Permata Yang Terbuang

Permata Yang Terbuang
kakak


__ADS_3

Tak terasa satu setengah tahun sudah Sila meninggalkan rumah dan suaminya. Kini dia telah menjadi Shakira yang jauh berbeda dari Sila. Shakira,, dia sesosok wanita yang kuat, disiplin, percaya diri, bodynya pun kini tak lagi semok seperti Sila yang sebelumnya. Semua yang di ajarkan Yohan telah dikuasainya. berbagai macam pengetahuan bela diri. Dia juga telah mahir meramu obat herbal belajar dari ibu Darmi, dan cukup lihai memasak yang ia pelajari dari mama Retno, mama nya Yohan.


Di satu pagi yang cerah, Sila telah selesai mencuci dan menjemur cucian. Dia membantu ibu Darmi di dapur sebentar hingga di tengokya jam dinding menunjuk kan pukul 5.30. yang mana dia harus segera mandi dan siap siap bekerja. Ketika Sila berada di depan kamar mandi dia berteriak kencang saat dilihatnya seorang cowok telanjang dada dan hanya memakai celana pendek. sedang menggosok rambutnya dengan handuk.


"kamu siapa?. " tanya Sila setengah berteriak


"kamu ini yang siapa?." pemuda itu balik bertanya.


Bu Darmi yang mendengar teriakan Sila dari dapur, tergopoh gopoh lari menuju ketempat Sila.


"ada apa sayang?" tanya bu Darmi sambil berjalan mendekati Sila.


"ibu ini siapa? " tanya Sila pada bu Darmi. bu Darmi hanya tersenyum


" ini kakakmu. Kak Har. Haryono. masa kamu g ingat?". sekilas Sila ingat bahwa dulu,, Shakira punya kakak laki laki. Ya kak Har.


Begitupun dengan lelaki itu juga penasaran terhadap gadis cantik mempesona dihadapannya itu.


"ini Sila. kembaran Shakira waktu kecil dulu. kamu ingat?"


"hahhh aku ingat. Dia kan yang dulu rambutnya suka dikuncir 2 itu kan. Dulu kan jelek. kenapa sekarang jadi sangat cantik begini?."celoteh Har


"enak saja bilang aku jelek. kak Har itu yang dulu jahat, suka narik narik rambutku." Sila pun tak mau kalah


"sudah sudah jangan berantem terus. Sila sekarang kamu mandi gih, habis itu kita sarapan" lerai bu Darmi.


Saat sarapan.


"ngapain kamu tinggal disini??" Har memulai obrolan.


"aku g ada waktu buat jelaskan ke kamu. aku mau berangkat kerja dulu." sesegera mungkin Sila menyuapkan nasi terakhir dipiringnya itu dan berlalu


"ibu aku berangkat ya'" pamitnya pada sang ibu


"kok g pamit sih sama aku?." ucap Har.


"ngapain pamit sama kamu?" tikas Sila


"Sila,, dia juga kakakmu. jangan gitu deh"tutur Bu Darmi.


" okelah.. aku kerja kakak jelek." ucap Sila dan langsung berlari.


"heh...." Har merasa kesal


" bu .. habis sarapan aku aka kerumah Yohan ya'"


"iya.. habiskan dulu sarapan mu"


pagi itu Har pun menuju ke rumah Yohan. Sekedar melepas kangen. Yohan mengajaknya untuk pergi Fitnes.


Sesampainya di tempat fitnes, Har kaget bukan kepalang melihat Sila berada satu diantara mereka. Terlebih lagi saat seseorang menyapanya dengan nama Shakira.


"mengapa dia tadi memanggilnya Shakira. apakah orang tadi dibohonginya?." Setelah agak lama bengong, Har hendak menyeret tangan Sila. Namun Sila menghempaskan nya kasar.


"apa sih?." teriak Sila


"sini kamu,," Har mencoba meraih tangan Sila kembali. Namun ditepis oleh Sila.


"kenapa orang orang memanggilmu shakira? apa kau membohongi mereka?"

__ADS_1


selidik Har


"kenapa aku harus bohong?,. aku memang menggunakan nama shakirà untuk menyamar" jawab Sila lirih namun tegas


"apa maksudmu?. apakah kau ingin mencemarkan nama adikku?." Har menghela nafas panjang


"oke. wajah kalian memang mirip. aku akui. Tapi jangan coba coba mempermainkan keluargaku kau!" ancam Har dengan menunjuk ke arah wajah Sila. Sila menepis telunjuk Har dengan kasar


"jangan arahkan telunjukmu padaku!" bentak Sila. Yohan yang berada tak jauh dari mereka pun memanggil Sila


"Shakira sayang.. kemarilah" Yohan memanggilnya dengan lembut dan melambaikan tangannya. Sila memicingkan mata dan memonyongkan bibirnya meledek ke arah Har. kemudian berlari kearah Yohan


"apa?. Yohan pun memanggil nya Shakira?. apa sih yang sebenarnya terjadi?."


