," senyum lebar Eri yang segera mendekat saat Har muncul di pintu


" kakak! kenapa kau keluar!." teriak Sha


"eh tuan Natan , tuan Eri,, kenapa tidak masuk?"


"bagaimana kami masuk ada satpam bule disini. " jawab Natan yang juga langsung melangkah masuk bersama Eri mengikuti langkah Har.


"kakak! aku tidak menyangka kakak akan jadi seperti ini.. kakak mengecewakanku ayah dan ibu.!" teriak Sha mengejar sang kakak


"kamu ini apa apaan sih. bikin malu kakak di depan tuan Eri dan Tuan Natan." bisik Har pada adiknya.


Sha hanya bisa bengong


,,, kakak malah menyalahkan aku, aku begini demi kebaikan kakak,,,,


"kalian hanya berdua?,,, mari silakan duduk. dimana Tuan muda"


tanya Har sambil mempersilakan keduanya duduk.


,,,hah, kakak ku masih menanyakan satu orang lagi, apakah sudah separah itu,,, pikir Sha.


Tiba tiba suara bel berbunyi


" dek,, bukakan pintu." perintah Har.

__ADS_1


"apakah ini lagi?" Degan bersungut


*


"Har, kami kesini untuk mengambil barang barang nona Sila untuk dipindahkan kerumah suaminya" ucap Natan


"apa! apa dia sudah bertemu dan kembali? haisss bagaimana mungkin adikku akan sebodoh itu,, langsung memaafkannya begitu saja. dia sudah dibiarkan selama dua tahun berjuang hidup sendirian. bahkan ayahnya pun tak pedulii. bagaimana bisa dia mencintai laki laki itu selama ini. hhhhh" Har mendesah panjang.


*


Nampak Tama berdiri gagah di depan pintu


,,,dia lagi,,, Sha begitu shock. ,,,kakak sudah separah ini? eh tunggu,,,


Ada sesosok perempuan cantik muncul dibelakang Tama.


,,, jadi, mereka? satu orang cewek dan empat orang cowok?mmmm,,,


Sha masih dalam angan angan ngawurnya saat Sila memeluknya


" akhirnya kita bertemu,,, kita bisa bersama sekarang, kita bisa jadi saudara"


,,, hah saudara? aku tidak mau main rame rame kayak gini. tapi cowoknya cakep semua, aduuh bisa tahan godaan gak ya aku jika lama lama disini,,, Sha masih berpikir belum jelas.


Diperhatikannya wajah cewek yang memeluknya itu.


,,, wajahnya,,,,


wajahnya mirip dengannya namun rambut yang diikat seperti kuncir kuda itu berwarna hitam berkialau. warna matanya hitam bersinar dan postur tubuhnya terlihat gagah meskipun tak seperti ketiga cowok yang bersamanya.


Setelah memeluk Sha tanpa respon, Sila menggandeng tangan Tama masuk kedalam dan bergabung dengan ketiga lelaki lainnya. Dia meletakkan bawaannya dimeja. camilan dan makan malam.


Sha mengikuti mereka seperti anak yang terabaikan. Bengong, dan memperhatikan kesemuanya bergantian.


"aku harus membayangkan yang bagaimana? ada foto cowok cowok itu di ponsel kakakku, lalu sekarang, muncul seorang cewek diantara keempat cowok." gumam Shaa lirih


" yuk mas,,," ajak Sila pada Tama. Dia beranjak menuju kamar yang terkunci dibelakang kamar Har.


,,, bahkan dia pegang kunci kamar itu,,, pikir Sha.


Saat sampai di kamar Sila ingat akan ponselnya.


"Kak,, apa ponselku sudah ketemu?"


teriak Sila dari dalam.


"belum. eh kaka belum bertanya Sha."


"apa?" tanya Sha saat namanya disebut


"itu, Sila ponselnya gak ketemu,, apa kamu pindahin? empat hari yang lalu ditaruh di dekat tv"


Sha kaget


"oh jadi itu punya dia? aku pikir punya kakak. aku sembunyiin" jawab Sha jujur. Dia pun mengembalikan ponsel itu. kini dia tak lagi salah paham pada sang kakak.


Sha menyerahkan ponsel itu pada kakaknya dan diterima Natan. Natan menyalakan layar ponselnya sila, disana nampak foto screensaver yang sama dengan miliknya dan Eri. Dia menunjukkannitu pada Eri, dan Eripun tertawa terpingkal pingkal yang membuat Har bertanya tanya.


"jadi, nona ini mengirapnsel ini milikmu. Jadi karena dia melihat foto ini diia kira kami pacar kamu" Natan memperlihatkan foto itu. Sha hanya mampu menunduk malu

__ADS_1


"yang suka main engkol..." Eri menambahkan bahkan dngan memperagakan permainan adu kekuatan lengan itu


__ADS_2