Har kebingungan


*


*


*


Disuatu sore di taman TOGA belakang rumah bu Darmi


"kak Yohan. Klo misalnya kak Har bertanya tentangku. Kak Yohan boleh kok menjelaskannya. Tapi aku mohon satu hal. Jangan beritahu padanya siapa sebenarnya suamiku."pinta Sila pada Yohan


"apa kamu berfikir kakak tahu siapa suamimu?. kamukan tak pernah memberi tahu kakak?" goda Yohan. Memang Sila tak pernah memberi tahu. Tapi Yohan telah tahu semuanya. Siapa keluarga Sila dan siapa keluarga suaminya.


"meski aku tak memberi tahu kakak. Tapi kakak pasti sudah tahu semuanya." Sila menunduk. Merindukan suaminya, keluarganya. Terasa sesak di dada Sila.


"oke oke. bahkan bu Darmi pun belum tau." ujar Yohan.Sila tersenyum.


"sampai saat ini suamimu masih mencarimu. Kepribadiannya telah berubah 180 derajat sejak kepergianmu." lanjut Yohan


"maksut kakak?"Sila penasaran. Karena memang selama ini Yohan tak sekalipun menyinggung mengenai Tama.


"- Sekarang dia menjadi laki2 yang arogan. penuh emosi. Tak seorangpun bisa melakukan sedikit kesalahan padanya. Sikapnya menjadi sangat dingin. tak pernah ada kata maaf. Kasar. Ambisius. apapun yang dia inginkan harus dia miliki" jelas Yohan


"sampai segitunya kah?. apakah itu tentang perempuan juga?" tanya Sila penuh selidik


"itu satu sisi lainnya dari dia. Dia tak pernah menyukai seorangpun. Tapi karena dia seorang yang populer, jadi banyak perempuan yang antri dan bahkan membuat cerita palsu tentang nya. Beberapa model juga digosipkan ada hubungan dengannya." Yihan melirik pada gadis disampingnya itu.


"apa kamu tidak ingin kembali padanya?.. " Yohan tersenyum menggoda. Dia tahu gadis yang dianggapnya adik itu masih sangat mencintai suaminya.


"hmm. Tapi aku tidak bisa tiba tiba dihadapannya dan minta kembali. aku adalah wanita yang pernah di beri surat cerai olehnya." Sila kembali menunduk.


" bagaimana kabar ibu dan ayah? juga kak Niya dan ayahku?"


"mereka baik semua. cuma Nyonya menjadi sering sakit sakitan sejak kepergianmu."


"hei kalian ngapain berdua duaan disitu?. mau mesum ya?" suara Har mengagetkan keduanya.


"kak Har apaan sih??" Sila melirik kesal kearah Har yang baru saja duduk bergabung dengan mereka di saung dihalaman belakang rumah bu Darmi. Dihalaman itu dijadikan taman TOGA oleh bu Darmi. sebenarnya tanah yang di tempati bu Darmi untuk rumah dan taman toga dibelakang adalah tanah warisan milik ibunya Sila. Tanah itu diberikan kepada bu Darmi yang telah menjadi ibu susu bagi Sila. Bu Darmi sebelumnya bekerja dirumah kakek Sila sebagai pengurus rumah tangga. Setelah kelahiran Sila dan Shakira yang jaraknya hanya terpaut beberapa hari maka Kakek Mun menitipkan Sila untuk di susui oleh bu Darmi karena ibu Sila meninggal saat melahirkan. Dan Rudi juga tak mau mengasuh anaknya itu. maka, separuh dari warisan ibu Sila diberikan pada keluarga bu Darmi sebagai ucapan terima kasih. Dan setengah lagi di simpan untuk masa depan Sila kelak dewasa. Namun karena kelicikan sang bibi, seluruh harta yang dimiliki Kakek Mun dijual dan hasilnya dibawa kabur keluar negri.


Bu Darmi datang membawa nampan berisi 4 gelas teh. Ditaruh nampan itu di tengah mereka. Mereka berempat pun terlibat pembicaraan yang seru. Tentang pekerjaan Yohan, pekrjaan Sila, dan pekerjaan Har. Dan ternyata Har bekerja sebagai manager pemasaran di perusahaan Wijaya properti.


"dunia ini memang sempit" batin Sila.


"tumben kamu pulang dan nginap dirumah sampai beberapa hari? biasanya juga cuma semalem langsung balik lagi." tanya bu Darmi pada Har

__ADS_1


"iya bu. aku ambil cuti satu minggu." jelas Har


"ada angin apa tiba2 ambil cuti seminggu?" gangi Yohan yang penasaran


"aku sedang brokenheart" jawab Har


" hah!. Mr. Har brokenheart ini sih berita langka !" sorak Yohan.


" Mr. Har yang sejak masa sekolah jadi idola cewek bisa brokenheart?. hah! kemana playboy mu dulu?." ledek Yohan.


"sialan kau. bisa bisanya meledek begitu?. " sungut Har sambil memukul lengan sahabatnya.


bu Darmi beranjak meninggalkan tempat itu


" ya mana aku percaya? kau dulu yang suka mainin cewek sekarang patah hati?. kan lucu?" Yohan tertawa terbahak bahak di ikuti Sila dan senyum bu Darmi dari kejauhan


"siapa cewek yang berani bikin Mr. Har ini patah hati?"


"hmmm.. namanya Sarah. Dia model di perusahaan presdir muda. Dulunya dia baik juga sayang sama aku, tapi setelah bekerjasama dengan Aditama dia jadi berubah. Dia lebih memilih mengejar si bos kaya itu. padahal semua orang tau siapa si Aditama. Kecil kemungkinan bisa jadian sama tu bos kacau!" gerutu Har


Sila mengernyitkan kening


"apa maksut kak Har dengan bos kacau?." tanya Sila penasaran. Yohan sedikit melirik kearahnya. mencari ekspresi gadis itu


"yah kacau dia sekarang, dia itu orang yang angkuh, kasar, dingin, tak segan segan menghukum berat orang yang membuatnya tersinggung. Tapi dia itu loyal. Tidak pelit pada siapapun yang menyenangkan hatinya. para model model bodoh itu berebut ingin jadi pasangannya. Bahkan banyak dari mereka mengatakan rela walaupun hanya ditiduri sekali saja sama si bos angkuh itu." Har terlihat begitu kesal dan tak menyukai Tama


Perasaan Sila campur aduk tak karuan. begitu banyak bayangan bayangan berkelebat menampilkan Tama yang sedang bermesraan dengan para model model cantik. Ada guratan kekecewaan diwajahnya. giginya gemeratak menahan amarah dan nafasnya mulai berat. Yohan melihat semua itu.


"aku kenal dengan bos yang kau katakan itu. ya walaupun tidak akrab tapi taulah, dia tidak seperti itu. Yang aku tau dia selalu menghindari cewek cewek yang mendekatinya. karena sebenarnya ada yang dia simpan dihatinya." yohan berusaha mencairkan bara yang mulai berasap dalam diri Sila.


"menurut rumor sih memang begitu. katanya dia jadi seperti itu karena cinta nya ditolak oleh seorang gadis." Har menimpali.


"Tapi tetap saja! diakan juga lelaki normal!. lelaki normal mana sih yang tidak akan tergoda jika cewek cantik mengelilinginya?. ya walau sekedar icip icip. dia kan kaya,, habis dicicipi dibayar beres urusan" Har masih saja ngotot tentang pendapatnya.


Sila yang semakin panas telinganya nyelonong pergi begitu saja.


"hei kamu mau kemana?." tanya Har dengan berteriak


"telingaku bisa infeksi denger omongan mu. mana ada cewek cuma mau dicicipi?" jawab Sila sekenanya.


" heh!! kalo gitu kamu jangan mau klo cuma dicicipi. kamu sama aku saja janji deh g cuma icip icip doang" lanjut Har.


" kamu mau ini?" Yohan menunjukkan kepalan tangan dihadapan wajah Har.


"kau ini kenapa? apa jangan2 kau suka ya sama dia" selidik Har.


"kau tau?. dia sudah bersuami?" jelas Yohan


"mana mungkin dia masih kecil gitu. palingan seumuran Shakira. masih 20 an kan?." Har seakan tak percaya dengan kata2 Yohan. Yohan hanya mengangguk


"apa kau benar benar lupa siapa Sila?." tanya Yohan


"siapa memangnya dia?" Har semakin penasaran. Dia menggeser duduknya dan menghadap kearah Yohan meminta penjelasan


"dia itu adikmu, adik susumu. Bayi yang disusui ibumu waktu itu. yang orang orang sebut kembaran Shakira. cucunya kakek Mun."


"apa benar?. dia ,, itu dia?.."Har melongo tak percaya


"dia benar benar tumbuh jadi gadis yang sangat cantik. wajahnya juga mirip dengan Shakira." ucap Har lirih.

__ADS_1


"dia bukan lagi gadis. dia istri orang" Yohan mengusap kasar wajah Har yang masih terbengong bengong.


__ADS_2